Membuat Visa Schengen Portugal Tanpa Agen Perjalanan

WhatsApp Image 2018-05-30 at 14.07.02

Pertengahan April 2018, bos bertanya pada saya, apakah sudah membuat visa untuk perjalanan dinas ke Portugal yang akan terjadi pada Mei 2018.

Saya memang tahu kalau akan ada Global Finance Summit 2018 yang akan berlangsung di Portugal tapi tidak menyangka kalau benar akan terjadi karena saya tidak mendapatkan undangan dari pihak penyelenggara. Bisa jadi sih karena saya masih ‘anak baru’ sehingga data diri saya belum sampai ke head quarter di Spanyol.

Dua orang kolega bahkan khawatir kalau-kalau pengajuan visa saya ditolak. Di lain sisi, saya pasrah… kalau memang sudah rezeki saya untuk berangkat melintasi benua, maka semuanya akan dipermudah.

Tepat 1 Mei yang merupakan Hari Buruh Internasional, sebuah  undangan ke Global Finance Summit 16-18 Mei 2018 yang bertempat di Ilhavo, Portugal datang melalui e-mail. Melihat waktu yang masih cukup, saya optimis mengajukan permohonan visa Schengen Portugal untuk perjalanan dinas.

Setelah mencoba bertanya ke travel agent yang biasa dipakai kantor, mereka menjawab tidak sanggup memenuhi kebutuhan akan visa yang pendaftarannya cukup mepet. Saya pun berkomunikasi dengan kolega di regional Asia dan berkata, “I’ll try my luck then!”

Saya memilih untuk tidak ngoyo dalam persiapan perjalanan dinas melintasi benua untuk pertama kalinya. Saya juga berkata kepada rekan kerja, “Kalau memang sudah rezeki, pasti saya bisa berangkat. Kalau belum rezeki, tetap bersyukur.”

Kamis, 3 Mei 2018 pagi-pagi sekali saya pergi ke Kedutaan Besar Portugal yang terletak di Jl. Indramayu No.2A, RT.1/RW.5, Menteng, Jakarta Pusat 10230. Persisnya bangunan ini terletak di seberang samping Sate Khas Senayan Menteng. Bangunannya sendiri merupakan salah satu cagar budaya dan sedikit tertutup dengan rimbunnya pepohonan.

Read moreBuat Paspor Tanpa Calo

Setibanya saya di sana ternyata ada perubahan hari serta jam pelayanan Kedubes Portugal sejak 11 September 2017. Bagian konsuler Kedubes Portugal hanya buka pada hari Senin – Rabu – Jumat jam 09:00 sampai dengan 13:00 pada tanggal 1 s/d 25 setiap bulannya. Ingat juga bahwa konsuler tutup saat libur nasional Indonesia dan Portugal.

Untuk pengajuan visa Schengen Portugal, kita perlu membuat perjanjian dengan konsuler melalui e-mail yang sudah ditentukan oleh pihak Kedubes Portugal. Melalui e-mail, kita akan mendapatkan formulir pengajuan visa yang perlu diisi terlebih dahulu dan dibawa saat datang ke konsuler. Apabila perjanjian pengajuan visa sudah disetujui maka kita dapat langsung datang ke Kedubes Portugal sesuai jam yang ditentukan dengan membawa dokumen yang diperlukan.

Ada pun dokumen yang diperlukan untuk pengajuan visa Schengen Portugal:

  • Paspor asli. Harus berlaku maksimal enam (6) sebelum masa habis paspor
  • Pas Foto (2) berwarna, 3×4 cm dengan latar  / background warna putih
  • Itinerary / rencana perjalanan yang lengkap dan terperinci
  • Fotokopi halaman depan dan belakang paspor
  • Untuk short stay business visa, maka diperlukan surat sponsor dari perusahaan (ASLI), surat keterangan kerja (ASLI) dari perusahaan di Indonesia, dan surat undangan dari perusahaan di Portugal
  • Surat keterangan kerja / penghasilan. Jika masih pelajar, maka diperlukan fotokopi kartu pelajar
  • Untuk tourist visa yang disponsori oleh individu di Portugal, maka harus ada surat sponsor / Undangan dari pihak Portugal (ASLI). Pengundang dari Portugal, harus mengisi Termo of Responsibility yang di sah-kan oleh kantor SEF di Portugal, atau notaris di Portugal
  • Konfirmasi pemesanan hotel
  • Booking-an tiket pesawat (pulang pergi)
  • Rekening tabungan / Koran, 3 (tiga) bulan terakhir
  • Travel Insurance dengan durasi yang sama dengan perjalanan Anda
  • Fotokopi KTP dan KK yang masih berlaku
  • Fotokopi bukti pembayaran visa sebesar EUR60.00 (kurs dalam IDR ditentukan oleh konsuler)

Tambahan lainnya (jika diperlukan)

  • Jika anak dibawah 18 tahun berpergian tanpa orang tua atau hanya dengan salah satu dari orang tua (ayah atau ibu) , maka diperlukan dokumen tambahan yaitu, surat ijin dari pihak orang tua lainnya (bapak / ibu), dalam bahasa Inggris dan di cap notaris.
  • Jika pemohon adalah orang asing yang tinggal di Indonesia, maka harus disertakan KITAS

Jadi, Kamis siang saya menyiapkan semua dokumen termasuk membayar visa serta membeli travel insuranceI. Dan keesokkan harinya saya kembali menuju Kedubes Portugal dengan berbekal e-mail undangan pengajuan visa dan dokumen lengkap sekaligus untuk diambil sidik jarinya dengan mesin biometric scan.

Awalnya saya optimis karena konsuler Portugal sepertinya cukup sepi dibandingkan konsuler lain seperti Belanda atau Perancis. Tapi setibanya saya di sana, ternyata yang mengajukan visa Portugal banyak sekali bahkan ada yang datang dari jauh seperti Aceh.

Seketika juga percaya diri saya satu persatu mundur teratur, saya cukup cemas dengan waktu yang sudah mepet!

Proses di konsuler cukup singkat, saya diminta untuk menyerahkan semua dokumen, wawancara singkat tentang apa yang akan saya lakukan di Portugal dan merekam sidik jari. Saya bertanya kapan sebaiknya menghubungi konsuler untuk menanyakan kelanjutan proses pengajuan visa dan dijawab, saya bisa menelepon terlebih dahulu pada 11 Mei 2018, yang artinya proses pengajuan visa saya hanya kurang lebih 3-5 hari kerja!

Akhir pekan saya pun berjalan seperti biasa sambil harap-harap cemas, ditambah lagi saya mendapatkan kabar dari teman saya yang juga akan berangkat ke Eropa untuk berlibur bahwa Ibunya harus melakukan rekam sidik jari ulang karena tidak terdeteksi mesin biometric! Tentu saja mereka panik dong karena tiket pesawat sudah dibeli! Mendengar berita itu pun saya jadi tambah cemas, anything can happen! Saya memilih pasrah saja tanpa mengharuskan dan apa pun berita yang akan saya terima Jumat depan!

Selasa, 8 Mei 2018 akhirnya saya memantapkan diri membayar pesanan tiket pesawat yang non refundable pada sore hari. Dalam hati sempat berpikir, “duh kalau ga jadi berangkat gimana nih, terpaksa ganti uang perusahaan puluhan juta Rupiah nih!”. Akhirnya kecemasan saya memaksa untuk menelepon Kedubes Portugal pada Rabu, 9 Mei 2018 dan menanyakan apakah visa berhasil diajukan. Konsuler pun menjawab kalau saya sudah dapat mengambil visa saya hari itu juga!

Bersyukur, saya jadi juga ke Portugal dan gak perlu mengganti uang tiket pesawat yang hangus 🙂

Cerita tentang perjalanan saya ke Portugal menyusul ya!

Advertisements

Terbang Menembus Langit

Dua minggu lalu, saya bertemu dengan sahabat-sahabat SMA di sebuah restoran tepat di seberang sekolah kami dulu. Ada yang baru saja mendarat terbang dari Pulau Kalimantan untuk dinas di Jakarta, ada yang baru berulang tahun, ada yang memilih Long Distance Love dan banyak cerita yang terjadi selama kurun waktu hampir 8 tahun kami lulus dari jenjang SMA!

Bahkan, saya punya sahabat yang kami sama-sama dari SD sampai SMA dan dia sudah menjadi dokter bedah mulut sekarang. Ketika bertemu, teman saya bercerita bagaimana generasi zaman now kehilangan daya juang, manja dan google minded. Betapa anak-anak zaman sekarang mengandalkan Google untuk menjawab semua pertanyaan yang dihadapkan kepadanya. Padahal, di dunia kedokteran, kebiasaan pencarian di mesin pencari sangatlah berbahaya karena di luar sana banyak sekali opini yang belum tentu teruji secara klinis. Dulu saja, teman saya harus membaca puluhan jurnal kedokteran hanya untuk menjawab satu pertanyaan tentang penyakit yang diderita pasiennya.

Tidak dapat dipungkiri, saya juga merasakan hal yang sama dengan anak sulung saya. Salah satu cara untuk mengubah cara pandang dia dalam kemudahan hidup adalah dengan memberikan contoh nyata tentang perjuangan seseorang baik melalui buku ataupun menonton film.

Kali ini, saya memilih film Terbang Menembus Langit, sebuah film biopic tentang seorang anak muda bernama Onggy, berkebangsaan Indonesia keturunan Tionghoa. Onggy berasal dari Pulau Tarakan yang memiliki mimpi untuk keluar dari belenggu kemiskinan dan berjuang mati-matian untuk bisa sukses!

Terbang Menembus Langit - riyardiarisman.com

Pic by riyardiarisman.com

Cerita bergulir menceritakan kehidupan Onggy kecil dengan keluarganya. Ayahnya seorang pegawai di toko kelontong, kakaknya cerdas di sekolah namun memilih untuk tetap tinggal di Tarakan untuk menggantikan ayahn mereka menjadi tulang punggung keluarga.

Onggy yang telah beranjak dewasa tetap memegang nasehat ayahnya untuk memilih kebebasannya sendiri dan menjaga nama baik keluarga akhirnya memilih untuk melanjutkan kuliah di kota Surabaya.

Untuk membiayai kehidupan dan kuliahnya, Onggy mulai berdagang kecil-kecilan. Awalnya berjualan buah-buahan, gagal. Kemudian berjualan jagung bakar, gagal lagi. Selanjutnya berjualan kerupuk, gagal juga!

Kegagalan awal tidak membuat Onggy menyerah sampai akhirnya dia berhasil menjadi pekerja kantoran. Tapi perjuangan tidak berhenti sampai di situ. Onggy masih mencari kebebasannya. Bahkan Onggy muda melepaskan karier cemerlangnya di kantor hanya untuk mencari kebebasannya.

Kebanyakan orang mungkin akan bilang kalau Onggy ini bodoh karena melepaskan kehidupan terjamin dan nyaman yang dimilikinya. Namun Onggy punya pemikiran tersendiri.

Walaupun berkali-kali gagal, Onggy tidak patah semangat ataupun mengeluh sedikit pun! Sampai akhirnya dia memutuskan membawa istri serta anaknya merantau ke Jakarta.

Tiba di Jakarta dengan harapan dapat memiliki kehidupan yang lebih baik tidak juga didapat Onggy karena pada saat yang bersamaan, terjadi kerusuhan Mei 1998 yang mengerikan untuk warga keturunan Tionghoa.

Ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya dengan Onggy dan keluarganya? Kalian wajib tonton  Terbang Menembus Langit di bioskop kesayangan sebelum kehabisan!