Running with view of Boco River

Sebagai orang yang memilih berlari sebagai salah satu olahraga yang menyenangkan untuk dijalani, pastinya enggak akan mengabaikan kesempatan untuk bisa jogging di luar negeri.

Ketika tiba di hotel Montebelo Vista Alegre Ilhavo, saya sudah bertekad untuk berlari melintasi jembatan di atas sungai Boco. Tapi, pertanyaannya, siapa yang bisa saya ajak berlari dan menguasai bahasa lokal, jaga-jaga aja kalau kami sampai tersesat. Mungkin kalau di Jakarta atau Indonesia, saya masih berani deh untuk berlari sendiri tapi tidak di Ilhavo karena jalanannya sangat sepi! Lagipula, enaknya punya running buddy adalah ada yang motoin saya 🙂
Seharian mengikuti workshop Finance Summit 2018, saya mulai mencari kira-kira siapa kolega yang bisa diajak jogging besok pagi. Setelah makan malam, akhirnya saya memutuskan mengajak kolega bernama Ferguso (nama samaran – Spanyol) dan Dina (nama samaran – Meksiko). Mereka berdua adalah teman satu tim saya di workshop Finance Summit 2018. Menjelang tidur malam, mereka belum memberikan jawaban atas ajakan saya, akhirnya saya memutuskan untuk tidur saja.

Keesokannya, saya memutuskan untuk mandi pagi padahal kalau mau jogging saya cukup cuci muka dan gosok gigi. Setelah saya hampir rapi, Ferguso menelepon saya dan bilang dia menunggu saya di lobby hotel untuk berlari bersama. Waduh, karena saya udah wangi dan kece akhirnya saya membatalkan berlari bersama Ferguso padahal kalau saya jadi berlari, ada yang motoin saya! 😀

Singkat cerita, waktu workshop break, saya tanya Ferguso tentang rute lari yang dia ambil tadi pagi. Dengan berbekal rute itu, saya memutuskan untuk berlari sendirian di sore hari sebelum acara Finance Summit selanjutnya karena keesokannya saya akan balik ke Porto karena event-nya sudah selesai. Sebelum berlari, saya titip pesan sama kolega-kolega yang kenal dengan saya supaya kalau saya menghilang tolong dicari karena mungkin saya tersesat karena enggak bawa mobile wi-fi 😀

Nah, ini kira-kira foto yang saya ambil saat berlari dengan pemandangan cantik sungai Boco

img20180517193338

img20180517193440

img20180517192055

Aselik! Begitu saat berlari dan selesai lari, hati ini tuh rasanya puas banget karena bisa “me time” dan menikmati salah satu sudut Ilhavo yang tenang banget!

Ternyata berlari sendirian di negeri orang itu enggak menyeramkan walaupun enggak bisa bahasa lokal maupun enggak bawa mobile wi-fi sama sekali 😀

Saat pendinginan, saya berjalan di sekitar komplek hotel danenggak lupa selfie lagi dong!

img20180517193903

whatsapp image 2019-01-15 at 13.31.55img20180517194005

Wagelaseh, di sini banyak spot foto kece! Kayaknya kudu balik lagi sama keluarga nih! Doakan suatu hari nanti terwujud ya 🙂

Kalau kalian, punya rute lari favorit di mana? Cerita yuk di kolom komentar 🙂

Advertisements

MONTEBELO VISTA ALEGRE ILHAVO HOTEL

Hello! Kalian masih ingat perjalanan saya ke Portugal Mei lalu? Saya masih akan melanjutkan cerita perjalanan saya dan kali ini, saya mau bercerita tentang hotel yang saya tempati selama di Ihavo.

MONTEBELO VISTA ALEGRE ILHAVO HOTEL terletak di 3830-292 Ílhavo, Portugal, satu kompleks dengan Museum Vista Alegre. Hotel berbintang lima ini menyediakan 83 kamar dengan berbagai tipe, dan 2 pemandangan yaitu sungai dan view satunya adalah bangunan di sekitar hotel. Sayangnya, saya mendapatkan kamar dengan pemandangan bangunan tapi beberapa kolega saya mendapatkan kamar dengan pemandangan langsung ke sungai sehingga saya masih bisa selfie di depan kamar mereka.

IMG20180516122758

Pemandangan outdoor hotel ini indah sekali karena di kejauhan kita bisa melihat bangunan-bangunan bersejarah yang terawat baik dan juga sungai Boco yang bersih.

IMG20180516122749

Boco River in front of Montebelo Vista Alegre Hotel

Kamar yang saya tempati ternyata luas sekali dengan area yang cukup untuk mengakomodasi satu keluarga kecil.

_Y0A3099

pic courtesy of montebelo

Tempat tidur ukuran king rasanya terlalu lowong untuk ditiduri seorang diri dan saya jadi kangen dengan keluarga di rumah serta berandai-andai kalau mereka ada bersama dengan saya saat itu.

IMG20180516124141

Yang menarik di MONTEBELO VISTA ALEGRE ILHAVO HOTEL, kamar mandinya yang luas tapi tanpa bidet atau biasa kita sebut jet spray. Masyarakat Eropa memang berbeda dari masyarakat Asia yang masih mengandalkan membersihkan dengan air sehingga selama saya di hotel sekalipun cukup kebingungan bagaimana mau membasuh area kewanitaan dengan bersih dan tidak tersedianya jet spray berlaku di area publik di Portugal. Jadi, berdasarkan pengalaman saya, lain kali kalau akan liburan ke Eropa harus menyediakan botol berisi air bersih untuk membasuh di toilet.

26280584_z

pic courtesy of hotel.com

IMG20180516124717

Seperti layaknya hotel berbintang lima, semua fasilitas yang saya nikmati memang berkelas dan membuat betah. Selama tiga hari saya menginap di sana, saya bisa beradaptasi dengan makanan yang disajikan. Pagi hari saya memilih buah sebagai sarapan, siang dan malam hari, makanan yang disajikan tanpa nasi sehingga lingkar pinggang pun sedikit mengecil.

Omong-omong soal lingkar pinggang yang mengecil, saya menyempatkan untuk melakukan jogging di sekitar MONTEBELO VISTA ALEGRE ILHAVO HOTEL. Nantikan cerita saya selanjutnya saat berlari di Ilhavo!

related post: #neiiEURtrip

Welcome to ILHAVO!

16-18 Mei 2018, selama tiga hari saya akan berada di Ilhavo, Portugal untuk Global Finance Summit 2018.

Sekitar jam 7 pagi, saya dan kolega dari Asia mencoba menuju mini market terdekat untuk membeli beberapa keperluan untuk memasak sarapan.

Porto Nautico Apartment

Morning in Porto, Portugal

Road in Porto, Portugal

On the way to mini market with view!

Namun sayang sekali, mini market baru buka jam 9 pagi sedangkan kami sudah harus bersiap-siap untuk meninggalkan Porto menuju Ilhavo. Karena  tidak dapat memasak, maka kami pun mencoba membeli menu sarapan di salah satu kafe yang kami temui dalam perjalanan kembali ke Porto Nautico Apartment untuk berkemas.

Belum banyak kafe yang buka sangat pagi dan kebanyakan yang dijual kedai kopi yang kami temui adalah roti. Saya, saat sedang memilih-milih roti apa yang akan saya beli, malah menemukan egg tart. Saya punya pengalaman menyenangkan dengan egg tart saat di Singapura bernama BAKE. Makanya saat melihat sejenis egg tart, saya pun membelinya dan ternyata rasanya enak, tidak kalah dari egg tart yang pernah saya coba.

Read more: #SenangLiburan

Belakangan, saya baru tahu kalau kudapan itu merupakan custard tart yang biasa disebut Pastel De Nata oleh masyarakat lokal.

Custard tart

Pastel de Nata

Pastel de Nata ini crunchy dan creamy! Membuat saya enggak kepengen udahan mengunyahnya. Pastel de Nata cocok banget kalau dimakan bareng kopi hitam tanpa gula karena custard tart ini sudah manis sekali seperti saya *eaaaaa. Setelah perut sedikit hangat karena sudah sarapan pastry dan mie laksa instant dalam cup yang dibawakan oleh kolega dari Singapura, kami pun berangkat menuju Montebelo Allegrevista Hotel di Ilhavo.

Perjalanan dari Porto menuju Ilhavo lebih kurang 1 jam tidak terasa karena saya menikmati pemandangan sepanjang jalan berupa sarang burung camar (seagull). Walaupun sedikit tersasar karena komplek Hotel Montebelo Vistalegre menjadi satu dengan The Vista Alegre Museum, akhirnya saya tiba di hotel yang akan menjadi tempat kegiatan selama 3 hari.

Bem vida ao Ilhavo!” , welcome to Ilhavo!

Bem vida ao Ilhavo

Sunny day in Ilhavo

Ilhavo merupakan salah satu kotamadya Portugal. Tepat di depan Hotel Montebelo Vistalegre, terbentang Boco River. Sebenarnya, di Ilhavo ada tourist spot yang menarik seperti beach houses yang berwarna warni dan mercusuar tertinggi di Portugal.

Sayang sekali, karena jadwal summit yang padat, saya tidak berkesempatan untuk berkeliling Ilhavo maupun masuk ke dalam Museum Vista Alegre. Tapi kalau dilihat dari situsnya di vistaalegre.com, bangunan museum ini dulunya adalah pabrik lama yang sudah tidak digunakan untuk memproduksi porselen dengan merek Vista Alegre.

Bright sky

Tampak depan Museum Vista Alegre

Kerennya lagi, pabrik porselen ini pada tahun 1944 sudah memiliki tempat penitipan anak untuk pekerjanya. Indonesia perlu banyak belajar nih mengenai kebijakan pemerintah yang berpihak kepada perempuan bekerja. Jangankan di pabrik, di kantor bergedung tinggi saja belum tentu tersedia ruangan untuk memerah ASI atau menyusui yang nyaman dan didedikasikan untuk perempuan bekerja. Kalian harus menyempatkan diri mengunjungi museum yang satu ini!

Ulasan tentang Hotel Montebelo Vistalegre akan menyusul di artikel selanjutnya! Stay tune!

Traveler’s Tale: Belok Kanan Barcelona

Dulu, saya pernah naksir mati-matian sama seseorang tapi takut menyatakan cinta karena masih punya pemikiran orang zaman old, bahwa perempuan itu akan dicap agresif kalau menyatakan cinta kepada laki-laki. Padahal saat itu, dia mendapatkan beasiswa S2 di negeri kangguru dan kalau saya enggak menyatakan cinta kepadanya pasti akan ada orang lain yang akhirnya jadi pacarnya. Dan beneran aja, setelah menyelesaikan S2-nya dia menikah dengan mantan pacarnya yang sering putus nyambung.

Nyesel gak saya? Kalau dibilang nyesel sih udah pasti, karena dia belakangan baru tahu kalau saya beneran cinta mati sama dia tapi enggak berani menyatakan 🙂

Atau, kalian pernah punya kisah cinta saat SMA? Kamu naksir seseorang tapi ternyata orang yang kamu taksir itu suka sama orang lain… atau kamu takut menerima kenyataan kalau hubungan pertemanan kalian akan jadi sulit kalau dilanjutkan ke arah pacaran?

Beberapa bulan lalu, saya membaca ulang novel yang ditulis 4 orang sekaligus, Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat dan Ninit Yunita. Kenapa membaca ulang? Jujur saja, saat membaca pertama kali, saya tergesa-gesa membacanya sehingga mudah lupa. Selain itu, karena novel tersebut akan diangkat ke layar lebar maka saya merasa perlu mengingat kembali bagaimana jalan ceritanya agar dapat menikmati film secara utuh.

IMG20180613170736

13 September 2018, saya diundang untuk menghadiri Gala Premiere Belok Kanan Barcelona oleh Adithya Mulya dan Ninit Yunita. Mendapatkan jadwal menonton yang baru mulai jam 20:30 dan mungkin akan selesai jam 22:30 tidak menyurutkan niat saya untuk melihat film Belok Kanan Barcelona.

IMG-20180913-WA0016(1)

Film Belok Kanan Barcelona yang sudah tayang di bioskop sejak Kamis, 20 September 2018 dibuka dengan adegan Francis (Morgan Oey) di atas panggung sedang konser piano. Kemudian, sama seperti novelnya, Francis mengabarkan kepada sahabat-sahabatnya, Retno (Mikha Tambayong), Farah (Anggika Bolsterli), dan Ucup (Deva Mahenra) tentang rencana pernikahannya.

Keempatnya adalah sahabat dekat sejak SMA. Setelah lulus, mereka menjalani kehidupan di negeri orang. Francis menjadi pianis kelas dunia yang memiliki kekasih bule yang cinta mati kepada Francis tapi tukang ngatur dan cemburuan kalau Francis menyinggung-nyinggung Retno. Retno, belajar menjadi koki di Copenhagen, Denmark. Mungkin Retno memilih profesi ini karena sebenarnya dia masih belum move on dari Francis. Waktu SMA, Retno sering membuatkan Francis rending atau membuat kue bersama Farah. Ucup, merantau sampai ke Afrika Selatan demi untuk membiayai kuliah adiknya setelah ayahnya meninggal dunia. Farah, diceritakan dalam film sebagai seorang arsitek yang meniti karir di Vietnam.

Tentu saja kabar rencana pernikahan Francis membuat kaget mereka semua, pasalnya, masih ada urusan masa lalu yang belum selesai. Francis pernah jatuh cinta kepada Retno tapi Retno menyimpan rapat-rapat perasaannya karena dia pernah dinasehati oleh kedua orangtuanya mengenai perbedaan agama yang akan membuat hubungannya dengan Francis cukup berat untuk dijalani.

Farah yang juga jatuh cinta kepada Francis memilih untuk memendam rasa karena merasa persahabatannya dengan Retno terlalu berharga untuk dirusak oleh percintaan ala remaja. Sedangkan Ucup, suka dengan Farah dan berniat menyatakan perasaannya saat masih bersekolah tapi selalu saja ada halangan.

Setelah mendengar kabar Francis akan menikah, Retno dan Farah bertekad untuk menyatakan perasaannya masing-masing sebelum semuanya terlambat!

Akankah mereka berhasil? Untuk tahu, kalian perlu nonton film Belok Kanan Barcelona. Dapatkan juga kesempatan untuk ke Barcelona gratis bareng pemain film Belok Kanan Barcelona!

IMG-20180914-WA0011

Belok Kanan Barcelona yang bergenre drama komedi sukses membuat saya tertawa dan mesem-mesem sepanjang film diputar. Lokasi syuting sangat memanjakan mata! Tentu saja dong film Belok Kanan Barcelona harus syuting di luar negeri karena kan film ini berangkat dari novel yang aslinya bercerita banyak tentang lokasi para tokohnya tinggal. Di dalam novel, kalian akan menemukan footnote tentang lokasi yang ada, dan ini membuat pengetahuan saya semakin bertambah tentang negara-negara yang Farah-Francis-Retno-Ucup kunjungi. Kini, novel Traveler’s Tale: Belok Kanan Barcelona dicetak ulang dengan menggunakan sampul terbaru, go grab them in bookstore!

Wisata Cruise Bersama Royal Carribean International

Berwisata menggunakan kapal pesiar telah menjadi pilihan dari lifestyle terutama di kalangan generasi langgas.

Hal inilah yang membuat Royal Caribbean International semakin serius menyasar segmen pasar Indonesia setelah menangkap peluang periode liburan panjang saat Lebaran 15-19 Juni 2018. Dengan menggunakan kapal Voyager of the Seas berkapasitas 4.000 penumpang, paket Lebaran yang ditujukan untuk masyarakat Indonesia ini ditawarkan selama 5 hari 4 malam dengan rute Singapura, Penang, Phuket, dan kembali lagi ke Singapura.

Berbicara pada jumpa pers Agustus lalu di Resto Palalada, Grand Indonesia, Jakarta, Angie Stephen, Managing Director Asia Pacific dari Royal Carribean International mengatakan keberadaannya di Jakarta untuk mempromosikan Voyager of the Seas mulai bulan September 2018 hingga Juni 2019 di Indonesia.

IMG_20180828_114620

Voyager of The Seas memiliki panjang 311 meter dan lebar maksimal sekitar 47,4 meter. Tinggi kapal ini mencapai 63 meter dengan jumlah lantai atau dek sebanyak 15. Berat kotornya sekitar 138 ton. Kapal milik perusahaan Royal Caribbean International yang berbasis di AS ini memiliki kecepatan 43,9 km/jam.

voyager

Kapal ini sanggup menerima 3.114 penumpang dengan 1.180 kru. Sehingga secara total, kapal ini bisa mengangkut 3.840 orang! Dengan spesifikasi itu, Voyager of The Seas merupakan salah satu kapal penumpang terbesar di dunia.

Voyager of The Seas menawarkan kabin atau kamar-kamar mewah berbagai tipe untuk para penumpangnya. Di setiap kamar terdapat kamar mandi yang dilengkapi air panas, ada yang shower maupun bath tub tergantung tipe kamarnya. Layanan televisi yang interaktif dan inovatif juga disediakan untuk memanjakan penumpang. Plus sofa dan meja. Kapal ini merupakan hotel mengapung yang menyediakan layanan bintang lima.

Destinasi wisata di Asia masih menjadi pilihan penumpang kapal pesiar Royal Caribean Cruises dari Indonesia, kata  Angie. Menurut dia, prospek bisnis cruise di Indonesia masih sangat besar meskipun baru 1,2 % dari orang Indonesia yang sudah mencoba berwisata dengan kapal pesiar.

“Bagi kami, pasar Indonesia telah tumbuh 25%. Penumpang Royal Carribean dari Indonesia pada tahun 2017 misalnya, meningkat sebesar 40% dibandingkan 2016 dengan total 46.500 penumpang,” ungkap Angie Stephen. Angie menambahkan ada 25 kapal termasuk yang terbesar dan revolusioner yaitu Oasis Class dan Quantum Class yang akan mulai beroperasi pada 2019.

Voyager of the Seas menawarkan 90 pelayaran dari Singapura ke tujuan wisata popular selama 3-9 malam. Rute yang disukai masyarakat Indonesia adalah pelayaran Royal Carribean selama 4D3N ke Malaysia dan Thailand.

Informasi mengenai paket cruises Asia Tenggara dapat diketahui dengan menghubungi PT Multi Alam Bahari International sebagai general sales agent dari Royal Carribean.

Selain berlayar ke Asia, kapal-kapal Royal Carribean Cruises juga berlayar ke Alaska, Eropa, Pasifik Selatan dan Karibia. Untuk melayani rute Karibia, kapal Symphony of the Seas. Kapal pesiar terbesar dunia ini baru saja diluncurkan pada Maret 2018. Memiliki berat nyaris sama dengan 42.200 ekor gajah Asia, panjang 362 meter, dan tinggi mencapai 18 lantai, Symphony of the Sea hadir bak kota terapung besar. Raksasa laut milik Royal Caribbean ini siap menampung hingga 6.000 tamu, yang disebar dalam tujuh distrik. Selain amenitas mumpuni, mulai dari restoran dengan beragam menu lezat, pusat kebugaran, hingga Royal Theater yang memutarkan film-film 3D, kapal ini juga menyediakan beragam permainan mulai dari Escape the Rubicon dan Battle for Planet Z.

symphony

Jika traveling bersama keluarga, unit mewah Ultimate Family Suite dua lantai seluas 125 meter persegi yang dilengkapi ruang sinema dan balkon ini bisa menjadi pilihan. Berangkat dari Barcelona atau Miami, perjalanan laut akan memakan waktu sekitar tiga hingga 12 hari, ke berbagai lokasi, mulai dari kawasan Mediterania, Eropa, Karibia, dan Amerika.

Pssst, hanya penumpang Symphony of the Seas yang diperbolehkan masuk pulau Coco Cay, sebuah tempat wisata bahari yang lengkap dengan fasilitas mewah.

Jangan tunda lagi pengalaman menaiki kapal pesiar, yuk hubungi PT Multi Alam Bahari International sekarang untuk pemesanan dan jadwal keberangkatanmu!

Informasi lebih lanjut:

PT Multi Alam Bahari International

The Boulevard Office & Apartment, 3rd Floor, Unit C1

Jl. Fachrudin Raya No. 5, Jakarta 10250

Telp: 021 3199 1312 /38-39

Email: aindana@rcclindo.com

 

Strolling Around Porto #1

Setelah berkenalan dengan kolega dari Singapura dan Vietnam, saya bergegas bebersih karena kami akan berjalan sore sambil mencari makan malam.

Dan inilah pemandangan saat saya jalan-jalan sore di sekitar Porto.

Blue Sky in Porto

Ini penampakan pedestrian walking area di Porto jam 18:00

Strolling Around Porto #1

Sepertinya ini bagian dari jalanan di area City Hall

Senang sekali saya melihat pedestrian walking area di Porto, bersih! Walau terbuat dari conblock, enggak ada tuh warganya yang iseng nyongkel 😀

Dalam perjalanan dari apartemen Porto Nautico menuju Rua de Santa Catarina, saya menyempatkan mampir di toko suvenir untuk membeli oleh-oleh buat rekan kerja di kantor. Lagi-lagi, saya terlalu menikmati melihat-lihat sampai tidak sempat berfoto di toko tersebut.

Ternyata di Porto banyak bertebaran coffee shop! Tadinya saya pikir di Porto jarang kedai kopi karena minuman andalannya adalah sweet red wine yang biasanya dikenal dengan sebutan Vinho do Porto. Tapi sayangnya saya tidak punya kesempatan untuk mencicipi kopi Porto karena waktu yang terbatas.

Sanzala merupakan coffee shop tertua di Porto. Berdiri sejak 1963, Sanzala tetap eksis di tengah persaingan coffee shop yang lebih modern. Menarik ya?!

Sanzala in Porto

Coffee anyone?

Karena perut sudah berontak kelaparan maka kami mampir ke sebuah restoran yang terletak di Rua de Santa Catarina, di mana di sepanjang jalan terdapat toko branded fashion and apparel.

Untuk ukuran orang Portugal, makan malam kami termasuk yang jamnya terlalu cepat karena biasanya mereka makan malam pada jam 20:00.

Kami pun menjatuhkan pilihan di restoran Porto Duoro tanpa melihat rekomendasi dari google. Dan ternyata pilihan kami tidak salah karena di dalam ada pemandangan keluar yang memanjakan mata!

Porto Duoro, Rua de Santa Catarina, 155 Porto

Saking lapernya, saya sampai enggak sempat foto penampakan restaraunte Porto Duoro

Di Porto, semua makanan akan disajikan dengan asinan buah zaitun. Rasanya unik dan baru kali ini saya mencoba buah zaitun asli soalnya selama ini kan tahunya hanya minyaknya saja. Buahnya sendiri kebanyakan diasinkan mungkin karena kecut maka perlu rasa lain agar kecutnya tidak mendominasi.

Restaurante Porto Duoro, Rua de Santa Catarina, 155 Porto

Keju Porto

Selain wine, Porto terkenal dengan kejunya dan benar, setelah saya coba keju Porto memang nikmat, perlu diketahui, saya bukan pecinta keju!

Setelah perut hangat karena kenyang, saya dan teman-teman melanjutkan jalan-jalan kami dan mulai masuk ke toko-toko yang berjajar tersebut! Saya pun keluar dari toko dengan menenteng tas belanja 🙂 Habis gimana dong, harga kaos untuk anak dan dewasa mulai dari EUR3.50 untuk merek dengan huruf Z di depannya! Bisa dibilang, Porto adalah surganya bagi  yang suka belanja!

Rua de Santa Catarina

Muka happy belanja kaos murah 😀

Sebenarnya ada banyak yang mau saya beli tapi mengingat hanya membawa koper yang kecil maka niat tersebut saya urungkan, ditambah lagi toko-toko di Porto akan tutup mulai jam 20:00. Jadi memang sepertinya semesta tidak mendukung saya untuk berbelanja lebih banyak 😀

Kami pun beranjak pulang untuk beristirahat karena keesokan harinya kami harus menghadiri Finance Summit di Ilhavo.

Di sepanjang jalan, kami tidah habis-habisnya disuguhi pemandangan bangunan bersejarah dari Porto.

Trinity Church Porto

Igreja da Santissima Trindade Porto

Gereja ini biasa dikenal dengan sebutan Trinity Church, Porto. Bangunannya berdiri pada abad ke-19 dengan gaya Neoklasik. Yang menarik, gereja ini punya tegel di bagian luar dindingnya yang berusia berabad-abad!

WhatsApp Image 2018-08-21 at 08.52.02

#neiiPRTtrip

Muka senang walau masih jetlag

WhatsApp Image 2018-08-21 at 08.52.01(7)

WhatsApp Image 2018-08-21 at 08.52.01(8)

Walau dengan penerangan seadanya, saya tetap bisa memotret jalanan Porto yang bersih!

Tungguin cerita saya selanjutnya ya!

related articles:

Porto Nautico Apartment

Tetap dengan mode was-was serta waspada, saya memperhatikan jalanan mulai dari bandara OPO sampai pusat kota Porto yang jarang sekali terlihat kendaraan dengan jumlah banyak. Sungguh pemandangan yang berbeda dengan Jakarta, selalu ramai dan macet. Ternyata, perjalanan dari bandara menuju apartemen bernama Porto Nautico yang beralamat di Rua do Almada 472, União de Freguesias do Centro, Porto hanya saya tempuh 15 menit saja!

baca juga: Nadeem and Sweet Spot

Porto Nautico kalau dilihat dari depan sih enggak terlalu istimewa. Bahkan kalau kolega saya tidak memanggil dari jendela kamar, mungkin saya akan kelewatan. Model pintu lobby apartemen di Portugal itu kecil, tidak seperti di Jakarta yang besar dan terdiri dari banyak tower. Unit pun terbatas, dalam satu apartemen hanya ada 8 unit.

Pepatah “don’t judge book by its cover” nampaknya benar! Coba deh kalian lihat apartemen Porto Nautico setelah berada di dalamnya!

LANTAI DASAR

Porto Nautico menawarkan area untuk ngobrol dengan sesama traveler dengan menyediakan living room yang nyaman.

IMG20180516095122

IMG20180516100216

di luar living room, bisa ditemukan deretan sepeda yang bisa dipakai untuk berkeliling Porto dan juga smoking area agar tidak mengganggu traveler lain yang sensitif terhadap asap rokok.

This area also connecting traveler with the awesome spot they have, an outdoor swimming pool!

LANTAI ATAS

IMG20180516095821(1)

Sayang banget saya saat itu enggak bawa swimsuit!

Tersedia juga ruang bilas setelah berenang,

IMG20180516095909

Bersih dan nyaman!

dan dari atas sini, traveler bisa melihat beberapa bangunan yang menjadi ciri khas kota Porto!

IMG20180516095348

Bisa menentukan mana gereja Fatimah mana yang bukan?

IMG20180516095525

Shameless Selfie at the top of Porto Nautico apartment 😀

IMG20180516095928

IMG20180516100147

Pengen banget bawa pulang tegel-nya!

Kece ya apartemen ini, setiap sudutnya diperhatikan dengan detil! Kira-kira seperti ini unit apartemen yang saya tempati bersama kedua kolega saya yang berasal dari Singapura dan Vietnam,

UNIT KAMAR

IMG20180516084452

Apartemen ini terdiri atas 1 ranjang double, 2 sofa, 1 meja dan kursi untuk bekerja, tersedia pantry dan kamar mandi yang bersih. Sayangnya, karena terburu-buru, saya tidak sempat memotret penampakan kamar mandi seperti apa. Tapi buat saya yang sangat rewel untuk urusan kamar mandi, Porto Nautico memberikan kamar mandi yang bersih dan tertata rapi!

IMG20180516075237

My morning view at Porto Nautico Apartment

Semoga suatu hari nanti saya bisa kembali ke Porto Nautico Apartment bersama keluarga!

Obrigado Porto Nautico!

related articles: