Weekend Campur Aduk

Minggu kemarin, kami sekeluarga janjian ketemu dengan teman lama swami yg kebetulan juga masih ada hubungan keluarga and our destination was fx mall.

Seperti biasa, kami membawa Darren main di fx playland. Setelah beberapa lama bermain, saya melihat ada seorang anak laki- laki (mungkin sudah berumur 10tahun  bermain dengan sangat agresif dan kasar) berada di dekat Darren. Karena khawatir, maka saya memindahkan Darren ke area yg lain yang jauhnya mencapai 10 meter tapi belum juga Darren berdiri dengan sempurna, kakinya tertimpa oleh anak itu dan menangislah Darren.

Saya buru- buru menggendong Darren walaupun dia langsung berhenti menangis,  saya tahu bahwa ada yg tidak beres dengan kaki Darren. Darren bukanlah anak yang agresif, bukan juga anak yg cengeng. Darren is a happy toddler and everyone knows that. Kemudian dengan rasa marah, saya menghampiri anak itu dan menegur,”kalau main jangan kasar dong!” Saya tidak bisa melakukan tindakan yg lbh ekstrim dari itu dan saya bukan orang yg bisa dengan gampang memukul seseorang terutama anak kecil.

Setelah itu, saya minta Darren untuk berjalan dan baru beberapa langkah, Darren terjatuh seperti ada yg mengganjal di kakinya. Tidak kuasa saya menahan tangis melihat keadaannya. Saya berulang kali menggendong dan bertanya,” Darren kakinya sakit? Yang mana bilang sama mama nanti mama obati” dan Darren hanya diam. It breaks  my heart! And tears always came out from my eyes that day. Rasa bersalah, marah, takut campur aduk jadi satu!

Dan kemana orang tua anak itu ??? saya hanya melihat bahwa orang tua anak itu baru datang setelah kejadian itu dan duduk saja , bapaknya sibuk mengutak- atik kertas kerja dan si ibu asik baca buku (Sial!)

Tanpa mau ribut saya tinggalkan fx playland dan pulang ke rumah, dalam perjalanan ke rumah Darren tertidur dan kembali saya menangis, tidak kuasa membayangkan bila Darren cacat karena kejadian ini. Walaupun kakak ipar saya meyakinkan bahwa Darren tidak apa- apa tapi tetap hati saya sebagai seorang ibu Hancur ! Sesampai di rumah saya terus memantau keadaan Darren sampai- sampai saya tidak tidur semalaman. Dan tentu saja karena kondisi hati yg tidak baik ditambah dengan kurang tidur menyebabkan badan saya rontok keesokkan harinya. Darren hari ini sudah kembali berjalan, tapi entah jalannya sudah sempurna atau belum itu masih manjadi tanda tanya. Saya masih harus memantau Darren sampai Besok malam, bila tidak ada indikasi demam dan Darren masih aktif maka saya bisa berlega hati.

Kemudian pada saat makan malam, saya hanya makan bacang buatan mami saya. Dan saya kembali melayangkan ingatan saya pada waktu saya masih tinggal bersama mami. Setiap peringatan bacang tiba, mami selalu meminta saya untuk membantunya memisahkan ketan dari beras supa hasil bacangnya legit. Seringkali saya selalu berdalh, bersungut- sungut apabila mami minta bantuan. Saat ini, Jauh di lubuk hati saya, saya Menyesal karena tidak berusaha untuk menyenangkan hati mami pada waktu itu, tidak berusaha mengerti bahwa dia memerlukan bantuan karena dia sudah kewalahan dengan tugas rumah tangga yang ada. Dan lagi- lagi saya menangis lagi, ada rasa kangen sama mami malam itu. Kangen untuk dipeluk, ngobrol, berselisih pendapat.  Saya tahu kini apa rasanya menjadi seorang ibu, it’s not an easy role to play. Mami, saya minta maaf kalau saya tidak bisa ada saat mami memerlukan saya disamping mami, disaat mami sakit ataupun saat mami sedang bahagia. Saya sayang mami dan mami pasti tahu itu.  I’ll find a day to sit and chat wif you… I will mom and I promised that, just you and me!

O ya, Jakarta digemparkan oleh kepulangan Manohara Odelia Pinot ke pangkuan ibunya. Ada yg mencaci, ada yg juga ikut turut bahagia. Kalo boleh saya berpendapat, memang ibu Manohara bersalah karena sudah membiarkannya anaknya menikah di usia yg masih sangat belia tapi biar itu jadi pelajaran berharga buat para ibu diluar sana termasuk saya untuk tidak mudah mengambil sebuah keputusan besar dengan terburu- buru. and yes, people do makes mistakes, it’s so human. So let us not judging people, if you on her shoes what would you do then ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s