Natur Green Action

Kalian masih ingat kan ya ulasan saya tentang cara saya merawat kekuatan dan kesehatan rambut dengan NATUR Hair Care?

Minggu lalu, NATUR kembali mengadakan acara berupa olahraga zumba bersama dan bertemu dengan bintang tamu seperti Luna Maya (selebriti) dan Tasya Farasya (beauty influencer) di Hari Bebas Kendaraan, Minggu, 8 Juli 2018 yang bertempat di sekitar jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat.

Setelah peserta melakukan registrasi ulang untuk mendapatkan kupon doorprize dan sarapan. Tersedia juga photo booth yang apabila kita membagikan inforasi mengenai acara yang sedang berlangsung, kita akan mendapatkan satu sachet shampoo NATUR.

IMG20180708072249

Tommy Dewantara selaku instruktur zumba mengajak peserta yang kebanyakan perempuan untuk bergerak bersama.

IMG20180708065320

IMG20180708065232

Setelah badan terasa segar dengan ber-zumba, duo MC Molan dan Surya mengajak Tasya Farasya untuk berbagi pengalamannya menggunakan NATUR Hair Care. Walau rambutnya hitam dan keriting, tidak ada niatan Tasya untuk mengubah penampilannya. Baginya, segala sesuatu yang NATURal merupakan pilihan terbaik, sama seperti NATUR Hair Care yang Tasya pilih untuk merawat mahkotanya.

IMG20180708073646

Sambil menunggu bintang tamu selanjutnya, yaitu Luna Maya, diadakan doorprize dengan hadiah utama water filter dari Kangaroo Healthy Home Appliances Indonesia. Awalnya, Kangaroo memasuki pasar di Vietnam dengan dua produk unggulan yaitu water filter dan water heater. Kini, Kangaroo hadir di Indonesia dengan beragam produk seperti blender, kipas angin, steam cooker dan lainnya.

IMG20180708080439

Selain itu, peserta juga dapat menukarkan botol plastik bekas sebagai aksi mendukung pelestarian lingkungan bersama NATUR serta mendapatkan sampel produk.

IMG20180708075859

Akhirnya, yang ditunggu tiba juga…. Luna Maya berbagi pengalaman menggunakan NATUR Hair Care. Ternyata model yang berbakat di dunia akting ini sudah lama menggunakan NATUR Hair Care untuk merawat rambutnya.

IMG20180708081118

Saat ini, Luna Maya sedang syuting sebuah film yang mengharuskannya memakai wig sepanjang hari yang menyebabkan rambutnya rontok. Untungnya ada NATUR Hair Care yang membantu merawat rambut panjangnya untuk tetap kuat!

Terima kasih untuk NATUR Hair Care, komunitas sahabat blogger, dan Kangaroo Indonesia atas undangannya!

Advertisements

Still Water VS Water

Hello all, I am back for more stories about my trip my adventure to Portugal!

baca cerita sebelumnya di:  Flight Across Continent part 2

Yuk kita lanjutin apa yang terjadi setelah saya akhirnya tiba di depan boarding gate G24 yang kosong!

Melihat boarding gate yang kosong, saya langsung menuju ke service counter maskapai penerbangan yang saya gunakan. Sampai di service counter, saya mendapatkan informasi bahwa pesawat sudah take off!

Dooorr!

Akhirnya saya diarahkan petugas maskapai penerbangan menuju ke ticket counter untuk informasi selanjutnya. Di daerah ticket counter sudah banyak penumpang yang mengantre, sebagian membeli tiket pesawat on the spot, sebagian lagi yang baru saja mengalami kejadian serupa dengan saya.

Yang saya rasakan saat ketinggalan pesawat adalah panik! Panik tentang koper yang terpisah dan panik akan perjalanan selanjutnya. Enggak lucu kan kalau koper saya hilang entah kemana dan saya hanya memakai baju satu-satunya di Global Finance Summit!

Padahal apabila penerbangan saya on schedule, saya bisa bertemu dengan kolega di bandara Porto, Portugal (OPO) dan bersama dengannya menuju apartemen tempat kami akan menginap. Saya juga punya kekhawatiran tentang tiket pesawat yang hangus dan bagaimana cara menuju apartemen dari bandara.

Setelah menunggu sesaat, tibalah saya di depan petugas ticketing. Saya berusaha tenang dan menyampaikan kalau saya tidak mendapatkan informasi mengenai berpindahnya boarding gate sehingga ketinggalan pesawat. Kemudian petugas ticketing memproses keluhan saya dan saya mendapatkan penerbangan selanjutnya tapi harus transit ke Frankfurt (FRA) terlebih dahulu sebelum mendarat di OPO karena itu satu-satunya penerbangan yang tersedia untuk hari itu. Saya diminta untuk memperhatikan layar monitor setibanya saya di FRA dan tiket pesawat rute terbaru diberikan secara cuma-cuma, Puji Tuhan!

Saya perlu menunggu sekitar kurang lebih 2 jam untuk boarding pada jam 10:35 dari MUC menuju FRA.Sedikit waktu yang tersisa saya gunakan untuk memotret isi bandara MUC yang menyediakan working station bersebelahan dengan playground untuk anak.

IMG20180515061453(1)IMG20180515063921(1)

Karena takut tertinggal pesawat lagi, saya memutuskan untuk menunggu dekat monitor dan melupakan sarapan pagi, sudah tidak selera. Akhirnya saya hanya membeli air minum kemasan botol, namun karena bingung dengan istilah yang tertera di kemasan, saya pun dengan mantap mengambil botol dengan keterangan “WATER”.

Kebiasaan meminum air bening dalam jumlah yang cukup membantu saya untuk tetap terhidrasi apalagi saya  punya kecenderungan memiliki kulit yang kering. Pernah lho seharian di ruangan ber-AC dan kurang minum air bening membuat saya memiliki medan listrik dan bisa “menyetrum” orang yang berdekatan dengan saya.

baca juga:  Minum Air Putih Saja Tidak Cukup!

Rasa haus yang sudah tidak tertahankan akhirnya akan terpuaskan dengan air yang baru saja saya beli. Saya pun buru-buru membuka tutup botol dan meminum air tersebut. Dan, setelah saya meminum air tersebut ada rasa soda di lidah…. wah, ternyata saya salah membeli air minum! For Your Information, di Eropa, air minum itu terdiri atas 2 varian, dengan sebutan STILL WATER dan WATER.

Bedanya, STILL WATER merupakan air bening tanpa rasa yang biasa kita minum sehari-hari. Sedangkan WATER merupakan air berkarbonasi yang biasa juga dikenal dengan sebutan sparkling water. Jadi, kalau di restoran, harus lengkap menyebut STILL WATER apabila ingin air bening saja… kalau hanya menyebut WATER, kita akan diberikan sparkling water. Mau enggak mau deh saya harus menghabiskan sprakling water tersebut, mudah-mudahan saja tidak sakit perut karena saya belum makan siang sama sekali sejak pesawat mendarat di MUC.

Sambil menunggu, saya kembali mengecek email dan ternyata saya mendapatkan email dari maskapai penerbangan bahwa boarding gate penerbangan MUC ke Porto, Portugal (OPO) berubah dikirim tepat jam 08:15. Mungkin ini juga yang membuat saya tidak membayar tiket untuk penerbangan MUC-FRA. Selain itu, penerbangan dari MUC-FRA delay padahal sampai jam 12:00 padahal saya sudah harus boarding lagi dari FRA-OPO pada jam 13:15!

Kepanikan saya ternyata belum usai karena penerbangan MUC-FRA yang delay dan apakah yang terjadi selanjutnya dengan saya? Stay tune for more stories about my trip my adventure to Portugal!

Kalau kalian, pernah mengalami ketinggalan pesawat atau enggak pernah? Kalau pernah, bagaimana kalian mengatasinya? Let’s share!

33 Degree Sky Bridge

Sebagai pekerja kantoran yang terkadang harus keluar untuk meeting dengan kolega, biasanya kita memilih restoran atau coffee shop. Kalau meeting pas jam makan siang, pilihan saya langsung jatuh ke restoran yang menyediakan lunch meeting. Tapi kalau harus meeting di jam tanggung (biasanya setelah jam makan siang atau bahkan setelah jam pulang kantor), saya sebenarnya kurang merasa sreg untuk bertemu di coffee shop.

Kenapa? Karena terkadang business meeting membicarakan hal-hal yang cukup private & confidential. Jadi, kalau bukan di coffee shop, pilihannya di mana lagi dong untuk meeting?

Kebetulan banget nih, minggu lalu saya diundang oleh 33 Degree Sky Bridge dan blogger crony untuk menghadiri jamuan di sebuah hotel di bilangan Jakarta Utara. Yuk kenalan dengan 33 Degree Sky Bridge!

IMG_20180709_133146

33 Degree Sky Bridge merupakan rooftop lounge and bar yang terletak di lantai ke-33 Aston Marina Hotel, Ancol, Jakarta dengan kapasitas 250 orang. Lounge & bar ini menawarkan view yang menarik jika dibandingkan dengan rooftop lounge and bar lainnya, karena di sini pengunjung bisa menikmati dua pemandangan sekaligus, yaitu city view Jakarta Utara dan ocean view dari Teluk Jakarta.

IMG20180704160648

City View of North Jakarta

IMG20180704160456Ocean View of Jakarta Bay

Selain pemandangannya yang memanjakan mata,  area indoor 33 Degree Sky Bridge didesain dengan konsep interior bohemian style. Sedangkan di area outdoor, terdapat kursi berwarna putih yang terbuat dari rotan. Kesan dekorasi ini mengingatkan saya akan beach club yang dapat ditemui di daerah Seminyak, Bali. Pengunjung pun dapat memilih untuk ditempatkan di lounge dengan city view atau ocean view.

IMG20180704172425

IMG20180704160636

33 Degree Sky Bridge menyediakan high tea+ (high tea plus) bagi pengunjung yang dapat dinikmati mulai dari harga Rp110.000 net per orang (promo berlaku 4 Juli – 4 Agustus 2018) .

Kalian sudah familiar belum sih dengan yang dinamakan high tea? Kebiasaan meminum teh sudah dikenal bangsawan Inggris sejak tahun 1800-an yang biasa dikenal dengan sebutan afternoon tea, disajikan di antara jam 3 sore sampai jam 4 sore. Untuk menemani minum teh, dibuatlah kudapan seperti finger sandwich serta kue tart dengan ukuran kecil sehingga tidak mengenyangkan.

Nah, kalau high tea, biasanya kalangan yang meminumnya adalah para pekerja buruh pabrik. Pada masa revolusi industri di Inggris abad ke-18, banyak bermunculan pabrik. Para buruh biasanya pulang dari pabrik di antara jam 4 sore dan jam 5 sore dalam kondisi lapar. Karena budaya minum teh di Inggris yang sangat kuat, maka para buruh juga minum teh sambil makan dengan menu makanan yang mengenyangkan. Maka lahirnya istilah high tea karena memakan makanan “berat” seperti makan malam di high table (meja makan).

Setiap harinya, menu di 33 Degree Sky Bridge selalu berganti namun tetap mengutamakan menu makanan Indonesia. Ini juga yang membedakan 33 Degree Sky Bridge dari restoran high tea lainnya, menu yang disajikan terdiri atas tapas (makanan yang disajikan dalam porsi kecil) dan makanan Indonesia. Minuman yang disajikan berupa teh, kopi, jus dan ice lemon tea.

Penasaran menu high tea+ apa saja yang disajikan oleh 33 Degree Sky Bridge?

33

IMG20180704155746

IMG20180704162417

Sore itu, tapas high tea+ yang disajikan oleh 33 Degree Sky Bridge terdiri dari aneka jenis pastry, samosa, pastel, sandwich sampai aneka jenis salad mulai dari buah yang ditusuk seperti sate hingga salad pasta, pisang goreng, dan bakwan. Menu makanan Indonesia disajikan berupa nasi hijau dengan lauk orek tempe, oseng sayur, ayam goreng, irisan telur dadar dan sambal kacang. Perpaduan nasi hijau dengan lauk serta sambal kacang cocok banget di lidah saya, jadi pengen nambah terus *oops

Bagi pengunjung yang merupakan tamu menginap di Aston Marina Hotel, dapat menikmati suguhan high tea+ yang sudah siap sejak jam 16.30 dengan memanfaatkan voucher potongan harga sebesar Rp50.000. Menarik banget kan penawarannya?! Saya pun jadi tergoda untuk staycation bersama keluarga sambil menikmati high tea+ dari ketinggian.

IMG-20180705-WA0016

lagi cerita ketinggalan pesawat ke kakak Idfi

IMG-20180705-WA0008

obrolan perempuan bareng mpok Wawa

Nah, daripada kena macet ibukota yang bikin stres, mendingan mampir ke 33 Degree Sky Bridge dan dijamin obrolan bisnis pun jadi lebih menyenangkan 🙂

Terima kasih untuk 33 Degree Sky Bridge dan blogger crony untuk jamuan high tea+ yang memanjakan mata dan lidah saya 🙂

Further information:

33 Degree Sky Bridge

Address: Aston Marina Hotel, 33th floor, Jalan Lodan Raya No 2A, Ancol, Jakarta Utara

Phone: +62 21 6983 7120

Opening hours: 16:30-20:00, Wednesday to Sunday

Membuat Visa Schengen Portugal Tanpa Agen Perjalanan

WhatsApp Image 2018-05-30 at 14.07.02

Pertengahan April 2018, bos bertanya pada saya, apakah sudah membuat visa untuk perjalanan dinas ke Portugal yang akan terjadi pada Mei 2018.

Saya memang tahu kalau akan ada Global Finance Summit 2018 yang akan berlangsung di Portugal tapi tidak menyangka kalau benar akan terjadi karena saya tidak mendapatkan undangan dari pihak penyelenggara. Bisa jadi sih karena saya masih ‘anak baru’ sehingga data diri saya belum sampai ke head quarter di Spanyol.

Dua orang kolega bahkan khawatir kalau-kalau pengajuan visa saya ditolak. Di lain sisi, saya pasrah… kalau memang sudah rezeki saya untuk berangkat melintasi benua, maka semuanya akan dipermudah.

Tepat 1 Mei yang merupakan Hari Buruh Internasional, sebuah  undangan ke Global Finance Summit 16-18 Mei 2018 yang bertempat di Ilhavo, Portugal datang melalui e-mail. Melihat waktu yang masih cukup, saya optimis mengajukan permohonan visa Schengen Portugal untuk perjalanan dinas.

Setelah mencoba bertanya ke travel agent yang biasa dipakai kantor, mereka menjawab tidak sanggup memenuhi kebutuhan akan visa yang pendaftarannya cukup mepet. Saya pun berkomunikasi dengan kolega di regional Asia dan berkata, “I’ll try my luck then!”

Saya memilih untuk tidak ngoyo dalam persiapan perjalanan dinas melintasi benua untuk pertama kalinya. Saya juga berkata kepada rekan kerja, “Kalau memang sudah rezeki, pasti saya bisa berangkat. Kalau belum rezeki, tetap bersyukur.”

Kamis, 3 Mei 2018 pagi-pagi sekali saya pergi ke Kedutaan Besar Portugal yang terletak di Jl. Indramayu No.2A, RT.1/RW.5, Menteng, Jakarta Pusat 10230. Persisnya bangunan ini terletak di seberang samping Sate Khas Senayan Menteng. Bangunannya sendiri merupakan salah satu cagar budaya dan sedikit tertutup dengan rimbunnya pepohonan.

Read moreBuat Paspor Tanpa Calo

Setibanya saya di sana ternyata ada perubahan hari serta jam pelayanan Kedubes Portugal sejak 11 September 2017. Bagian konsuler Kedubes Portugal hanya buka pada hari Senin – Rabu – Jumat jam 09:00 sampai dengan 13:00 pada tanggal 1 s/d 25 setiap bulannya. Ingat juga bahwa konsuler tutup saat libur nasional Indonesia dan Portugal.

Untuk pengajuan visa Schengen Portugal, kita perlu membuat perjanjian dengan konsuler melalui e-mail yang sudah ditentukan oleh pihak Kedubes Portugal. Melalui e-mail, kita akan mendapatkan formulir pengajuan visa yang perlu diisi terlebih dahulu dan dibawa saat datang ke konsuler. Apabila perjanjian pengajuan visa sudah disetujui maka kita dapat langsung datang ke Kedubes Portugal sesuai jam yang ditentukan dengan membawa dokumen yang diperlukan.

Ada pun dokumen yang diperlukan untuk pengajuan visa Schengen Portugal:

  • Paspor asli. Harus berlaku maksimal enam (6) sebelum masa habis paspor
  • Pas Foto (2) berwarna, 3×4 cm dengan latar  / background warna putih
  • Itinerary / rencana perjalanan yang lengkap dan terperinci
  • Fotokopi halaman depan dan belakang paspor
  • Untuk short stay business visa, maka diperlukan surat sponsor dari perusahaan (ASLI), surat keterangan kerja (ASLI) dari perusahaan di Indonesia, dan surat undangan dari perusahaan di Portugal
  • Surat keterangan kerja / penghasilan. Jika masih pelajar, maka diperlukan fotokopi kartu pelajar
  • Untuk tourist visa yang disponsori oleh individu di Portugal, maka harus ada surat sponsor / Undangan dari pihak Portugal (ASLI). Pengundang dari Portugal, harus mengisi Termo of Responsibility yang di sah-kan oleh kantor SEF di Portugal, atau notaris di Portugal
  • Konfirmasi pemesanan hotel
  • Booking-an tiket pesawat (pulang pergi)
  • Rekening tabungan / Koran, 3 (tiga) bulan terakhir
  • Travel Insurance dengan durasi yang sama dengan perjalanan Anda
  • Fotokopi KTP dan KK yang masih berlaku
  • Fotokopi bukti pembayaran visa sebesar EUR60.00 (kurs dalam IDR ditentukan oleh konsuler)

Tambahan lainnya (jika diperlukan)

  • Jika anak dibawah 18 tahun berpergian tanpa orang tua atau hanya dengan salah satu dari orang tua (ayah atau ibu) , maka diperlukan dokumen tambahan yaitu, surat ijin dari pihak orang tua lainnya (bapak / ibu), dalam bahasa Inggris dan di cap notaris.
  • Jika pemohon adalah orang asing yang tinggal di Indonesia, maka harus disertakan KITAS

Jadi, Kamis siang saya menyiapkan semua dokumen termasuk membayar visa serta membeli travel insuranceI. Dan keesokkan harinya saya kembali menuju Kedubes Portugal dengan berbekal e-mail undangan pengajuan visa dan dokumen lengkap sekaligus untuk diambil sidik jarinya dengan mesin biometric scan.

Awalnya saya optimis karena konsuler Portugal sepertinya cukup sepi dibandingkan konsuler lain seperti Belanda atau Perancis. Tapi setibanya saya di sana, ternyata yang mengajukan visa Portugal banyak sekali bahkan ada yang datang dari jauh seperti Aceh.

Seketika juga percaya diri saya satu persatu mundur teratur, saya cukup cemas dengan waktu yang sudah mepet!

Proses di konsuler cukup singkat, saya diminta untuk menyerahkan semua dokumen, wawancara singkat tentang apa yang akan saya lakukan di Portugal dan merekam sidik jari. Saya bertanya kapan sebaiknya menghubungi konsuler untuk menanyakan kelanjutan proses pengajuan visa dan dijawab, saya bisa menelepon terlebih dahulu pada 11 Mei 2018, yang artinya proses pengajuan visa saya hanya kurang lebih 3-5 hari kerja!

Akhir pekan saya pun berjalan seperti biasa sambil harap-harap cemas, ditambah lagi saya mendapatkan kabar dari teman saya yang juga akan berangkat ke Eropa untuk berlibur bahwa Ibunya harus melakukan rekam sidik jari ulang karena tidak terdeteksi mesin biometric! Tentu saja mereka panik dong karena tiket pesawat sudah dibeli! Mendengar berita itu pun saya jadi tambah cemas, anything can happen! Saya memilih pasrah saja tanpa mengharuskan dan apa pun berita yang akan saya terima Jumat depan!

Selasa, 8 Mei 2018 akhirnya saya memantapkan diri membayar pesanan tiket pesawat yang non refundable pada sore hari. Dalam hati sempat berpikir, “duh kalau ga jadi berangkat gimana nih, terpaksa ganti uang perusahaan puluhan juta Rupiah nih!”. Akhirnya kecemasan saya memaksa untuk menelepon Kedubes Portugal pada Rabu, 9 Mei 2018 dan menanyakan apakah visa berhasil diajukan. Konsuler pun menjawab kalau saya sudah dapat mengambil visa saya hari itu juga!

Bersyukur, saya jadi juga ke Portugal dan gak perlu mengganti uang tiket pesawat yang hangus 🙂

Cerita tentang perjalanan saya ke Portugal menyusul ya!

Buat Paspor Baru Tanpa Calo

WhatsApp Image 2018-01-07 at 20.35.44

Saya teringat empat tahun lalu membuat paspor untuk pertama kalinya untuk bepergian ke luar negeri.

read more: Negara Nyembur Banyu

Saat itu, saya harus datang ke kantor imigrasi terdekat dan mengambil nomor antrean yang dibatasi setiap harinya. Untuk mendapatkan nomor antrean pembuatan paspor, pemohon diharuskan datang mulai dari subuh sampai jam 7 pagi.

Saya berbagi tugas dengan suami dalam hal antrean pembuatan paspor. Suami mengantre ketika subuh dan saya mengurus Darren yang akan berangkat ke sekolah. Setelah Darren dijemput mobil jemputan sekolah, barulah saya menyusul suami di kantor imigrasi.

Nomor antrian sudah di tangan, dengan dokumen lengkap kami menunggu untuk dipanggil petugas imigrasi. Setelah berkas diserahkan kepada petugas, kami mendapatkan resi pembayaran biaya paspor senilai Rp255.000 (Dua Ratus Lima Puluh Lima Ribu Rupiah).

Proses belum selesai. Kami harus membayarkan biaya pembuatan paspor terlebih dahulu ke bank yang ditunjuk dan kembali ke kantor imigrasi dengan mengantre seperti proses di atas hanya untuk menyerahkan bukti pembayaran, diwawancara dan merekam foto paspor. Dan paspor bisa diambil setelah beberapa hari kemudian. Sungguh proses yang panjang untuk membuat sebuah paspor.

Bulan Oktober 2017, saya kembali membuat paspor untuk anak bungsu saya, Dre beserta dengan orang tua saya. Saya sudah membayangkan betapa riweuh-nya membuat paspor dengan proses seperti di atas. Saya sempat bertanya kepada teman yang berhasil membuat paspor secara online. Saat itu, dia mengunduh semua dokumen yang diperlukan kedalam situs imigrasi. Keberhasilan pengunduhan dan ini sangat dipengaruhi oleh kekuatan data internet. Penasaran dengan cara yang cukup praktis, saya pun mencoba ingin mengunduh dokumen di situs imigrasi.

Dan ternyata kalau sekarang ingin membuat paspor baru, kita tidak perlu lagi mengambil nomor antrean di imigrasi. Kita hanya perlu mengantri paspor secara online melalui situs https://antrian.imigrasi.go.id/Layanan/ .

Teman-teman hanya perlu melakukan pendaftaran dengan menggunakan email dan memasukkan nomer identitas penduduk. Di situs tersebut, kita dapat memilih imigrasi terdekat yang bisa didatangi serta tanggal dan jam yang dapat disesuaikan dengan jadwal harian kita. Saya memlih jam antrean setelah Dre selesai sarapan dan power nap di pagi hari.

Lalu, bagaimana selanjutnya proses pembuatan paspor baru di kantor imigrasi?

Pertama, bawalah nomor antrian yang kita dapatkan saat mendaftar melalui situs antrean online dan tukarkan nomor antrean tersebut di petugas. Dari sana, petugas akan mengatur antrean agar lebih tertata.

Kedua, setelah mengantri, teman-teman dapat mengisi formulir yang dibutuhkan untuk membuat paspor. Agar menghemat waktu, teman-teman dapat mengambil formulir tersebut di imigrasi terlebih dahulu sehari sebelumnya dan mengisinya di rumah. Hal ini dilakukan agar saat tiba di imigrasi, kalian sudah siap dan tidak perlu repot mengisi formulir.

Ketiga, pakai pakaian yang nyaman dan bukan berwarna putih. Proses pembuatan paspor baru kini lebih efisien karena setelah menyerahkan dokumen ke loket, teman-teman akan langsung diwawancara serta difoto. Selanjutnya, kalian mama akan  diberikan resi pembayaran pembuatan paspor seharga Rp355.000 (Tiga Ratus Lima Puluh Lima Ribu Rupiah) dan pulang ke rumah.

Keempat, teman-teman dapat membayar pembuatan biaya paspor melalui ATM. Bukti pembayaran dapat diberikan kepada imigrasi bersamaan dengan pengambilan paspor baru yang telah selesai dalam kurun waktu 4-5 hari kerja.

Seneng deh kalau sekarang mau bikin paspor itu semakin mudah. Kabarnya, untuk kalian yang perlu melakukan perpanjangan paspor lama, teman-teman bisa melakukannya di Mal Pelayanan Publik yang bertempat di daerah Kuningan, Jakarta Selatan.

Selamat merencanakan liburan!

read more: Tour de Asia

CHRISYE a film by Rizal Mantovani

Kalau baca judul tulisan ini, pastinya udah tau dong siapa Chrisye itu? Chrisye, legenda pop Indonesia dengan single dan album yang hits.

Tentunya ga susah ya untuk mencari tahu siapa Chrisye, apa yang sudah dilakukannya dalam 40 tahun perjalanan karirnya… kita bisa dengan mudah melihatnya di wikipedia.

Namun, saya jadi tahu lebih banyak mengenai pribadi Almarhum Chrisye saat menonton film ini.

WhatsApp Image 2017-12-04 at 10.55.42

Press Screening, XXI Epicentrum Walk 1 Des 2017

Di awal film diceritakan tentang masa muda almarhum yang memiliki ketertarikan dalam bermusik. Ketertarikannya tersebut mengantar almarhum bergabung dengan Gipsy Band dan berkesempatan manggung selama satu tahun di New York, Amerika Serikat walau sempat ditentang oleh papinya. Pada masa itu, berkarir di bidang musik dianggap tidak memiliki masa depan yang baik makanya ditentang habis-habisan bahkan seringkali Chrisye harus masuk kedalam rumah diam-diam saat selesai manggung bersama band-nya. Tapi berhubung Chrisye pernah sakit sampai berbulan-bulan karena larangan papinya untuk bermusik, akhirnya papinya luluh juga untuk memberikan restu almarhum berkarir sebagai pemusik.

WhatsApp Image 2017-12-01 at 18.57.39(1)

Dari film yang dibintangi Vino G Bastian ini,  saya jadi tahu betapa cupu dan kakunya almarhum saat harus berhadapan dengan mahluk yang namanya perempuan. Dan perempuan yang dipilih Chrisye, yang bisa jadi merupakan cinta pada pandangan pertamanya (kalau ini saya perlu nanya tante Yanti Noor, istri almarhum) sebagai pendamping hidupnya.

Saya juga melihat totalitas Chrisye dalam bermusik. Setiap selesai membuat lagu, single atau album, Chrisye selalu move forward. Selalu mencari sesuatu yang baru dan fresh, benar-benar memikirkan mulai dari konsep karya sampai paska produksi.

Kehidupan pribadi almarhum ditampilkan seutuhnya di film Chrisye, mulai dari keputusannya untuk menjadi mualaf sampai kegelisahan dalam hidup bersama dengan keempat anak buah pernikahan dengan Gusti Firoza Damayanti Noor yag diperankan oleh Velove Vexia. Diceritakan meskipun almarhum sudah menjadi penyanyi hebat, Chrisye masih merasa khawatir tidak bisa menafkahi keluarganya hanya dengan kemampuannya bernyanyi sehingga dia sempat memutuskan untuk berhenti menyanyi.

Melihat keadaan tersebut, Hendra Priyadi dan Jay Subyakto mendatangi Chrisye dan memberikan ide kepada almarhum untuk mengadakan konser tunggal di Jakarta Convention Centre. Konser bertajuk “Sendiri” merupakan pelopor konser tunggal musik Indonesia… keren ya!

Konser “Sendiri” yang diadakan pada 19 Agustus 1994 dengan diiringi orkestra aransemen Erwin Gutawa. Padahal, dua hari menjelang konser diadakan, almarhum sempat kehilangan suara. Tapi berkat dukungan penuh dari Erwin Gutawa dan Jay Subyakto, konser tersebut sukses diadakan. Sejak saat itu, Chrisye, Jay Subiakto dan Erwin Gutawa bersahabat hingga akhir hayatnya.

Setelah sukses dengan konser tunggalnya, lagi-lagi Chrisye merasakan kegelisahan dalam hidupnya yang berbeda dari kegelisahan sebelumnya. Perjalanan mencari jawaban atas kegelisahan spiritualnya membuat almarhumm menciptakan notasi sebuah lagu yang liriknya ditulis oleh penyair angkatan 66, Taufiq Ismail.

Ingin tahu bagaimana proses penulisan lirik “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” oleh Taufiq Ismail dan proses Chrisye melagukan lirik tersebut? Temukan jawabannya di film “Chrisye” yang akan tayang di bioskop kesayanganmu mulai 7 Desember 2017!

WhatsApp Image 2017-12-01 at 18.57.39

Judul Film: Chrisye

Sutradara: Rizal Mantovani

Penulis: Alim Sudio

Produksi: MNC Pictures

Tayang: 7 Desember 2017

Genre: Drama

Pemain: Vino G Bastian (Chrisye), Velove Vexia (Damayanti Noor), RaySahetapy (Ayah Chrisye), Tien Basuki (Ibu Chrisye), Fendy Chow (Joris), Teuku Rifnu Wikana (Gauri), Cholidi Asadil Alam (Surya), Roby Tremonti (Jay Subyakto), Peter Taslim (Hendra Priyadi), Andi Arsyil (Erwin Gutawa), Irsyadillah (Addie Ms), Verdi Solaiman (Aciu), Eduwart Boang Manalu (Danny), Fauzi Baadilla (Imran Amir), Ali Mensan (Sinyang), Arick Ardiansyah (Sys Ns), Ayu Dyah Pasha (Ibu Yanti), Hetty Reksoprodjo (Tante Cia), Dwi Sasono (Guruh Soekarno Putra), Fuad Idris (Taufiq Ismail), Indra Aziz (Adjie Soetama), Nabila Bintang (Nissa 11 tahun), Shaquilla Nugraha (Risty 8 tahun), Toar & Rungan (Masha & Pasha 5 tahun), Tria The Changcuters (Eddy Sud), Nenny Welch (Acin)

Terima kasih MNC Pictures dan bloggercrony untuk undangannya  🙂

WhatsApp Image 2017-12-01 at 18.57.36

*pic courtesy of Andiyani Ahmad

 

Strolling around Kampong Glam

Perjalanan dua hari yang dimulai dari naik pesawat seorang diri ke negeri orang memberikan saya begitu banyak pengalaman yang sangat pribadi.

Perasaan yang awalnya was-was berganti dengan rasa percaya diri bahwa saya mampu melakukan perjalanan ini dan tidak merasa sendiri. Kemudian berbalik mengagumi keindahan negara kecil yang dibangun atas mimpi dari pendirinya.

read more: We build nation

Tibalah saya di perjalanan akhir di Singapura kali ini. Saya menjelajahi Kampung Glam, Haji Lane dan sekitarnya…. yang membuat saya jatuh cinta!

You  all need to see it by yourself, there aren’t much words to describe it… you must feel it! I have found gems!

Yang disayangkan adalah beberapa toko buka agak siang sehingga saya hanya melewati toko-toko tersebut tanpa mampir masuk kedalamnya.

whatsapp-image-2017-01-20-at-10-05-04

dsc_1957

Ada satu yang sangat menarik perhatian saya yaitu Children Little Museum yang lagi-lagi jam beroperasinya agak siang. Mungkin ini tandanya saya harus kembali kesini bersama anak-anak saya! Tapi saya sempat berfoto di depan museum ini  🙂

dsc_1964

dsc_1966

Bye for now Singapore, ’till we meet again!

read more: #neiiSGtrip