It’s a wrap!

Yeay!

Finally I have back up all my post in posterous.com 🙂

So, from now on this blog will be dedicated to my addiction of fashion, beauty and lifestyle 🙂

You can read my post about financial literacy on Becoming Money Smart and the other blog about parenting, Metamorphosis

Enjoy!

Advertisements

Weekend Campur Aduk

Minggu kemarin, kami sekeluarga janjian ketemu dengan teman lama swami yg kebetulan juga masih ada hubungan keluarga and our destination was fx mall.

Seperti biasa, kami membawa Darren main di fx playland. Setelah beberapa lama bermain, saya melihat ada seorang anak laki- laki (mungkin sudah berumur 10tahun  bermain dengan sangat agresif dan kasar) berada di dekat Darren. Karena khawatir, maka saya memindahkan Darren ke area yg lain yang jauhnya mencapai 10 meter tapi belum juga Darren berdiri dengan sempurna, kakinya tertimpa oleh anak itu dan menangislah Darren.

Saya buru- buru menggendong Darren walaupun dia langsung berhenti menangis,  saya tahu bahwa ada yg tidak beres dengan kaki Darren. Darren bukanlah anak yang agresif, bukan juga anak yg cengeng. Darren is a happy toddler and everyone knows that. Kemudian dengan rasa marah, saya menghampiri anak itu dan menegur,”kalau main jangan kasar dong!” Saya tidak bisa melakukan tindakan yg lbh ekstrim dari itu dan saya bukan orang yg bisa dengan gampang memukul seseorang terutama anak kecil.

Setelah itu, saya minta Darren untuk berjalan dan baru beberapa langkah, Darren terjatuh seperti ada yg mengganjal di kakinya. Tidak kuasa saya menahan tangis melihat keadaannya. Saya berulang kali menggendong dan bertanya,” Darren kakinya sakit? Yang mana bilang sama mama nanti mama obati” dan Darren hanya diam. It breaks  my heart! And tears always came out from my eyes that day. Rasa bersalah, marah, takut campur aduk jadi satu!

Dan kemana orang tua anak itu ??? saya hanya melihat bahwa orang tua anak itu baru datang setelah kejadian itu dan duduk saja , bapaknya sibuk mengutak- atik kertas kerja dan si ibu asik baca buku (Sial!)

Tanpa mau ribut saya tinggalkan fx playland dan pulang ke rumah, dalam perjalanan ke rumah Darren tertidur dan kembali saya menangis, tidak kuasa membayangkan bila Darren cacat karena kejadian ini. Walaupun kakak ipar saya meyakinkan bahwa Darren tidak apa- apa tapi tetap hati saya sebagai seorang ibu Hancur ! Sesampai di rumah saya terus memantau keadaan Darren sampai- sampai saya tidak tidur semalaman. Dan tentu saja karena kondisi hati yg tidak baik ditambah dengan kurang tidur menyebabkan badan saya rontok keesokkan harinya. Darren hari ini sudah kembali berjalan, tapi entah jalannya sudah sempurna atau belum itu masih manjadi tanda tanya. Saya masih harus memantau Darren sampai Besok malam, bila tidak ada indikasi demam dan Darren masih aktif maka saya bisa berlega hati.

Kemudian pada saat makan malam, saya hanya makan bacang buatan mami saya. Dan saya kembali melayangkan ingatan saya pada waktu saya masih tinggal bersama mami. Setiap peringatan bacang tiba, mami selalu meminta saya untuk membantunya memisahkan ketan dari beras supa hasil bacangnya legit. Seringkali saya selalu berdalh, bersungut- sungut apabila mami minta bantuan. Saat ini, Jauh di lubuk hati saya, saya Menyesal karena tidak berusaha untuk menyenangkan hati mami pada waktu itu, tidak berusaha mengerti bahwa dia memerlukan bantuan karena dia sudah kewalahan dengan tugas rumah tangga yang ada. Dan lagi- lagi saya menangis lagi, ada rasa kangen sama mami malam itu. Kangen untuk dipeluk, ngobrol, berselisih pendapat.  Saya tahu kini apa rasanya menjadi seorang ibu, it’s not an easy role to play. Mami, saya minta maaf kalau saya tidak bisa ada saat mami memerlukan saya disamping mami, disaat mami sakit ataupun saat mami sedang bahagia. Saya sayang mami dan mami pasti tahu itu.  I’ll find a day to sit and chat wif you… I will mom and I promised that, just you and me!

O ya, Jakarta digemparkan oleh kepulangan Manohara Odelia Pinot ke pangkuan ibunya. Ada yg mencaci, ada yg juga ikut turut bahagia. Kalo boleh saya berpendapat, memang ibu Manohara bersalah karena sudah membiarkannya anaknya menikah di usia yg masih sangat belia tapi biar itu jadi pelajaran berharga buat para ibu diluar sana termasuk saya untuk tidak mudah mengambil sebuah keputusan besar dengan terburu- buru. and yes, people do makes mistakes, it’s so human. So let us not judging people, if you on her shoes what would you do then ?

Rich Dad’s Prophecy by Robert T Kiyosaki

Now, I wanna  share the Section one of Rich Dad’s Prophecy book written by Robert T Kiyosaki with Sharon L. Lechter, CPA.

This book highly recommended for a true investor  and business owner.

Rich Dad-nya Kiyosaki membagi kelas status sosial menjadi 3 kelas dan masing- masing kelas sebenarnya melakukan investasi hanya saja dengan cara yang berbeda.

Rich Class invest in good financial education, build business, property and all kind investation that making money.

Middle Class invest in good education so they can get high paying job and they can save the paycheck.

Poor Class invest in kids, trusting that their kids will takecare of them in their old age (sounds familiar with “Banyak anak banyak rejeki ?”)

Rich Dad says, “If you wanna be rich, invest at all three classes, do not try to skip over any of the 1st two investment.

If you want to be rich, you must invest more not less than the 1st two groups.

You need Home and family for the emotional support- Poor Class investment, Saya mencoba untuk bisa membagi waktu saya dengan baik agar saya tidak menelantarkan swami dan anak saya karena saya bekerja. Ada berapa banyak dari kita yg setengah mati banting tulang bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak istri, berangkat bekerja subuh dan pulang menemui anak kita sudah terlelap??? Itu fakta yang terjadi pada sebagian orang saat ini, padahal kalau boleh anak- anak kita berkata “All I need is my daddy and mommy not their money”

Tidak terkecuali saya, yg workaholic tapi saya mencoba sekuat tenaga untuk tidak membawa pekerjaan kantor ataupun permasalahannya pulang ke rumah.

Kemudian bagian yang perlu anda investasikan adalah good education alias pendidikan yg baik termasuk di dalamnya adalah pendidikan mengenai keuangan. Mengajari anak mengenai uang bukan melulu persoalan materialistis tapi lebih kepada bagaimana seharusnya mereka mengelola dengan baik keuangan mereka, menjadi Tuan atas uang mereka dan bukan sebaliknya.

Mungkin saya tidak memiliki modal seperti layaknya Rich Class, tapi untuk menjadi kaya saya perlu minimal berinvestasi di kedua bidang diatas.

Investing on all three levels is a full time job.

The Middle Class doesn’t get rich is because of the lack of financial education. The lower your financial IQ, the more at risk you put your money. That is why the middle class focuses on saving money while the rich focus on investing money. If you want to invest in the investments of the rich, I’m recommending you continue to invest in your financial education.

A large market crash only frightens people with a limited financial education. A large market crash is the best time to get rich from those with a strong financial education.

As Rich Dad often said, “If you get a strong financial education you are not  worried about markets going up or down. You’re just happy they are going up and down.

Giving poor people (money.red) only creates more poor people. Termasuk didalamnya Bantuan Langsung Tunai ???

You may notice that the people being left behind financially are often the people who stick in old ways of thinking in doing things.

Professional investors knows to cut their losses quickly.

Professional Investors are not afraid to admit they made a mistake quickly.

Professional investors are not into saving face, they are into saving money.

As Warren Buffet said,” Make the market your servant not your guide. The market like the Lord help those who help themselves. The market is there only as a reference point to see if anybody is offering to do something foolish. The dumbest reason in the world to buy a stock is because it’s going up and to sell a stock because it’s going down.

*starting to build my ARK*

Termehek- mehek

This Saturday, I was planning to go  to my project tapi gatot karena satu dan lain hal akhirnya sebagai pelipur lara saya nonton Termehek- mehek Trans TV sembari menunggu kuis perdana Are Smarter than 5thGrader ?

Episode Termehek- mehek kali ini mengungkap persoalan seorang wanita yg berinisial Y yg suaminya sebut saja T sudah sebulan tidak pulang ke rumah dan menggugat cerai dirinya.

I’ll not tell you the whole story, I’ll straight to the end of the show. Dan ini sangat menarik untuk dibahas disini.

Ternyata terungkap bahwa selama ini T telah  tidur dengan banyak perempuan lain selain Y. Alasannya, T tidak pernah merasa puas dengan servis ranjang yang dilakukan Y dalam pernikahan mereka.

Ironis sekali bahwa banyak orang yang melegalkan hubungan ranjang atau seks melalui lembaga yang dinamakan pernikahan.

Dan begitu rapuhnya sebuah pernikahan yg fondasinya hanya seks semata.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa pria kebanyakan memang suka mencoba seribu gaya dalam permainan ranjang tapi perlu diingat, wanita juga manusia dan perlu dihormati. Dan rasanya,  terutama wanita negeri kita ini masih sangat tertutup dan tabu untuk mencoba seribu macam gaya bercinta.

Banyak kekerasan dalam rumah tangga terjadi hanya karena persoalan syahwat ini.

Dan yang jadi korban selalu wanita baik fisik maupun psikologis, lahiriah maupun batiniah.

Seks memang tidak dapat dipisahkan dari pernikahan, bahkan orang yg tidak menikah pun bisa melakukannya.

Namun, apakah hanya seks yang jadi tiang utama sebuah pernikahan?

Buat saya, toleransi, kompromi, komunikasi, saling menghargai dan menghormati serta musyawarah untuk mufakat(eh, yg terakhir mah pelajaran PMP waktu masih sekolah LOL) itulah yg harus selalu ada dalam sebuah pernikahan.

Bukan berarti seks tidak penting, namun pada awalnya seks diciptakan sangat istimewa dan untuk maksud yg istimewa pula.

Jangan pernah berharap untuk mendapatkan paket menarik dalam pernikahan terutama soal seks. Payudara dan elastisitas vagina seorang wanita akan berubah bila ia melahirkan mahluk kecil membuat takjub yg dinamakan bayi.

Saya terkagum pada pasangan RG dan DL yg merasakan kenikmatan sebuah hubungan melalui meditasi bersama, bukan melulu melalui syahwat.

Kalau saya berada pada posisi Y, saya akan berpisah. Sakit memang pada awalnya, namun mempertahankan pernikahan yg sudah rusak tidak masuk dalam hitungan layak diperjuangkan.

So, husband respect your wife as much as you respect your Mom.

Home Sweet Home

Jakarta, April 4th 2009

Anak muda jaman sekarang

postingan ini bukan bermaksud untuk merendahkan angkatan di bawah saya ataupun menunjukkan bahwa saya seorang superwoman. Bukan itu maksud postingan saya kali ini, hanya saja (memang harus kita akui bahwa) inilah kenyataannya.

akhir- akhir ini saya berpikir, “mengapa angkatan dibawah saya semakin lama semakin tidak memiliki motivasi dalam meraih impian atau mimpi untuk menjadi seseorang yang lebih baik?”

apalagi bila menyangkut dunia kerja, sepertinya mereka tidak memiliki kapabilitas untuk melakukan pekerjaan mereka dengan baik dan memuaskan.

entah program pendidikan negeri ini yang salah atau memang secara pribadi, banyak anak muda yang hanya mengejar sertifikat Sarjana tanpa dilengkapi dengan ketrampilan sesuai dengan bidang yang mereka ambil.

atau mungkin saya yang terlalu perfeksionis dalam hal pekerjaan.

Kalau bicara pekerjaan, saya adalah orang yang memiliki totalitas yang tinggi.

Saya masih ingat, pertama kali saya bekerja adalah pada saat saya masuk semester V.

Waktu itu saya bekerja di salah satu kantor konsultan pajak (waktu itu pajak masih belum canggih seperti sekarang =P )

pagi jam 08.30 saya sudah harus sampai di kantor dan bekerja sampai jam 17.30 dari hari Senin sampai Sabtu. Selsai itu, saya harus ngejar bis untuk langsung ke kampus yang kuliah dimulai jam 19.00

I do it everyday, dan kalaupun tidak ada jadwal kuliah, waktu saya habis di kantor.

Kantor saya berada di seberang Mangga Dua Square, sedangkan kampus saya berada di Tanjung Duren. Saya harus menempuh perjalanan dengan bis, karena saya gak punya mobil pada saat itu. Kebayang kan dari Mangga Dua Square saya harus melewati Pasar Baru yang macet, sepanjang Roxy yang macet parah, belum lagi harus bertemu dengan banyak pengamen, penjambret dan penodong.

Kemudian perjuangan saya masih belum berhenti disitu, saya harus turun di seberang Citraland kemudian meneruskan berjalan kaki untuk menuju kampus dengan debu hinggap di tubuh saya. Tapi semua itu tidak menyurutkan niat saya untuk menuntaskan kuliah saya yang tinggal beberapa semester lagi. Kuliah sambil bekerja memang menguras tenaga, sungguh bukan main capeknya. Terima kasih kepada kakak saya yang terkadang masih mau menjemput saya pulang kuliah, dan kalau tidak di jemput saya pulang sendiri dengan bis lagi. Jaman kuliah adalah jaman saya yang gak takut sama apapun, preman di bis hampir saya tonjok gara- gara nyolek saya!!!

jaman saya banyak di taksir pria juga pastinya *hahahaha Ge Er Mode On*

jaman saya pake sendal jepit, tas ransel di punggung dan celana robek- robek… i’m so boyish that day… dan sekarang teman- teman saya takjub melihat saya yg bisa berubah jadi perempuan yang menawan *hehehe itu menurut mereka lho*

Tapi, itu adalah pilihan saya. saya yang memilih untuk kuliah sambil bekerja karna alasan sbb:

  • jadwal kuliah menjelang semester akhir banyak kelas malam, daripada saya keluyuran di siang hari, lebih baik saya bekerja. dapat uang dan yang terutama pengalaman
  • saya parno kalau- kalau begitu selsai kuliah saya tidak mendapatkan pekerjaan karena minimnya pengalaman

semua pilihan yang kita ambil akan ada konsekuensi dan kita harus tahu dan siap atas konsekuensi tersebut. dan saya tahu dengan pasti bahwa apabila saya bekerja sambil kuliah berarti saya harus belajar super ekstra keras belajar.

Dan belajar, menerima kuliah dalam keadaan tubuh seperti diatas bukan HAL MUDAH. tapi semua itu tidak menyurutkan niat saya untuk segera menyelesaikan kuliah saya.

Saya berjanji pada diri saya sendiri bahwa saya HARUS lulus dengan predikat CUM LAUDE.

Someone that Inspi[RED] me is Steve Andoko. If he can, so do I =)

i still remembered he said,”Kamu pasti bisa lulus CUM LAUDE”

and it was a TREMENDOUS motivation for me. Thank you Steve..

saat- saat paling hectic adalah saat mau SPT Tahunan seperti sekarang ini, saya sampai harus pulang jam 12 tengah malam sendiri dengan menggunakan taksi. itu pun saya lakoni karena saya menyadari tanggung jawab saya sebagai karyawan (soalnya belon mampu jadi pengusaha =P)

sekarang mungkin bukan jamannya lagi working hard seperti saya dulu, but please work smart yang artinya good time management, target buat diri sendiri melebihi target dari atasan dan keinginan untuk tidak pernah berhenti belajar.

Dan pada saat akhir studi saya, saya lulus dengan predikat CUM LAUDE- the best Three *sama seperti inspirator dan motivator saya SA*

Jadi, masih bertanya dimana rahasia saya sampai bisa menjadi seperti sekarang ini ???

*Saya yang percaya Hukum Tabur Tuai dan Tuhan sedang menggenapi janjiNya kepada saya saat ini*