Life is The Heart of A Rainbow

Desember tahun lalu, saya melewati sebuah penunjuk jalan di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di penunjuk jalan tersebut tertera AKR Tower – Museum MACAN. Di dalam hati, saya berkata, “oh di sini toh letaknya museum MACAN.”

Museum MACAN tetiba menjadi tren kekinian apalagi suguhan feed instagram yang memanjakan mata. Museum MACAN merupakan kepanjangan dari Museum of Modern And Contemporary Art in Nusantara. Dulu, pergi ke museum dianggap cupu tapi kini, semua orang harus paling tidak sekali menjejakkan kaki ke museum ini. Tiket masuk museum memang tidak murah namun museum MACAN memiliki daya tarik tersendiri dengan kurasi yang keren! Contohnya, karya YAYOI KUSAMA – LIFE IS THE HEART OF A RAINBOW yang berlangsung 12 Mei – 9 September 2018.

YAYOI KUSAMA

LIFE IS THE HEART OF A RAINBOW

Saya sudah lama sekali ingin berkunjung ke museum MACAN ditambah lagi ada pameran seni Yayoi Kusama yang dulu pernah dipamerkan di National Gallery, Singapura dan Queensland Art Gallery | Gallery of Modern Art (QAGOMA). Keren banget kan, Indonesia bisa jadi negara yang dipilih Yayoi Kusama untuk memamerkan hasil karyanya?!

Awalnya saya mau mengajak suami beserta putra sulung saya tapi mereka seperti tidak tertarik. Mau mengajak keponakan yang sedang berkunjung ke Jakarta dari Pontianak juga rupanya bukan opsi terbaik karena kuatir mereka tidak akan menikmatinya. Akhirnya, di suatu kesempatan saya nekat pergi bersama salah seorang teman yang kebetulan punya minat yang sama tentang seni kontemporer.

Tiket masuk tur harian dibanderol sebesar Rp100.000 per satu orang dewasa. Untuk anak seharga Rp80.000 per orang dan lanjut usia hanya perlu membayar Rp90.000 per orang.

Sebelum masuk, pengunjung dapat membaca terlebih dahulu panduan museum agar semuanya nyaman.

IMG_20180827_125549

Pengunjung dapat menemukan Great Gigantic Pumpkin kemudian Dots Obsession saat akan masuk menuju pameran seni hasil karya Kusama.

Great Gigantic Pumpkin

dibuat tahun 2013 dengan bahan fiberglass reinforce plastic, urethane paint, metal 245 x 260cm

Dots Obsession

dibuat tahun 2008 dengan bahan suspended vinyl ballons, large balloon dome with mirror room, and peep-in mirror dome.

Berjejer karya Kusama saat awal-awal membuat karya seni,

Early Works

Periode awal Kusama sebagai seniman pada tahun 1940-an sangat dipengaruhi oleh kondisi Jepang yang saat itu sedang berusaha pulih dari kekalahan dari Perang Dunia II

Infinity Nets

Motif ini terinspirasi oleh pengalaman Kusama saat mengamati gelombang Samudera Pasifik dari jendela pesawat dalam perjalanannya dari Jepang menuju Amerika Serikat pada 1957

Lepas dari area Early Works dan Infinity Nets, saya masuk ke area terbatas, tidak diperbolehkan membawa kamera dan hanya pengunjung yang berusia 18+ tahun yang boleh masuk. Karena penasaran, masuklah saya dan saya berada di dalam ruangan yang bertajuk Body and Performance dengan waktu yang cukup lama.

Di dalam ruangan ini, saya mencoba untuk mengenal siapa Yayoi Kusama sebenarnya karena saya belum melakukan riset apa pun berkaitan dengan kunjungan ke pameran Life is The Heart of A Rainbow ini. Lewat cuplikan film pendek dan foto Kusama bersama hasil karyanya memberikan kesimpulan bagi saya bahwa dia memiliki kekelaman di dalam hidupnya tapi entah apa itu. Saya hanya tahu bahwa Kusama memang bergumul dengan kesehatan mentalnya dan seni merupakan satu-satunya yang dapat membuat dia tetap bertahan hidup di saat keinginan untuk bunuh diri muncul.

Belakangan, saya baru tahu setelah men-googling, Yayoi Kusama lahir di Matsumoto, Nagano, Jepang pada 22 Maret 1929. Dia mulai menulis puisi saat berumur 18 tahun sebagai bentuk pelarian atas perlakuan ibunya yang sering menghukumnya secara fisik.

Seni menjadi pelarian Kusama atas kesehatan mental yang dihadapinya sejak berumur 10 tahun. Di usia anak-anak, Kusama sering mengalami halusinasi berupa kilatan cahaya, aura dan pemandangan bintik-bintik padat. Seringkali juga dia melihat bunga yang berbicara kepadanya atau pola-pola kain yang dilihatnya menjadi hidup, berlipat ganda, lalu mengurung dan menutupi dirinya. Halusinasi ini bahkan sempat membuat Kusama terluka.

Selanjutnya, saya menuju ruangan Experiments in Japan.

Dalam periode ini, Kusama kembali menekuni motif khasnya berupa polkadot, bunga dan labu

Saat kembali ke Jepang pada 1973, Kusama menemukan bahwa tanah airnya telah berubah drastis

#ShamelessSelfie

mandatory pic if you find large mirror 😀

Dari ruangan Experiments in Japan, saya menuju ruang Love Forever

Love Forever

Gambar monokrom yang dibuat Yayoi Kusama dari pena mulai tahun 2004 hingga 2007

Saya melewatkan Infinity Mirrored Room karena harus mengantre selama 45 menit untuk masuk kedalamnya. Saya menyerah karena kaki sudah mulai sakit memakai sepatu berhak dan hari pun sudah mulai sore. Saya beranjak menuju Level 6, tempat di mana The Obliteration Room berada.

Selama lebih dari 40 tahun, Kusama membuat lukisan, patung dan karya fotografi menggunakan polkadot untuk menutupi bermacam-macam permukaan dan mengisi ruangan.

Kusama menyebut proses ini “kemusnahan” yang berarti hancur dan hilangnya suatu benda tanpa bekas sama sekali. Kusama mengundang pengunjung untuk bergabung dan bersenang-senang, menutupi seluruh mebel dan dinding di The Obliteration Room dengan polkadot warna warni! Dan lihatlah betapa senangnya saya,

IMG20180712161139.jpg

IMG20180712161416_1

Sebaiknya kalian menempelkan seluruh sticker polkadot warna warni tersebut sampai habis karena kalau ada sisa akan diminta kembali oleh petugas museum MACAN. Hal ini dilakukan agar kebersihan museum MACAN tetap terjaga.

Setelah puas mengelilingi pameran YAYOI KUSAMA – LIFE IS THE HEART OF A RAINBOW, saya pun menikmati kopi suguhan One Fifteenth sambil memandangi jalanan Jakarta dari ketinggian.

IMG20180712163244(1)

What a day well spent!

Further information:

Museum MACAN
www.museummacan.org

Address: AKR Tower Level MM, Jl. Perjuangan No.5, RT.11/RW.10, Kb. Jeruk, 11530

Phone: +62 21 2212 1888

Opening hours: Tue-Sun 10AM-7PM

 

Apakah kalian sudah mengunjungi museum MACAN? Yuk berbagi pengalamanmu di kolom komentar!

related articles:

Advertisements

Strolling Around Porto #1

Setelah berkenalan dengan kolega dari Singapura dan Vietnam, saya bergegas bebersih karena kami akan berjalan sore sambil mencari makan malam.

Dan inilah pemandangan saat saya jalan-jalan sore di sekitar Porto.

Blue Sky in Porto

Ini penampakan pedestrian walking area di Porto jam 18:00

Strolling Around Porto #1

Sepertinya ini bagian dari jalanan di area City Hall

Senang sekali saya melihat pedestrian walking area di Porto, bersih! Walau terbuat dari conblock, enggak ada tuh warganya yang iseng nyongkel 😀

Dalam perjalanan dari apartemen Porto Nautico menuju Rua de Santa Catarina, saya menyempatkan mampir di toko suvenir untuk membeli oleh-oleh buat rekan kerja di kantor. Lagi-lagi, saya terlalu menikmati melihat-lihat sampai tidak sempat berfoto di toko tersebut.

Ternyata di Porto banyak bertebaran coffee shop! Tadinya saya pikir di Porto jarang kedai kopi karena minuman andalannya adalah sweet red wine yang biasanya dikenal dengan sebutan Vinho do Porto. Tapi sayangnya saya tidak punya kesempatan untuk mencicipi kopi Porto karena waktu yang terbatas.

Sanzala merupakan coffee shop tertua di Porto. Berdiri sejak 1963, Sanzala tetap eksis di tengah persaingan coffee shop yang lebih modern. Menarik ya?!

Sanzala in Porto

Coffee anyone?

Karena perut sudah berontak kelaparan maka kami mampir ke sebuah restoran yang terletak di Rua de Santa Catarina, di mana di sepanjang jalan terdapat toko branded fashion and apparel.

Untuk ukuran orang Portugal, makan malam kami termasuk yang jamnya terlalu cepat karena biasanya mereka makan malam pada jam 20:00.

Kami pun menjatuhkan pilihan di restoran Porto Duoro tanpa melihat rekomendasi dari google. Dan ternyata pilihan kami tidak salah karena di dalam ada pemandangan keluar yang memanjakan mata!

Porto Duoro, Rua de Santa Catarina, 155 Porto

Saking lapernya, saya sampai enggak sempat foto penampakan restaraunte Porto Duoro

Di Porto, semua makanan akan disajikan dengan asinan buah zaitun. Rasanya unik dan baru kali ini saya mencoba buah zaitun asli soalnya selama ini kan tahunya hanya minyaknya saja. Buahnya sendiri kebanyakan diasinkan mungkin karena kecut maka perlu rasa lain agar kecutnya tidak mendominasi.

Restaurante Porto Duoro, Rua de Santa Catarina, 155 Porto

Keju Porto

Selain wine, Porto terkenal dengan kejunya dan benar, setelah saya coba keju Porto memang nikmat, perlu diketahui, saya bukan pecinta keju!

Setelah perut hangat karena kenyang, saya dan teman-teman melanjutkan jalan-jalan kami dan mulai masuk ke toko-toko yang berjajar tersebut! Saya pun keluar dari toko dengan menenteng tas belanja 🙂 Habis gimana dong, harga kaos untuk anak dan dewasa mulai dari EUR3.50 untuk merek dengan huruf Z di depannya! Bisa dibilang, Porto adalah surganya bagi  yang suka belanja!

Rua de Santa Catarina

Muka happy belanja kaos murah 😀

Sebenarnya ada banyak yang mau saya beli tapi mengingat hanya membawa koper yang kecil maka niat tersebut saya urungkan, ditambah lagi toko-toko di Porto akan tutup mulai jam 20:00. Jadi memang sepertinya semesta tidak mendukung saya untuk berbelanja lebih banyak 😀

Kami pun beranjak pulang untuk beristirahat karena keesokan harinya kami harus menghadiri Finance Summit di Ilhavo.

Di sepanjang jalan, kami tidah habis-habisnya disuguhi pemandangan bangunan bersejarah dari Porto.

Trinity Church Porto

Igreja da Santissima Trindade Porto

Gereja ini biasa dikenal dengan sebutan Trinity Church, Porto. Bangunannya berdiri pada abad ke-19 dengan gaya Neoklasik. Yang menarik, gereja ini punya tegel di bagian luar dindingnya yang berusia berabad-abad!

WhatsApp Image 2018-08-21 at 08.52.02

#neiiPRTtrip

Muka senang walau masih jetlag

WhatsApp Image 2018-08-21 at 08.52.01(7)

WhatsApp Image 2018-08-21 at 08.52.01(8)

Walau dengan penerangan seadanya, saya tetap bisa memotret jalanan Porto yang bersih!

Tungguin cerita saya selanjutnya ya!

related articles:

Porto Nautico Apartment

Tetap dengan mode was-was serta waspada, saya memperhatikan jalanan mulai dari bandara OPO sampai pusat kota Porto yang jarang sekali terlihat kendaraan dengan jumlah banyak. Sungguh pemandangan yang berbeda dengan Jakarta, selalu ramai dan macet. Ternyata, perjalanan dari bandara menuju apartemen bernama Porto Nautico yang beralamat di Rua do Almada 472, União de Freguesias do Centro, Porto hanya saya tempuh 15 menit saja!

baca juga: Nadeem and Sweet Spot

Porto Nautico kalau dilihat dari depan sih enggak terlalu istimewa. Bahkan kalau kolega saya tidak memanggil dari jendela kamar, mungkin saya akan kelewatan. Model pintu lobby apartemen di Portugal itu kecil, tidak seperti di Jakarta yang besar dan terdiri dari banyak tower. Unit pun terbatas, dalam satu apartemen hanya ada 8 unit.

Pepatah “don’t judge book by its cover” nampaknya benar! Coba deh kalian lihat apartemen Porto Nautico setelah berada di dalamnya!

LANTAI DASAR

Porto Nautico menawarkan area untuk ngobrol dengan sesama traveler dengan menyediakan living room yang nyaman.

IMG20180516095122

IMG20180516100216

di luar living room, bisa ditemukan deretan sepeda yang bisa dipakai untuk berkeliling Porto dan juga smoking area agar tidak mengganggu traveler lain yang sensitif terhadap asap rokok.

This area also connecting traveler with the awesome spot they have, an outdoor swimming pool!

LANTAI ATAS

IMG20180516095821(1)

Sayang banget saya saat itu enggak bawa swimsuit!

Tersedia juga ruang bilas setelah berenang,

IMG20180516095909

Bersih dan nyaman!

dan dari atas sini, traveler bisa melihat beberapa bangunan yang menjadi ciri khas kota Porto!

IMG20180516095348

Bisa menentukan mana gereja Fatimah mana yang bukan?

IMG20180516095525

Shameless Selfie at the top of Porto Nautico apartment 😀

IMG20180516095928

IMG20180516100147

Pengen banget bawa pulang tegel-nya!

Kece ya apartemen ini, setiap sudutnya diperhatikan dengan detil! Kira-kira seperti ini unit apartemen yang saya tempati bersama kedua kolega saya yang berasal dari Singapura dan Vietnam,

UNIT KAMAR

IMG20180516084452

Apartemen ini terdiri atas 1 ranjang double, 2 sofa, 1 meja dan kursi untuk bekerja, tersedia pantry dan kamar mandi yang bersih. Sayangnya, karena terburu-buru, saya tidak sempat memotret penampakan kamar mandi seperti apa. Tapi buat saya yang sangat rewel untuk urusan kamar mandi, Porto Nautico memberikan kamar mandi yang bersih dan tertata rapi!

IMG20180516075237

My morning view at Porto Nautico Apartment

Semoga suatu hari nanti saya bisa kembali ke Porto Nautico Apartment bersama keluarga!

Obrigado Porto Nautico!

related articles:

Memotret dengan Smartphone

Memotret dengan smartphone sudah menjadi kegiatan saya sehari-hari. Awalnya hanya untuk swafoto tapi koq lama-lama rasanya kepengen juga memaksimalkan hasil jepretan dengan smartphone  yang dimiliki. Itulah yang membuat saya berminat untuk mengikuti Camera Mastering Class bersama Samsung Indonesia dan komunitas ifotografi Indosat Ooredoo.

Komunitas ifotografi Indosat Ooredoo berdiri 10 tahun lalu dan kini memiliki anggota sebanyak 190 orang. Awal mulanya, komunitas ini merupakan kumpulan karyawan Indosat yang memiliki hobi fotografi. Komunitas ini semakin berkembang dengan adanya departemen-departemen dengan genre fotografi yang beraneka ragam misalnya food photography, cityscape, model dan lainnya. Sebagian besar kegiatan komunitas ifotografi Indosat Ooredoo adalah hunting foto dan mulai Agustus 2018 akan aktif mengajar fotografi ke daerah pelosok Indonesia. Tidak hanya sebagai “ekstrakurikuler” Indosat, komunitas ini juga terlibat dalam kegiatan marketing Indosat.

#AyoKeGeraiIndosatOoredoo

Ibu Hesti dari Digital Management Indosat Ooredoo

#SamsungS9

Ibu Fully menjelaskan asal mula komunitas ifotografi Indosat Ooredoo

Biasanya nih yang paling sering saya potret adalah makanan tapi hanya sebagai food documentation, belum sampai ilmu food photography. Menang bedanya apa sih? Food photography merupakan teknik memotret makanan agar terlihat menarik dan yang melihat foto tersebut bisa tergoda serta ingin merasakan makanan tersebut.

Selain makanan, saya juga senang memotret anak sendiri tapi seringkali gagal karena mereka tidak berhenti bergerak 😀

#SamsungS9+

Ibu Wenny dari Food Photography Dept ifotografi Indosat Ooredoo

IMG20180727192841.jpg

Bapak Aris dari Model Photography Dept ifotografi Indosat Ooredoo

Nah ini tips memotret dengan smartphone:

  1. Pilih smartphone terbaik. Biasanya yang memiliki fungsi auto sehingga tidak perlu setting yang cukup menghabiskan waktu… yang ada kalau kelamaan setting, momennya terlewatkan.
  2. Abaikan zoom. Zoom di smartphone menggunakan digital dan bukan optikal sehingga bila memotret dengan zoom, hasil kurang maksimal.
  3. Stabil. Posisi smartphone tidak boleh goyang karena dapat menghasilkan foto yang tidak jelas.
  4. Bersih. Pastikan lensa kamera smartphone dalam keadaan bersih dari sidik jari, minyak serta debu.
  5. Melihat. Sering-seringlah melihat foto yang bagus sehingga memori kita terbiasa. Hal ini bisa menjadi referensi bagi kita untuk menghasilkan foto yang baik.
  6. Maksimal. Eksplorasi secara maksimal fungsi kamera smartphone seperti mode manual.
  7. Konsep. Sebelum memproduksi foto, tentukan konsep apa yang mau ditampilkan. Misalkan ingin menampilkan makanan tradisional gado-gado dengan sambal kacang dan kerupuk yang disajikan di atas daun pisang.
  8. Latar belakang. Pilih background serta properti pendukung yang stand out. Bahkan bila diperlukan, pilih yang warnanya kontras dengan obyek foto. Warna juga bersifat komplementari dan bisa kita temukan berpasangan seperti merah-hijau, ungu-kuning dan lainnya.
  9. Pencahayaan. Untuk memotret makanan, kebanyakan di restoran terdapat artificial light. Akan lebih baik bila menggunakan cahaya alami seperti cahaya matahari. Kalau memungkinkan, pilih posisi yang dekat dengan jendela agar mendapatkan pencahayaan terbaik. Kita perlu juga memahami sifat cahaya yang terbagi 2 yaitu soft dan hard. Cahaya yang sifatnya soft memiliki intensitas rendah. Biasanya bisa ditemukan di dalam ruangan biasanya indirect atau bila di luar ruangan saat cuasa mendung. Cahaya yang sifatnya hard memiliki intensitas tinggi dan biasanya ditemukan di luar ruangan saat langit cerah.
  10. Komposisi. Biasanya yang paling banyak digunakan adalah komposisi yang dinamakan rule of thirds. Caranya, tempatkan elemen penting foto di antara 3 garis horisontal dan vertikal. Selain rule of thirds, ada komposisi lainnya seperti :  golden ratio, create of dead, leading lights, contrast, framing, diagonal. Duh, beneran deh kalau begini banyaknya harus ngulik satu persatu dan akan saya coba kapan-kapan aja 🙂
  11. Sudut pandang. Untuk mendapatkan hasil foto yang terbaik, coba deh memotret dari tempat yang tidak biasa. Kalau biasanya kita memotret dengan eye level angle, coba bereksperimen dengan flatlay atau kemiringan sudut 45 derajat.
  12. Penyuntingan. Hal terakhir yang juga penting adalah editing tapi jangan berlebihan ya karena foto nantinya kelihatan tidak natural.
#withgalaxy

#3rd winner of Food Photo Competition

Untuk menghasilkan foto yang bagus tentu dong harus didukung dengan gawai dengan teknologi terdepan. Samsung menawarkan Samsung Galaxy S9 dan S9+ yang dibanderol seharga lebih kurang Rp12juta.

Coba deh kita cek dulu, saat pertama kali kita membeli ponsel adalah untuk telekomunikasi. Tapi sekarang, kita membeli ponsel untuk dokumentasi. Dulu, saat ingin membeli ponsel yang dicek pertama kali adalah harganya, cocok enggak harganya dengan kantong. Kini, yang dicek pertama kali adalah fitur kameranya!

IMG20180727173406

Bapak Iyung memperkenalkan fitur unggulan Samsung Galaxy S9 dan S9+

Oleh sebab itu Samsung menawarkan Samsung Galaxy S9 dan S9+ dengan fitur unggulan diantaranya :

  • Kamera. Samsung Galaxy S9 dan S9+ memiliki dual camera dengan sensor dual pixels yang sebelumnya diterapkan di kamera DSLR. Dual camera tersebut juga dilengkapi dengan dual aperture 1.5 dan 2.4. Untuk foto dalam kondisi minim cahaya, F1.5 berfungsi menangkap cahaya lebih baik. Dalam keadaan over cahaya, dapat menggunakan F2.4 sehingga gambar lebih detil. Pengaturan aperture bisa dilakukan secara manual dan otomatis.
  • Video. Bagi kalian yang suka sekali membuat video, Samsung Galaxy S9 dan S9+ memiliki fitur slow motion dengan 960 frame per second. Kita juga bisa memilih single take atau double take. Setelah video slow motion selesai, kita bisa menjadikan video tersebut sebagai wallpaper dengan format GIF.
  • Mode food. Bagi pegiat food photography tentunya mode ini akan membantu pengambilan foto makanan lebih maksimal. Kakau menurut saya, seperti kamera 360 untuk makanan 🙂
  • Emoji dengan wajah sendiri.
#ifotografiS9

Bapak Iyung mengajak peserta mencoba fitur emoji

#ifotografiS9+

Emojinya sudah jadi!

Jadi, ngiler sama Samsung Galaxy S9 dan S9+? Sama, saya juga! 🙂

related articlesPhotography using your smartphone or  Photography Workshop with Arbain Rambey

 

Pink Talk with SORELLA

Minggu lalu, aku dilanda kesedihan karena baru kehilangan sahabat SMA. Dia sempat menjadi penyintas kanker payudara tapi belakangan ditemukan kembali kanker di organ hatinya.

Hal tersebut membuatku menjadi perlu tahu mengenai kanker khususnya kanker payudara melalui SORELLA Pink Talk: Breast Cancer Awareness beberapa waktu lalu dengan narasumber dr. Ratna dari RSIA Budhijaya.

IMG20180526160400

Sebagai perempuan, kita harus bersyukur karena dianugerahi organ tubuh yang indah seperti payudara dan unik seperti rahim. Tidak hanya indah dan unik, payudara dan rahim harus dijaga dengan baik.

Kita tahu kan kalau tubuh manusia terdiri dari sel-sel? Nah kanker merupakan jaringan sel yang bertumbuh tidak dengan seharusnya. Kanker payudara merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh perempuan di dunia. Setiap detiknya, di dunia ditemukan kasus baru kanker payudara sehingga penyakit ini juga merupakan pembunuh utama perempuan.

Bahkan, di Asia trennya semakin banyak yang terkena kanker payudara di bawah usia 40 tahun  dan biasanya sudah terdiagnosa setelah stadium lanjut. Perempuan yang memiliki faktor risiko terkena kanker payudara adalah mereka yang:

  • Kelebihan berat badan
  • Mengkonsumsi alkohol dan merokok
  • Mendapatkan menstruasi di bawah umur 12 tahun
  • Belum pernah melahirkan atau melahirkan di atas umur 35 tahun
  • Menggunakan kontrasepsi oral
  • Melakukan terapi hormon terkait fertilitas
  • Tidak menyusui
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kanker

Sebagian besar perempuan tidak aware dengan kanker payudara karena beberapa hal berikut:

  • Organ payudara yang tertutup
  • Mahalnya biaya pemeriksaan klinis
  • Kurangnya pengetahuan mengenai kanker payudara
  • Takut terdiagnosa kanker payudara

Walau mahalnya biaya pemeriksaan klinis, perempuan bisa lho melakukan deteksi dini kanker payudara dengan cara Periksa Payudara Sendiri (SADARI).  SADARI menjadi penting karena apabila kanker payudara ditemukan pada stadium awal memiliki survival rate yang tinggi.

Breast self exam, breast cancer monthly examination infographic

Kalau menemukan benjolan, jangan panik tapi langsung konsultasi ke dokter. 9 dari 10 benjolan di payudara biasanya bukan kanker. Untuk pemeriksaan akurat perlu dilakukan rontgent, laboratorium hingga biopsi oleh dokter.

Kanker payudara memiliki ciri khas selain benjolan keras pada salah satu payudara yaitu,

  • Permukaan payudara tidak rata
  • Benjolan tidak mudah digerakkan
  • Kemerahan pada kulit payudara
  • Kulit payudara seperti kulit jeruk
  • Luka tak kunjung sembuh di area payudara

Agar terhindar dari kanker payudara, dr Ratna menyarankan agar perempuan mengurangi konsumsi lemak, tetap bergerak aktif dan melakukan pemeriksaan dini seperti SADARI, dan pemeriksaan klinis ke dokter.

Di acara SORELLA Pink Talk: Breast Cancer Awareness, hadir pula Ibu Mitha Purba, penyintas kanker sekaligus Head of Support & Counselling Unit and Breast Cancer Survivor dari Love Pink Indonesia.

IMG20180526170551

Ibu Mitha bercerita bahwa pada tahun 2000 di umurnya yang ke-34 tahun, dia menderita kanker tiroid  stadium lanjut. Dokter memvonis kesempatan hidupnya hanya tinggal 6 bulan saja. Tentu saja hancur hati Ibu Mitha mendengar berita tersebut dan langsung teringat kedua anaknya yang masih kecil. Dia sempat tawar menawar dengan Tuhan, kalau boleh diberi kesempatan hidup sampai anaknya masuk SD karena menurutnya, apabila anak-anak sudah masuk SD, mereka sudah bisa mengurus diri mereka sendiri.

Anak-anak merupakan motivasi Ibu Mitha untuk melawan kanker tiroid yang dideritanya dan setelah berjuang selama 5 tahun, dia dinyatakan sembuh dari kanker tiroid.

Walau sudah berhasil melawan kanker tiroid, Ibu Mitha tidak meninggalkan gaya hidupnya sebagai perokok berat. Akibat kelalaiannya, pada tahun 2014, ditemukan 5 benjolan di dadanya dan divonis menderita kanker payudara stadium 3B. Ibu Mitha berpesan kepada perempuan yang hadir agar jangan lalai memeriksakan payudara karena kebanyakan hanya peduli memeriksakan kandungan melalui papsmear.

Hanya dibutuhkan waktu selama 4 hari bagi Ibu Mitha untuk memutuskan memerangi kanker payudara yang dideritanya. Pengobatan yang dilakukan bermula dari kemoterapi sebanyak 8 kali. Dilanjutkan dengan operasi pengangkatan payudara yang menyebabkan dia menjadi WTS (Wanita Tanpa Susu) dan diakhiri dengan rencana radiasi sebanyak 30 kali. Akan tetapi pada radiasi yang ke-25, sel kanker sudah tidak ada lagi dan prognosisnya bagus maka Ibu Mitha bisa beraktivitas seperti sediakala.

Sebagai wujud terimakasihnya kepada hidup, Ibu Mitha mendedikasikan dirinya di komunitas Love Pink Indonesia yang membantu mensosialisasikan deteksi dini kanker payudara dengan SADARI. Selain SADARI, perempuan Indonesia dengan rentang umur 25 tahun-35 tahun dapat mendeteksi kanker payudara dengan USG Mammae, di atas 40 tahun dengan mammografi.

Walau Ibu Mitha sudah menjadi WTS, dia masih memerlukan bra dari SORELLA. Kenapa? Anatomi payudara yang mengandung lemak, kelenjar, jaringan ikat dan cairan berfungsi untuk melawan gaya berat dari jaringan dan kulit yang menutupnya. Saat dilakukan mastektomi semuanya hilang sehingga kebanyakan perempuan akan membungkuk dan lama kelamaan postur tubuh seperti ini bila dibiarkan akan menimbulkan gangguan tulang belakang. Maka walaupun telah dilakukan mastektomi, perempuan tetap butuh memakai bra. Dan perlu diketahui juga bahwa memakai bra tidak terbukti meningkatkan risiko kanker payudara.

Nah, bra seperti apa yang dapat membantu penyintas kanker payudara?

Sorella, produk pakaian dalam yang berasal dari Taiwan hadir di Indonesia sejak 33 tahun lalu dan sudah menjadi top brand selama 7 tahun berturut-turut. Sorella memiliki varian bra yang disebut mastektomi dan menjual mastektomi pad. Bra mastektomi dari Sorella memiliki fitur padding yang dapat dilepaskan.

Produk ini dapat ditemukan di offline (department store) maupun online store (store).

Semoga dengan artikel ini perempuan Indonesia semakin menyadari pentingnya untuk pemeriksaan dini kanker payudara baik melalui SADARI atau mengunjungi dokter.

Nadeem and Sweet Spot

Setelah drama yang cukup melelahkan, akhirnya saya naik kedalam pesawat menuju Frankfurt (FRA). Seperti biasa, di dalam pesawat saya diberikan makanan dan minuman. Akhirnya, saya bisa makan juga setelah menahan lapar karena ketinggalan pesawat dari Munich (MUC) menuju Porto (OPO). Walau perut sudah kenyang, saya masih memikirkan koper yang terpisah. Duh, mudah-mudahan saja tidak hilang!

Perjalanan MUC-FRA hanya memakan waktu kurang lebih satu jam saja dan saya pun mengambil ponsel kemudian memotret kota FRA dari ketinggian.

IMG20180515123939IMG20180515124003IMG20180515124427IMG20180515124855

Pesawat mendarat dengan sempurna dan saya pun bergegas mengejar pesawat selanjutnya. Belajar dari pengalaman boarding gate yang berubah tiba-tiba menjelang keberangkatan, saya tidak melepas pandangan dari layar monitor! Karena pesawat dari MUC delay maka saat mendarat di FRA, saya pun berlari menuju boarding gate sesuai yang disebutkan di layar monitor!

Singkat cerita, akhirnya saya masuk kedalam pesawat dari FRA menuju OPO! Saya duduk bersebelahan dengan seorang pria paruh baya, namanya Nadeem. Kami pun akhirnya ngobrol sepanjang perjalanan. Yuk, saya kenalin dengan Nadeem 🙂

Nadeem merupakan pria kelahiran Mesir yang kini berkebangsaan Amerika dan tinggal di Seattle. Dia memiliki dua anak laki-laki yang sudah dewasa dan salah satu anaknya sedang berada di Denmark. Nadeem memiliki kapal kecil yang dinamakan Sweet Spot dan dia pernah keliling beberapa negara di Eropa dengan mengendarai Sweet Spot! Kali ini perjalanannya ke OPO adalah untuk mereparasi Sweet Spot. Semoga Sweet Spot lekas pulih ya, Nadeem!

Enggak terasa, pesawat pun akhirnya mendarat di OPO. Sambil mengucapkan salam perpisahan dengan Nadeem, saya bergegas menuju bagian Lost and Found bandara OPO. Anehnya, saya tidak menemukan koper saya! Jantung saya berdetak lebih kencang lagi namun saya mencoba tetap tenang. Saya berjalan menuju conveyor belt sambil menunggu dan itu dia koper saya! Bersyukur akhirnya saya bisa ganti baju selama Summit nanti 🙂

Urusan koper selesai, saya berusaha mencari informasi di mana saya bisa mengantre taksi. Tapi karena petugas informasi bandara kurang fasih menjelaskan dalam bahasa asing, saya cukup kebingungan mencari antrean taksi. Saya sempat melihat Nadeem dan tadinya berpikir mau minta tolong untuk dipanggilkan taksi tapi niat itu saya urungkan.

Saya pun mencoba mengelilingi bandara dan mempelajari jalur keluar masuknya. Setelah sekian lama, barulah saya beranjak menuju pintu keluar dan menemukan antrean taksi yang ramai menurunkan maupun mennaikkan penumpang. Saya baru tahu kalau di OPO, taksi itu tidak memiliki warna ataupun armada yang sama persis. Kalau di Jakarta atau New York, kita bisa dengan mudah mengenali taksi cukup dari melihat warnanya saja, tapi di OPO berbeda.

Awalnya saya ragu menaiki taksi tapi akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya kepada taksi tepat di depan saya. Syukurlah ternyata supir taksinya bisa berbahasa Inggris dengan baik! Saya pun diantar menuju apartemen tempat saya akan menginap dengan selamat! Oh ya, taksi di OPO hanya menggunakan kuitansi dengan tulisan tangan. Dengan jarak 16 km dari bandara OPO menuju Rua do Almada, tarif taksi yang saya bayarkan sebesar EUR25.35 atau setara dengan IDR425.120! Lumayan mahal 🙂

Kalau kalian, pernah kenalan dengan sesama penumpang di pesawat atau memilih untuk tidur selama perjalanan?

related articles:

Natur Green Action

Kalian masih ingat kan ya ulasan saya tentang cara saya merawat kekuatan dan kesehatan rambut dengan NATUR Hair Care?

Minggu lalu, NATUR kembali mengadakan acara berupa olahraga zumba bersama dan bertemu dengan bintang tamu seperti Luna Maya (selebriti) dan Tasya Farasya (beauty influencer) di Hari Bebas Kendaraan, Minggu, 8 Juli 2018 yang bertempat di sekitar jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat.

Setelah peserta melakukan registrasi ulang untuk mendapatkan kupon doorprize dan sarapan. Tersedia juga photo booth yang apabila kita membagikan inforasi mengenai acara yang sedang berlangsung, kita akan mendapatkan satu sachet shampoo NATUR.

IMG20180708072249

Tommy Dewantara selaku instruktur zumba mengajak peserta yang kebanyakan perempuan untuk bergerak bersama.

IMG20180708065320

IMG20180708065232

Setelah badan terasa segar dengan ber-zumba, duo MC Molan dan Surya mengajak Tasya Farasya untuk berbagi pengalamannya menggunakan NATUR Hair Care. Walau rambutnya hitam dan keriting, tidak ada niatan Tasya untuk mengubah penampilannya. Baginya, segala sesuatu yang NATURal merupakan pilihan terbaik, sama seperti NATUR Hair Care yang Tasya pilih untuk merawat mahkotanya.

IMG20180708073646

Sambil menunggu bintang tamu selanjutnya, yaitu Luna Maya, diadakan doorprize dengan hadiah utama water filter dari Kangaroo Healthy Home Appliances Indonesia. Awalnya, Kangaroo memasuki pasar di Vietnam dengan dua produk unggulan yaitu water filter dan water heater. Kini, Kangaroo hadir di Indonesia dengan beragam produk seperti blender, kipas angin, steam cooker dan lainnya.

IMG20180708080439

Selain itu, peserta juga dapat menukarkan botol plastik bekas sebagai aksi mendukung pelestarian lingkungan bersama NATUR serta mendapatkan sampel produk.

IMG20180708075859

Akhirnya, yang ditunggu tiba juga…. Luna Maya berbagi pengalaman menggunakan NATUR Hair Care. Ternyata model yang berbakat di dunia akting ini sudah lama menggunakan NATUR Hair Care untuk merawat rambutnya.

IMG20180708081118

Saat ini, Luna Maya sedang syuting sebuah film yang mengharuskannya memakai wig sepanjang hari yang menyebabkan rambutnya rontok. Untungnya ada NATUR Hair Care yang membantu merawat rambut panjangnya untuk tetap kuat!

Terima kasih untuk NATUR Hair Care, komunitas sahabat blogger, dan Kangaroo Indonesia atas undangannya!