Pengajuan Visa Taiwan Gratis dan Berbayar

Sudah satu bulan saya kembali ke tanah air setelah selama 8 hari keliling Taiwan. Awalnya saya sempat ragu untuk mewujudkan janji saya kepada kedua orang tua untuk menemani mereka ke Taiwan tapi ternyata semua jalan saya dimudahkan dan dilancarkan oleh Tuhan. Berawal dari perpanjangan paspor yang mulus sampai persetujuan visa kedua orang tua. Di artikel ini, saya akan membeberkan cara mendapatkan visa Taiwan bagi Warga Negara Indonesia (WNI).

Perlu kamu ketahui bahwa Taiwan tidak memiliki perwakilan diplomatik (kedubes) di Indonesia tetai hanya diwakilkan oleh The Taipei Economic and Trade Office (TETO). TETO adalah kantor pemerintahan Republic of China (Taiwan) di Indonesia yang mengurus kepentingan Taiwan dan untuk mempromosikan hubungan bilateral antara Indonesia dan Taiwan. Mengapa tidak ada kedubes Taiwan di Indonesia? Karena paham Satu Tiongkok yang menyebabkan hanya salah satu negara Tiongkok (China VS Republic Of China) yang diakui oleh bangsa lain termasuk Indonesia. Jadi kalau Indonesia mengakui China maka tidak ada kedubes R.O.C dan sebaliknya, kalau Indonesia mengakui R.O.C maka tidak ada kedubes China.

Setidaknya, ada 3 cara pengajuan visa Taiwan yaitu free online visa, paid online visa dan paid offline visa yang bisa diajukan melalui TETO. Di artikel ini saya hanya akan membahas pengajuan visa Taiwan yang free online visa dan paid online visa.

Free Online Visa
Total ada 13 jenis visa yang dikeluarkan oleh TETO dan ada 46 negara yang bisa bebas visa saat mengunjungi Taiwan, antara lain:

Benua Negara
Amerika Selatan Republik Chili
Amerika Utara Amerika Serikat, Kanada
Asia Israel, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura
Australia Australia, Selandia Baru
Eropa Andorra, Austria, Belanda, Belgia, Bulgaria, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Inggris Raya, Irlandia, Islandia, Italia, Jerman, Kroasia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Monaco, Norwegia, Polandia, Portugal, Prancis, Republik Ceko, Rumania, San Marino, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Vatikan

Walau Indonesia tidak masuk ke dalam daftar negara bebas visa untuk kunjungan ke Taiwan, tapi kamu sebagai WNI tetap bisa mendapatkan visa secara gratis apabila kamu memiliki visa atau izin tinggal dari negara Amerika, Jepang, Korea, Australia, Selandia Baru dan Uni Eropa yang masih berlaku dengan hanya mengisi formulir online di website National Immigration Agency of Taiwan.

Dan karena saya sudah memiliki visa Schengen (Uni Eropa) yang terbit Mei 2018, maka saya bisa bebas visa masuk ke Taiwan dengan mengisi Travel Authorization Certificate di National Immigration Agency Ministry of the Interior https://niaspeedy.immigration.gov.tw/nia_southeast/doForm
Seperti ini alurnya:

cara-buat-visa-taiwan-03
Setelah diisi lengkap maka kamu akan langsung bisa mencetak Travel Authorization Certificate sebagai dokumen pengganti visa untuk memasuki Taiwan. Ingat untuk menyelipkannya dekat paspormu agar saat ditanyakan petugas imigrasi kamu tidak kebingungan.

WhatsApp Image 2019-07-18 at 14.47.49

Paid Online Visa
Selanjutnya, karena saya akan berkunjung ke Taiwan bersama orangtua saya yang belum pernah memiliki visa mana pun, maka saya harus mengajukan visa berbayar melalui situs https://visawebapp.boca.gov.tw/BOCA_MRVWeb/subroot/MRVWeb0_form.jsp

Saya pun mengisi seluruh data yang diperlukan dan setelah mendaftar pengajuan visa Taiwan secara online, mencetak sert ditandatangani untuk dibawa ke TETO keesokkan harinya.
WhatsApp Image 2019-07-18 at 14.51.26
Selain formulir pengajuan ini, ada beberapa persyaratan dokumen yang harus diserahkan kepada petugas administrasi yaitu,

  • Kartu Keluarga (asli dan fotokopi)
  • 2 lembar pasfoto ukuran 4×6 dengan latar belakang putih
  • Surat Keterangan Kerja (karena kedua orangtua saya tidak bekerja maka memakai Surat Keterangan Kerja saya)
  • Fotokopi buku tabungan 3 bulan terakhir
  • Paspor (asli dan fotokopi)

Setelah petugas administrasi memeriksa seluruh kelengkapan dokumen untuk pengajuan visa Taiwan sambil diwawancara sedikit perihal keperluan mengunjungi Taiwan, orangtua saya diberikan secarik kertas yang berisikan nominal visa yang harus dibayarkan ke kasir di lantai yang sama dengan penyerahan formulir.

Biaya visa Taiwan yang saya bayarkan sebesar Rp650.000 per orang dan visa dapat diambil beberapa hari kemudian dengan menunjukkan kertas yang berisikan nominal biaya visa seperti tersebut di atas.

Nah, mudah bukan membuat visa Taiwan? Semoga artikel ini bermanfaat dan kamu jadi berani untuk menjelajahi Taiwan ya ūüôā

 

Advertisements

Sweet Treat by Boutique do Gelado

Actually when I was strolling around porto part 2 before having pleasant dinner at Porto Escondindo, I tried gelato at Boutique do Gelado. And this is my first gelato in Porto, Portugal. Awalnya sih saya enggak ngeh kalau Porto punya toko gelato yang terkenal. Pas kebetulan saat menuju Duoro River, saya dan kolega melewati Boutique do Gelado dan kami pun tertarik untuk mencobanya. Terkadang saya enggan untuk mengambil foto karena sebagian orang Eropa menjaga privasinya dengan rapat. Bahkan saya punya kolega orang Spanyol yang jejak digitalnya tidak bisa saya temui dan dia tidak mau difoto apalagi hanya berduaan saja. Menarik bukan?!

Okeh, balik ke Boutique do Gelado, menu yang ditawarkan sangat beragam. Saya mencoba rasa dari kue khas Portugal tapi sayang sekali saya lupa namanya!

IMG_20180518_202333

IMG_20190624_171142

Perpaduan rasa manis dan asam membuat saya ingin mencoba rasa lainnya tapi apa daya kaki pun sudah harus melangkah lagi menyusuri Ribeira-Rio Duoro.

If you happen in Porto, give Boutique do Gelado a try!

For more information:
Boutique do Gelado
Address:
Rua Ferreira Borges, 67, Ribeira, Porto
Opening hours:
10:00-20:00
IG: @boutiquedogelado

Pleasant Dinner at Porto Escondindo

Setelah hampir berjam-jam berjalan menyusuri Sungai Ribeira ‚Äď Rio Duoro, saya dan kolega mulai merasakan perut kami memberontak minta diisi makanan. Tanpa terasa, kami menikmati jalan kaki itu sampai hampir jam 10 malam. Langit Porto masih terlihat cerah walau jam sudah menunjukkan pukul 19:00, makanya saya merasa masih sore. Tapi setelah beberapa lama, saya baru sadar kalau belum makan malam padahal selama di Ilhavo, dinner time tidak melebihi jam 20:00 ūüôā

Sebenarnya, ada banyak pilihan restoran yang tersedia di sepanjang pinggir Sungai Ribeira ‚Äď Rio Duoro, tapi saya dan kolega merasa terlalu ramai dan hingar bingar. Sehingga kami memutuskan untuk mencari tempat makan yang lebih sepi. Saya dan Glenn, kolega dari Malaysia menemukan sebuah rumah makan yang dikelola oleh sebuah keluarga dan mereka hampir tutup karena sudah malam. Sementara kolega lainnya masih sibuk mencari buah tangan. Melihat menu yang mereka tawarkan, saya langsung memantapkan hati untuk makan malam di sini.

escondindo porto

Pic courtesy of Porto Escondindo

Kami pun sempat berbincang dengan pengelola restoran sekaligus pemiliknya, apa nama restoran yang unik ini. Ternyata nama restoran yang kami kunjungi untuk makan malam bernama Porto Escondindo yang memiliki arti ‚Äúhidden Porto‚ÄĚ atau Porto yang tersembunyi.

Well, the name suit the place!

Porto Escondindo yang terletak di jalan Rua da Lada 68 70, Porto 4050-328 memang tersembunyi, mungkin hanya orang beruntung seperti saya yang dapat menikmati makan malam enak di sini.

Sayangnya, smartphone saya kehabisan daya untuk memotret makanan yag tersaji di atas meja makan tapi kamu bisa melihat beberapa review dari pengunjung Porto Escondindo melalui trip advisor!

Dengan menu yang tidak melulu ikan, Porto Escondindo cocok untuk anak-anak sampai orang dewasa dan harganya pun terjangkau!

porto escondindo

Dish from cod fish, pic courtesy of Porto Escondindo

Semoga artikel ini bisa menjadi referensi buat kamu yang mau mencoba makanan di Porto Escondindo ūüôā

For more information,

PORTO ESCONDINDO
Alamat: Rua da Lada 68 70, Porto 4050-328 , Portugal
Reservation: +351 22 494 5760
Facebook: Porto Escondindo

related articles:

Strolling around Porto part 1
Fine Dining at Salpoente
Perfect Lunch at The Olaria EFTA

 

Strolling Around Porto #2

Walau hanya 3 hari berada di Ilhavo, tapi kota ini menciptakan begitu banyak kenangan. Awalnya saya sudah google apa saja tempat yang bisa dikunjungi tapi kolega dari Asia memutuskan untuk kembali ke Porto karena tempat wisata lebih mudah dijangkau bahkan dengan berjalan kaki. Saya dan rombongan pun berangkat dari The Olaria EFTA setelah makan siang dan menuju Porto dengan menggunakan taksi.

Tujuan pertama kembali ke Porto adalah menuju ke Eurostars Das Artes, hotel bintang 4 tapi pelayanannya tidak memuaskan kecuali sarapannya saja. Yang artinya masih kalah dari pengalaman saya menginap di Best Western Premier The Hive! Bayangkan saja, saya menginap selama 3D2N tanpa diberi air mineral botol dan tidak diperbolehkan membawa air mineral botol yang dibeli sendiri. Padahal saya termasuk orang yang minum air bening cukup banyak setiap harinya, sungguh peraturan hotel yang aneh!

Perjalanan menuju hotel yang terletak di Rua do Rosario, 160-164 Porto 4050-521, Portugal cukup sulit karena jalan protokol di Porto ditutup dalam rangka acara 2018 Vodafone Rally de Portugal. Saya dan 2 orang teman terpaksa berjalan kaki dari ujung jalan yang ditutup.

gettyimages-960006912-2048x2048

Lumayan juga jalan sambil nenteng koper dan kami jadinya banyak bertanya kepada polisi dan orang di jalan, alamat hotel yang dimaksud. Kalau sudah seperti ini, saya jadi bersyukur deh bisa berbahasa asing khususnya Inggris secara baik, jadi bermanfaat banget untuk nanya alamat dan apa sih yang menyebabkan jalan ditutup…. Walau cukup lelah tapi bersyukur sih akhirnya ketemu juga hotelnya yang tidak terletak di jalan raya dan bangunan kelihatan sudah cukup tua.

Setelah berhasil check in dan menaruh koper di kamar, kami pun bergegas menuju area sungai Ribeira-Rio Duoro. Dengan hanya berbekalkan peta di tangan (bukan peta digital karena saya belum kenal pocket wifi saat itu), kami berjalan menyusuri jalan dan taman di sepanjang Porto. Menyenangkan sekali melihat banyak orang tumpah ruah di jalan karena menyaksikan 2018 Vodafone Rally de Portugal dan banyak orang piknik di taman sambil tidur-tiduran tanpa alas lho! Duh, saya jadi kepengen Indonesia juga punya taman-taman publik seperti itu deh, yang rindang dan bersih! Jarak dari hotel menuju sungai adalah sepanjang 1,5km yang ditempuh dalam waktu 18 menit dengan berjalan kaki.

IMG20180518185452

santai dulu sambil mainan ponsel

IMG20180518200544

And strolling around Porto part 2 begin!

Di sepanjang sungai Ribeira-Rio Duoro, banyak hal yang membuat saya terkagum-kagum. Mulai dari sungai yang bersih dari sampah walaupun banyak sekali orang yang duduk di pinggir sungai. Juga terdapat beraneka ragam kafe yang dipenuhi orang yang hanya sekadar ingin menikmati wine hingga makan malam.

IMG20180518202752

IMG20180518205944

IMG20180518205407

IMG20180518201228

Oh ya, di Porto jangan heran kalau menemui burung camar yang besarnya hampir sebesar angsa dan merebut makananmu di pinggir sungai ūüėÄ

IMG20180518204310

IMG20180518204643

Saya menyaksikan pertunjukan seni di sepanjang sungai Ribeira-Rio Duoro dari penyanyi jalanan, manusia patung sampai capoeira jalanan yang dilakukan oleh anak usia sekolah hingga dewasa. Sungguh pemandangan yang berkesan! Dan saat menuliskan cerita ini kembali, saya jadi kangen Porto… semoga suatu hari nanti bisa kembali bersama keluarga kecil saya!

dav

Pemandangannya kayak lukisan ya ūüôā

Hmm, perut pun sudah mulai kelaparan dan saya menemukan sebuah resto tersembunyi di Porto! Seperti apa resto itu? Tunggu cerita saya selanjutnya ya!

Perfect Lunch at The Olaria EFTA Restaurant, Bar and Terrace

Setelah bermalam selama 3D2N di MONTEBELO VISTA ALEGRE ILHAVO HOTEL, tibalah saatnya saya untuk kembali ke Porto. Namun sebelum melakukan perjalanan ke Porto dengan taksi, saya makan siang terlebih dahulu di The OLARIA EFTA Restaurant, Bar and Terrace.

The Olaria EFTA Restaurant, Bar and Terrace yang berada di dalam bangunan bersejarah yaitu gedung pusat kongres dan budaya Aveiro (Centro Cultural E De Congressos De Aveiro). Restoran ini menawarkan makanan Portugal yang otentik, kualitas wine terbaik dan pemandangan danau Aveiro (Ria de Aveiro) di kala menyantap hidangan makan siang.

IMG20180518152441

Ketika tiba di The Olaria EFTA Restaurant, Bar and Terrace, saya disuguhi minuman beralkohol yang diracik dari anggur merah, buah-buahan dan brandy. Minuman ini dinamakan sangria, rasanya manis dan menyegarkan.

IMG20180518140707

Menyisip sangria sambil menikmati pemandangan di depan mata berupa danau Aveiro membuat saya ingin waktu berhenti sejenak secara otomatis dan tidak melakukan apa-apa.

sdr

IMG20180518140219

Tapi saya harus bergegas kembali ke Porto setelah menikmati makan siang dengan menu lengkap dan enak!

Makan siang disajikan secara prasmanan dan semuanya cocok di lidah saya! Rasanya enggak mau berhenti mengunyah….hahahahahaha! Selain rasanya yang enak pake banget, tampilan makanan pun dibuat sempurna, padahal ini saya ambil dari meja prasmanan lho!

IMG_20180520_100235

Harga makanan pembuka berkisar mulai EUR1.00 dan hidangan utama mulai dari EUR2.00. Sedangkan hidangan penutup harganya lebih mahal yaitu mulai dari EUR14.50

Tabula rasa saya semakin kaya selama berada di Ilhavo! Nantikan cerita kuliner saya selanjutnya saat kembali ke Porto

The Olaria EFTA Restaurant

Alamat                 : Centro Cultural e de Congressos de Aveiro, Cais da Fonte 3800-200
Reservasi            : (+351) 234 384 173 | 964 436 905

Website              : olaria-efta.pt

Facebook            : Olaria EFTA Restaurante

Instagram            : @olariaefta

STAYCATION AT BEST WESTERN PREMIER THE HIVE ‚Äď JAKARTA

Suatu siang, sebuah notifikasi email masuk muncul di ponsel saya… isinya undangan untuk staycation di Hotel Best Western Premier The Hive, Jakarta tepatnya di daerah Cawang. Best Western Premier The Hive merupakan hotel bintang 5 yang berada di bawah hotel management chain terbesar di dunia.

Tentunya enggak saya lewatkan dong karena saya memang sedang merasa hidup seperti enggak ada jeda apalagi kalau dikaitkan dengan multi peran saya sebagai seorang istri-ibu-pekerja kantoran-social media enthusiast. Jadi, supaya tetap waras, saya perlu waktu untuk refreshing!

Awalnya saya berniat untuk mengajak keluarga staycation, tapi berhubung keesokan harinya saya harus terburu-buru untuk mengejar waktu ke kantor maka suami mengizinkan saya untuk menginap sendiri. Akhirnya saya si milenial matang ini mengajak 2 orang milenial muda, sebut saja L&R untuk menemani staycation.

Mumpung hari libur, saya manfaatkan dulu untuk mengajak si bungsu naik MRT baru kemudian menuju Best Western Premier The Hive. Walau jalanan cukup bersahabat, tapi saya tiba kesorean sekitar jam 4 sore padahal waktu check in yang ditetapkan adalah jam 2 siang.

Hotel yang dekat dengan bandara udara Halim Perdanakusuma, merupakan hotel bintang 5 di Jakarta Timur.  Best Western Premier The Hive satu gedung dengan apartemen Tamansari The Hive. Saya pun langsung menuju lobi yang terletak di lantai 5 dari tempat parkir untuk check in. Area lobby luas dan nyaman dan staf Best Western Premier The Hive ramah dan sigap membantu proses check in saya. Dan di area ini tersedia welcome drink and snack corner.

IMG20190501184436

IMG20190501184516

Untuk memesan kamar, kamu bisa langsung meluncur ke website resmi Best Western Premier The Hive  atau melalui WhatsApp di nomor 0811 813 8808.

IMG20190501185116

Saya mendapatkan tipe kamar Superior Twin di lantai 20 dengan luas 24m2, luasnya pas, tidak terlalu besar tapi juga enggak sempit! Kamarnya bersih dan pendingin ruangan bekerja dengan baik.

IMG20190501171522

IMG20190501171542

Kamar Superior Twin Best Western Premier The Hive juga dilengkapi dengan single sofa, area kerja, teh/kopi/air mineral, kulkas mini dan lemari dengan safe deposit box.

Saya punya standar kalau hotel itu paling penting dilihat dari kamar mandinya. Saya cerewet banget soal lantai kamar mandi hotel yang harus kering terutama area shower! Dan ternyata, area shower Best Western Premier The Hive dengan luas kira-kira 5m2  membuat kamar mandi senantiasa kering! senang akutuuuu

Tersedia juga amenities berupa pengering rambut dan perlengkapan mandi yang lengkap. Enggak lupa juga layanan wi-fi gratis yang disediakan Best Western Premier The Hive supaya pekerjaan dan update status di media sosial lancar!

IMG20190502065423

Setelah menaruh semua tas di lemari, L&R bersiap untuk berenang di kolam yang terletak satu lantai dengan lobby. Saya terpaksa mengurungkan niat untuk berenang karena pakaian renang tertinggal di rumah. Dan fasilitas loker dan bilas di area kolam renang Best Western Premier The Hive lengkap dan bersih!

Walaupun lagi tanggal merah atau hari libur, suasana hotel enggak terlalu ramai hari itu. Mungkin karena bukan akhir pekan ya, jadi banyak yang istirahat di rumah menghindari kemacetan akibat demonstrasi buruh. Tapi justru suasana ini yang saya cari, berada di tengah kota Jakarta tapi bisa merasakan suasana yang nyaman dan sepi… sebuah hal mewah buat saya.

Selain fasilitas kolam renang untuk anak maupun dewasa, Best Western Premier The Hive memiliki fasilitas sebagai berikut:

Lantai 3

IMG20190502080207

Pusat kebugaran

IMG20190502080236

Bhuvana Spa

IMG20190502080302

Meeting Room

Lantai 5

Selain lobby dan kolam renang yang berada di lantai ini, ada juga Heather Resto yang digunakan untuk sarapan dan makan malam. Kalau kamu menginap di Best Western Premier The Hive pada 6 Mei sampai 4 Juni 2019, bisa mendapatkan makan malam secara gratis (syarat dan ketentuan berlaku).

IMG20190501185125

Selain Heather Resto, di lantai 5 juga ada Buckwheat Bakery, Miele Bar & Lounge.

Setelah L&R selesai berenang, kami memutuskan untuk makan malam di luar hotel, lebih tepatnya di restoran yang terletak di lantai 1 Tamansari The Hive sambil melihat-lihat sekeliling. Selesai makan malam, saya pun kembali ke kamar dan ngobrol bersama L&R sampai mengantuk ūüôā

Pagi harinya, saya bangun dalam keadaan segar dan bersiap untuk sarapan di Heather Resto sembari bersiap untuk berangkat ke kantor. Daaaaan, sarapan di Heather Resto mevvah sekaliii!

IMG20190502071126

IMG20190502071041

IMG20190502071108

Menu sarapan tersedia mulai dari western food sampai makanan khas Nusantara. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa melihat highlights instagram ini dan ingat untuk follow ya!

Sayang sekali staycation harus berakhir namun pengalaman menginap di Best Western Premier The Hive, hotel di Cawang ini sangat berkesan dan mampu me-recharge saya kembali.

Untuk kamu yang berminat menginap di sini, informasi lebih lanjut:

Best Western Premier The Hive – Jakarta

Alamat                 : Jl. DI. Panjaitan Kav. 3-4, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340

Reservasi            : (021) 29821888

Whatsapp           : 0811-8138-808

Website              : www.bwpremierthehive.com

Facebook            : BWPREMIERTheHive  

Instagram            : @bwpthehive

Twitter                 : @bwpthehive

Youtube              : youtube.com/c/bwpthehive

Blog                       : https://infothehive.blogspot.com

The Avengers, semua bermula dari Tesseract

Antusiasme penonton film Avengers di Indonesia memang tidak diragukan lagi. Indonesia menjadi negara pertama di mana film terakhir superhero Avengers ditayangkan hari ini, Rabu, 24 April 2019. Bahkan ada bioskop yang menayangkan film ini selama 24 jam mulai pukul 05.00!

Selama bertahun-tahun superhero garapan Marvel Studio ini dijadikan film, saya masih belum paham di mana benang merahnya. Namun setelah mendapatkan urutan menonton 22 film Marvel, saya akhirnya mengerti.

WhatsApp Image 2019-04-24 at 17.32.21

Semua terjadi karena sebuah kubus biru yang dinamakan Tesseract. Tesseract merupakan kubus untuk menyimpan salah satu Infinity Stone yaitu Space Stone. Tesseract awalnya di simpan di tempat harta karun dewa tertinggi Asgardian yaitu Odin, ayah dari Thor. Namun Odin akhirnya memutuskan untuk menyimpan Tesseract di Bumi.

Sayangnya tidak selamanya Tesseract aman. Hampir tiga milenium lamanya Tesseract ditemukan oleh Johann Schmidt alias Red Skull yang berhasil dihentikan oleh Steve Rogers sebagai Captain America. Walau berhasil menghentikan Red Skull, Captain America harus kehilangan sahabatnya, Bucky si Winter Soldier dan Tesseract.

Di film Captain Marvel, Tesseract diceritakan jatuh ke tangan Dr Wendy Lawson yang aslinya adalah mahluk Kree dan ingin menguasai Space Stone. Lawson merupakan teman dari Howard Stark, engineer yang membantu Dr. Erskine menciptakan Captain America sekaligus ayah dari Anthony Stark (Iron Man). Long story short, mahluk Kree bisa dikalahkan Carol Denvers sebagai Captain Marvel. Dan Tesseract aman di Supreme Headquarters International Espionage and Law Enforcement Division (S.H.I.E.L.D).

Bagian dari Infinity Stone hadir kembali di film Iron Man 2, di mana Howard Stark menyembunyikannya di dalam diorama Stark Expo 1974.  Tony Stark mengalami penyerangan di Afghanistan sehingga menyebabkan dia harus menggunakan palladium untuk tetap hidup. Namun kelamaan palladium mengakibatkan gangguan kesehatan bagi Stark. Akhirnya Stark mengganti palladium tersebut dengan bagian dari Tesseract.

Berlanjut ke film Thor, terpaksa turun ke Bumi untuk mengambil kembali Tesseract. Dan di film Avengers: Infinity Wars, Tesseract jatuh ke tangan Thanos ketika dibawa oleh Loki.

Bagaimana kelanjutan Tesseract dan nasib umat manusia? Yuk nonton Avengers: End Game di bioskop terdekat!