Termehek- mehek

This Saturday, I was planning to go  to my project tapi gatot karena satu dan lain hal akhirnya sebagai pelipur lara saya nonton Termehek- mehek Trans TV sembari menunggu kuis perdana Are Smarter than 5thGrader ?

Episode Termehek- mehek kali ini mengungkap persoalan seorang wanita yg berinisial Y yg suaminya sebut saja T sudah sebulan tidak pulang ke rumah dan menggugat cerai dirinya.

I’ll not tell you the whole story, I’ll straight to the end of the show. Dan ini sangat menarik untuk dibahas disini.

Ternyata terungkap bahwa selama ini T telah  tidur dengan banyak perempuan lain selain Y. Alasannya, T tidak pernah merasa puas dengan servis ranjang yang dilakukan Y dalam pernikahan mereka.

Ironis sekali bahwa banyak orang yang melegalkan hubungan ranjang atau seks melalui lembaga yang dinamakan pernikahan.

Dan begitu rapuhnya sebuah pernikahan yg fondasinya hanya seks semata.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa pria kebanyakan memang suka mencoba seribu gaya dalam permainan ranjang tapi perlu diingat, wanita juga manusia dan perlu dihormati. Dan rasanya,  terutama wanita negeri kita ini masih sangat tertutup dan tabu untuk mencoba seribu macam gaya bercinta.

Banyak kekerasan dalam rumah tangga terjadi hanya karena persoalan syahwat ini.

Dan yang jadi korban selalu wanita baik fisik maupun psikologis, lahiriah maupun batiniah.

Seks memang tidak dapat dipisahkan dari pernikahan, bahkan orang yg tidak menikah pun bisa melakukannya.

Namun, apakah hanya seks yang jadi tiang utama sebuah pernikahan?

Buat saya, toleransi, kompromi, komunikasi, saling menghargai dan menghormati serta musyawarah untuk mufakat(eh, yg terakhir mah pelajaran PMP waktu masih sekolah LOL) itulah yg harus selalu ada dalam sebuah pernikahan.

Bukan berarti seks tidak penting, namun pada awalnya seks diciptakan sangat istimewa dan untuk maksud yg istimewa pula.

Jangan pernah berharap untuk mendapatkan paket menarik dalam pernikahan terutama soal seks. Payudara dan elastisitas vagina seorang wanita akan berubah bila ia melahirkan mahluk kecil membuat takjub yg dinamakan bayi.

Saya terkagum pada pasangan RG dan DL yg merasakan kenikmatan sebuah hubungan melalui meditasi bersama, bukan melulu melalui syahwat.

Kalau saya berada pada posisi Y, saya akan berpisah. Sakit memang pada awalnya, namun mempertahankan pernikahan yg sudah rusak tidak masuk dalam hitungan layak diperjuangkan.

So, husband respect your wife as much as you respect your Mom.

Home Sweet Home

Jakarta, April 4th 2009

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s