WONDER FULL, Light and Water Show

dsc_1806

dsc_1808

dsc_1813

dsc_1809

dsc_1811

Seharusnya, setelah naik Singapore River Cruise… jadwal selanjutnya adalah menonton Wonder Full, Light and Water Show.  Namun karena durasi cruise yang cukup lama, saya hanya melihat akhir dari pertunjukan ini.

Pertunjukan ini unik karena memanfaatkan air mancur sebagai sarana layarnya, sedangkan pertunjukan lampu sebagai film-nya.

Wonder Full Light and Water Show ini berlangsung mulai jam 20.00 di area Promenade Marina Bay Sands dan gratis tanpa dipungut biaya.

Selamat menonton ya!

Photography Workshop with Arbain Rambey

Saya baru ingat kalau ada photography workshop yang saya hadiri tapi belum sempat saya tuliskan di blog ini.

18 Februari 2017 bertempat di Aruba Room, Kota Kasablanka, Jakarta merupakan kali keduanya saya mengikuti workshop bertemakan fotografi dengan Arbain Rambey, wartawan senior Kompas.

WhatsApp Image 2017-03-27 at 13.06.31

Arbain memulai karirnya sebagai wartawan tulis pada harian Kompas sejak tahun 1990. Sekarang doi menjabat sebagai Redaktur Foto Harian Kompas.

Kenapa sih sekarang saya jadi rajin sekali belajar tentang fotografi? Dulu, saya hanya sebatas mengagumi sebuah hasil karya fotografi. Kini, dengan semakin menekuni penulisan blog, saya mau ga mau harus belajar terus menerus mengenai teknik fotografi agar menghasilkan gambar yang bagus dan dapat mewakili tulisan saya.

Mau tau lebih lanjut apa aja sih yang saya pelajari dari photography workshop kali ini?

Tanya KENAPA. Sebelum mencoba memotret, coba ambil sebuah foto yang menurut kalian bagus. Tanyakan dua hal tentang foto tersebut kepada diri kalian. Yang pertama, “Apa yang bagus menurut saya di foto ini?”. Apakah karena modelnya yang ganteng/cantik, apakah karena dengan melihat foto tersebut saya jadi kepengen mendatangi daerah tersebut dan sebagainya.

Pertanyaan kedua, “Bagaimana ya caranya si fotografer bisa mendapatkan foto yang bagus seperti ini?” Bisa jadi foto bagus yang dihasilkan itu merupakan koneksi (chemistry) antara fotografer dengan modelnya yang merasa nyaman sehingga foto yang dihasilkan terlihat alami. Mungkin juga proses pemotretan foto tersebut berlangsung di pagi hari saat cahaya matahari sedang bagus-bagusnya. Atau, foto bagus tersebut diambil dari tempat yang tinggi, misalnya di atas pohon.

Praktik langsung. Memotret bukan hanya persoalan praktik langsung mengambil foto. Sebaiknya bila ingin mendapatkan foto yang bagus, sering-seringlah melihat karya orang lain dan Tanya KENAPA seperti di atas. Hal tersebut pada akhirnya akan menjadi perbendaharaan (library) di otak yang lama kelamaan membuat foto hasil karya kita menjadi semakin bagus dari hari ke hari dan respon kita menjadi lebih cepat ketika melihat momen bagus untuk sebuah foto.

3 Kunci. Untuk mendapatkan hasil foto yang bagus, kita hanya butuh tiga kunci, yaitu pencahayaan terbaik, obyek yang statis dan kemampuan melihat.Pencahayaan terbaik ada pada waktu pagi hari (7-9 pagi) dan sore hari (3-5 sore).

Yang terpenting dalam fotografi adalah kemampuan melihat maka perlu melatih kemampuan dan kreativitas memotret. Cara latihan pun dapat dilakukan dengan sederhana, misalnya kita bisa melakukan perjalanan keliling kota sambil memotret hal yang lazim seperti moda transportasi, orang-orang di daerah tersebut, flora, fauna sampai benda mati.

Selanjutnya, Arbain Rambey berbagi pengalamannya sebagai wartawan foto. Pada tahun 2005, ada sebuah perusahaan minyak Eropa yang meminta Arbain memotret untuk website perusahaan tersebut dan doi dibiayai keliling dunia untuk menghasilkan foto yang dimaksud. Ini artinya profesi fotografer bisa menjadi profesi yang menghasilkan dan karya kita bisa dibayar mahal jika tekun dan produktif.

Nah, untuk persoalan harga ada tips dari Arbain yaitu jangan serakah dan jangan menyesal. Misalnya, ada orang yang tertarik dengan hasil foto kita dan kita mematok harga sekian Rupiah, ternyata orang tersebut langsung mengiyakan maka jangan merasa “harusnya gue kasih harga di atas itu ya”. Jangan pula menyesal apabila saat kita menawarkan hasil foto kita terlalu tinggi dan tidak jadi dibeli oleh orang tadi. Sebaiknya “kita belajar tahu harga kita di mana” dan menilai foto yang kita hasilkan dengan proses serta usaha yang kita keluarkan.

Bagaimana dengan hak cipta? Perlukah watermark apabila berbagi di media sosial?

Media sosial merupakan area news sehingga selama sebuah foto tidak komersial, tidak mengandung unsur pornografi maka tidak masalah dengan hak cipta apabila kita meng-upload foto tangan sepasangan penganting yang sedang tukar cincin misalnya.

Arbain menjawab bahwa doi ga pernah membuat watermark untuk foto yang dia upload di media sosial karena menurutnya, kalau foto ga mau diambil orang ya ga usah di-upload ke media sosial. Kalau kalian sudah meng-upload foto itu artinya foto tersebut sudah disedekahkan untuk dipakai oleh siapa saja maka sebaiknya foto yang di-upload di media sosial merupakan foto yang ketajamannya tidak sebaik model dslr canon  🙂

Nah, gimana…. sudah semakin tahu kan apa dan bagaimana fotografi itu?!

Sekarang saatnya praktek memotret!

-Honey Josep-

Makansutra, Gluttons Bay

So, after having fun around Marina Bay Sands and ride on boat tour, it’s time for the tummy to get delish food  🙂

We decided to have dinner at makansutra, Gluttons Bay, the nearest culinary spot that you can reach by walking from MBS area.Just walking through Helix bridge and you’ll find thirty odd food stalls that serve variety food from East to West with affordable price around SGD5.00  🙂

That nite, I pick satay and fried rice and they have an unique taste, different from satay and fried rice in Indonesia  🙂

img-20161214-wa0015

How about Halal food? Yes, they also serve Halal food at some stalls such as Sweet Spot, Alhamba Padang Satay, Old Satay Club Mee Goreng, Huat Huat Chicken Wings and Carrot Cake, Thai Yummy Food and Redhill Rong Guang BBQ Seafood.

Makansutra open everyday from 5PM until 1AM.

 

[MOVIE] Ular Tangga Based on true events at Curug Barong

Kalo kamu anak 90-an, pasti kamu familiar dengan permainan ular tangga. Cara mainnya pun sederhana, setiap yang main berhak untuk melemparkan dadu dan melangkah sesuai jumlah yang ditunjukkan dadu, kadang naik tapi kebanyakan terpaksa harus turun dan ga jarang memulai dari awal kemudian siapa yang berhasil menuju garis akhir terlebih dahulu, dialah pemenangnya.

Seru ya?! Tapi kalau jadi film, apakah akan seseru permainannya?

Saat blogger crony membuka kuota untuk nonton bareng film Ular Tangga the movie, saya jadi penasaran karena film ini genre-nya thriller bukan horror ditambah lagi pemerannya muda dan sering terlihat di FTV. Awalnya saya ga punya ekspektasi apa-apa, kalau kata pasangan saya, mungkin filmnya seperti Jumanji lagipula kejadian nyata mempunyai daya tarik tersendiri untuk divisualisasikan.

Selasa, 7 Maret 2017 bertempat di XXI Epicentrum Walk, Kuningan berlangsung premiere UlarTangga yang dihadiri oleh pemerannya dan tim produksi Lingkar Film dengan diiringi hujan menambah dramatis malam itu.

DSC_2754

Let’s roll the dice and enjoy the show!

DSC_2752

Film dimulai dengan adegan Fina (Vicky Monica) seorang mahasiswi pecinta alam bermimpi tentang Bagas (Ahmad Afandy), kekasihnya  yang berulang terus menerus hingga akhirnya membuat Fina mempertanyakan hal tersebut kepada dosennya, Bapak Kuntara (Roy Marten).

Fina merasa mimpi-mimpinya adalah firasat dia akan segera kehilangan orang-orang yang dikasihinya hingga saat perencanaan pendakian Fina berusaha melarang Bagas dan teman-temannya untuk meneruskan rencana mereka tapi  bisa tebak kan kalo mereka akhirnya berangkat juga (yaeyalah, kalo mereka ga jadi berangkat filmnya terpaksa berhenti sampai di sini aja :p)

Ngaku deh, buat kalian yang suka banget mendaki gunung… kekepoan menyebabkan kalian jadi bersentuhan dengan alam gaib saat mendaki bukan?  Sama persis dengan apa yang terjadi pada Fina dan kawan kawannya. Satu persatu mereka menghilang dan satu persatu hantu pun menampakkan diri!

DSC_2755

What? Did I mention ghost? Yep! Ternyata Ular Tangga bukan film thriller  tapi film horror, saya pun menyibukkan diri dengan membaca WhatsApp dan buka Instagram sambil sesekali melirik layar bioskop yang tepat di depan mata karena saya duduk di P11 dan berkali-kali rasanya jantung ini mau copot!  🙂

Sinematografinya keren hanya saja perpindahan scene masih terlihat kasar namun termaklumi karena ini film horror , sound effect-nya bikin merinding, ending-nya masih bikin saya penasaran dan bertanya-tanya, “ Jadi yang beneran hantu siapa sebenernya?”

“Apakah Fina akan selamat dari permainan Ular Tangga?”

Cari tahu jawabannya di bioskop terdekat mulai 9 Maret 2017 ya!

Judul Film: Ular Tangga

Sutradara: Arie Aziz

Penulis: Mia Amalia

Produksi: Lingkar Film

Tayang: 9 Maret 2017

Genre: Horor

Pemain: Shareefa Danish (Gina), Vicky Monica (Fina), Ahmad Afandi (Bagas), Fauzan Nasrul (William), Alessia Cestaro (Martha), Yova Gracia (Lani), Randa Septian (Dodoy), Egy Fedly (Pak Karto), Tuti Kembang Melati (Nyi Barong), Yafi Tessa Zahara (Tania), Atiyah Shahab (Sania), Hadijah Shahab (Gina kecil), Roy Marten (Pak Kuntoro), Guntur Triyoga (teman Bagas).

Singapore RIVER CRUISE

Setelah puas berfoto dan bersantai di Observation Deck, MBS, kami mengelilingi negara singa nyembur banyu ini dengan Singapore River Cruise menjelang malam.

dsc_1787

Nikmati pengalaman berkeliling selama 40 menit dengan tiket seharga USD25. Singapore River Cruise dioperasikan oleh 1 kapten kapal dan 1 awak kapal, dan mampu menampung sampai 45 penumpang.

dsc_1792

Berawal dari Bayfront South Jetty, perahu berlaju diiringi dengan gerimis   🙂

20161213_191607dsc_1800dsc_1801

dsc_1798dsc_1794

Tanpa terasa, 40 menit sudah kami menyusuri Singapura dengan Singapore River Cruise dan kami bersiap untuk makan malam.

Pengalaman naik Singapore River Cruise: menyenangkan! Menyenangkan karena bisa melihat setiap sisi Singapura, memotret, juga saat yang tepat untuk sekadar bengong atau tidur tertiup angin sepoi-sepoi 🙂

 

 

Kisah Anak Manusia Berjarak-jarak

Sebagai anak yang besar di daerah sekitaran Cempaka Putih, tentunya sudah tidak asing dengan sebuah tempat pertunjukan “Teater Miss Tjitjih”.

Dulu, saat melewati teater ini, saya pernah membatin ingin menyaksikan pertunjukan seni suatu saat nanti.

Tahun pun berganti.

Melihat bloggercrony yang membuka kuota untuk menyaksikan pertunjukan teater dan bertempat di Miss Tjitjih, saya pun mendaftarkan diri.

Yeay! Sehari sebelum pertunjukan dimulai, saya menerima kabar kalau saya mendapatkan undangan tersebut!

Dan, hari itu pun tiba… 12 Februari 2017, bertempat di Teater Miss Tjitjih, pertunjukan “PRAAANG: Kisah anak manusia berjarak-jarak” dipentaskan.

dsc_2511

Tak berapa lama saya tiba di Teater Miss Tjitjih dengan diiringi gerimis, lampu teater pun diredupkan pertanda pertunjukan dimulai.

PRAAANG: Kisah anak manusia berjarak-jarak adalah sebuah pertunjukan teater yang dimainkan oleh para pekerja rumah tangga. Lakon ini menyuguhkan realitas keseharian perlakuan majikan terhadap pekerja rumahnya dengan segala suka dan duka.

Dalam rangka memperingati Hari Pekerja Rumah Tangga Nasional yang jatuh pada 15 Februari, hari di mana seorang PRT yang bernama Sunarsih meninggal karena dianiaya oleh majikannya 16 tahun yang lalu di Jawa Timur, pentas perdana Teater PRT dimainkan.

Pentas ini dimainkan oleh 23 pemain yang berprofesi sebagai Pekerja Rumah Tangga dengan latihan selama 5 bulan. Salut juga kepada para majikan yang mendukung mereka untuk berlatih dan mementaskan lakon ini.

SINOPSIS CERITA

Adalah Surti, gadis berusia 20 tahun asal Indramayu yang akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai pekerja rumah tangga setelah melamar sekian lama.

Surti diterima bekerja di keluarga Broto Kesowo yang kaya dan terhormat, dengan pekerjaan utama mengurus tetek bengek rumah keluarga tersebut dan menjaga kebersihan dan keutuhan guci keramat wasiat turun temurun keluarga Broto Kesowo.

Surti yang santun membuat Rena, putri Broto Kesowo berempati, Rena memperolah banyak pelajaran kehidupan darinya.

Pernah suatu malam, saat keluarga itu berkumpul, “PRAAANG”… Surti menjatuhkan piring kesayangan sang majikan. Kontan saja Surti mendapatkan cercaan dan makian dari keluarga Broto Kesowo namun Rena menengahi peristiwa tersebut dengan berempati kepada Surti.

Sebaik-baiknya Surti bekerja, tentu saja sebagai manusia biasa yang bisa sakit dan secara tidak sengaja menjatuhkan guci yang dikeramatkan keluarga itu.

“PRAAANG…” bunyi yang teramat keras membuat marah keluarga itu dan kebencian serta hinaan tentu diarahkan kepada Surti.

Gawat! Guci pecah sama saja pertanda keruntuhan keluarga dan kehormatan Broto Kesowo. Di luar dugaan Surti, Rena memilih bersama keluarganya mengutuk dan mengecam Surti. Bagi Broto Kesowo, kata maaf saja tidak cukup, penyiksaaan juga belum memuaskan… Surti harus menerima hukuman gantung!

dsc_2521

dsc_2523

dsc_2524

dsc_2525

Yang membuat saya bersedih adalah lakon ini diadaptasi dari kejadian nyata seorang pekerja  rumah tangga yang disiksa selama 9 tahun dan hukuman yang diterima selain dipukuli juga digantung sehari semalam setiap melakukan kesalahan.

Inilah potret yang terjadi, Pekerja Rumah Tangga Indonesia belum mendapatkan jaminan atas perlindungan baik di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga banyak timbul kekerasan terhadap PRT. Persoalan Undang Undang mungkin menjadi tanggung jawab wakil rakyat di DPR namun saya, Anda, kita sebagai majikan bijaknya memanusiakan Pekerja Rumah Tangga yang bekerja di dalam rumah.

Doa saya, semoga tidak ada lagi Sunarsih atau Surti lain yang mengalami kekerasan.

OBSERVATION DECK, Marina Bay Sands

Hello everyone!

Masih dalam edisi #SenangLiburan saya mau membagikan cerita kemana saja tempat wisata yang saya tuju selama di Singapura.

Setelah check-in  di THE POD, saya beserta rombongan QM diajak melihat Sands Skypark Observation Deck yang berada di level 57.

Kira-kira seperti apa OBSERVATION DECK tersebut? Let’s check it out!

20161213_183700

Saat melewati pintu level 57, kita akan digiring untuk difoto yang ternyata pada saat pulang, foto tersebut dapat kita beli dengan harga yang menurut saya cukup mahal, sebesar SGD30   🙂

Begitu keluar ke OBSERVATION DECK, kamu akan disambut dengan lantai kayu yang bersih! Singapura tuh emang juaranya deh kalo soal bersih…. jadi banyak pengunjung yang duduk duduk di lantai kayu ini  sambil bengong, menanti jodoh *eh

Nah, ngapain aja di SANDS SKYPARK OBSERVATION DECK? Tentunya FOTO-FOTO dong!

Selain kamu bisa menikmati melihat Singapura dari atas, kamu juga harus memanfaatkan semua spot yang ada di sini untuk foto-foto!

Dengan kondisi pencahayaan yang alami sealami-alaminya dan cenderung kena panas matahari, foto kamu akan keliatan kece banget kayak foto saya yang mirip disas di bawah ini    🙂

20161213_175548

dsc_1781

img-20161214-wa0016

Photo credit: FDW

dsc_1759

dsc_1763

Karena tempatnya kece dan anginnya bertiup kencang, maksimalkan properti yang kamu punya seperti syal atau selendang untuk berfoto!

dsc_1775

OBSERVATION DECK ini juga menyediakan toko souvenir dan diatasnya adalah CE LA VIE Restaurants and Skybar.

Kabarnya, kalau kamu masuk melalui Skybar dan mampu menahan malu kalau ditegur tidak membeli minuman yang harganya bisa mencapai SGD285, kamu bisa menikmati OBSERVATION DECK secara gratis!

Waktu paling pas untuk ke OBSERVATION DECK adalah pada sore hari karena matahari udah ga begitu menyengat tapi kita masih mendapatkan pencahayaan yang cukup untuk berfoto.

Selamat berkunjung ya!

SANDS SKYPARK OBSERVATION DECK

Tiket: Dewasa SGD23, Anak (2th-12th, dibawah 2 tahun FREE) SGD17, Orangtua (>65th) SGD20

Jam operasional: Senin-Kamis 09:30-22.00, Jumat-Minggu 09:30-23:00