CASA LEMBANG

Kalian sering ga lihat iklan di instagram dengan akun @casalembang berseliweran yang isinya pre wedding  kece-kece di salah satu penginapan yang ada di Lembang, Bandung, Indonesia?

Casa Lembang merupakan sebuah penginapan yang bisa kita temui di airbnb. Kebetulan, pemiliknya Ninit Yunita merupakan founder sebuah komunitas parenting, The Urban Mama.  

Bulan Maret 2017 yang lalu, saya dan keluarga berkesempatan untuk menginap di Casa Lembang. Kenapa Casa Lembang? Karena suami saya sangat suka dengan dataran tinggi yang sejuk cenderung dingin serta dekat dengan tempat hiburan keluarga. Selain itu ada dapurnya sehingga saya bisa memasak makanan terutama MPASI si bungsu. Untuk tamu yang menginap cukup lama, Casa Lembang menyediakan mesin cuci untuk membersihkan pakaian Anda.

Dan, ternyata setelah saya masuk ke Casa Lembang, saya ga mampu berkata-kata…. Let the pictures speak itself!

WhatsApp Image 2017-03-24 at 18.04.47

DSC_2927

DSC_2926

Kece banget kan?! Anak-anak saya sangat suka diajak ke Casa Lembang. Si sulung berkhayal suatu hari nanti dia memiliki rumah di dataran tinggi seperti Casa Lembang.

Rumah dengan dua lantai dan ada patio-nya membuat kami betah dan ingin menginap lebih lama di Casa Lembang! Semua spot di Casa Lembang photogenic and instagramable! Gak heran banyak pasangan yang membuat foro pre wedding di sini. Sore sampai malam hari kita bisa memanfaatkan ruang terbuka di samping rumah sebagai tempat untuk makan malam dan berkumpul bersama.

Semoga di lain kesempatan, kami bisa menikmati Casa Lembang lebih lama lagi.

DSC_2935

Buat yang ingin bermalam di Casa Lembang, buruan deh mampir ke https://www.airbnb.com/rooms/17086239 dan pesan di sana sebelum keduluan yang lain. Denger-denger nih CasaLembang full booked terus 🙂

Instagram: @casalembang

Advertisements

[BANDUNG] Floating Market Lembang

20141215_171106

20141215_164609

20141215_164527

20141215_163956

Kalian pasti udah tahu salah satu tempat wisata di Lembang yaitu Floating Market yang terkenal itu 🙂

Saya menulis tempat wisata yang satu ini karena ditagih oleh anak saya yang sulung, dia senang sekali ke Floating Market Lembang Bandung.

Pertama kali ke tempat ini beberapa tahun yang lalu dan sudah banyak juga perubahan yang terjadi, tandanya bagus kan manajemen Floating Market Lembang Bandung terus bebenah diri memberikan wisata yang nyaman bagi pengunjungnya.

Biasanya saya akan datang ke Floating Market Lembang Bandung ini saat jam buka sekitar jam 9 pagi, saat matahari belum terik dan tempat wisata masih sepi. Tiket masuk mobil dipatok Rp30.000 dan tiket wisata sebesar Rp15.000 per orang  yang dapat ditukarkan dengan lemon tea/hot cappucino/hot chocolate.

Biasanya, pengunjung yang datang banyak menghabiskan waktu di pasar apung yang penuh dengan aneka jajanan. Kita cukup menukar uang kertas dengan koin yang dapat dibelanjakan di setiap tempat jajan yang ada di atas danau. Tak perlu kuatir, apabila masih ada sisa uang koin, kita dapat menukarkannya kembali dengan uang kertas yang biasa kita gunakan 🙂

Beberapa spot yang biasanya saya kunjungi untuk bermain atau berfoto adalah sebagai berikut:

Duduk duduk didepan danau sambil merasakan semilir angin yang bertiup. Sejak hamil anak kedua, kalau saya main ke FMLB, saya hanya duduk duduk saja di depan danau sambil menunggu anak pertama saya selesai bermain di FMLB.

Taman Kelinci

Keponakan saya menemukan tempat paling asik untuk berinteraksi dengan kelinci. Hanya dengan membayar Rp20.000, kita mendapatkan dua buah wortel sebagai makanan kelinci. Yang paling menarik adalah, di sini anak-anak bebas untuk menghabiskan waktunya sampai bosan.

Becak Mini

Area bermain ini cukup lucu karena becak dibuat seukuran dengan anak-anak dan dikayuh oleh anak-anak. Mereka dapat menikmati permainan ini sebanyak 4 kali putaran dan tiket dihargai sebesar Rp20.000.

Taman Miniatur Kereta Api

20141215_162849

Ini merupakan taman kesukaan putra sulung saya 🙂

Kalau sudah kesini, dia enggan pulang! Memang sih taman ini dibuat bagus, saya pun tertarik untuk mengunjungi taman ini, hanya saja tidak ada pepohonan sehingga panas terik matahari benar-benar terasa di atas kepala.

The Rock

Ada satu taman yang letaknya tidak terlalu keliatan tapi ternyata cantik untuk dijadikan tempat berfoto. The Rock merupakan taman buatan yang desainnya terbuat dari kayu sehingga memberikan kesan natural.

Kalau kalian merencanakan untuk berwisata ke Bandung, kalian bisa melihat rekomendasi akomodasi yang pernah saya review di sini

Selamat berakhir pekan dan berwisata 🙂

-@HoneyJT-

[BANDUNG] Past, Present, Future at Geologi Museum

20150106_141758

Bandung, yes! Bandung again…

The nearest big city from Jakarta that attract so many hearts!

This time, we went to Museum Geologi, Jl. Diponegoro No. 57, Bandung, West Java, Indonesia on a sunny day 🙂

20141214_101919

I was wrong about Museum in Indonesia! I think that museum in Indonesia is spooky, not maintained well and collections are so-so. But, once again I was wrong!

This is our second time visiting museum, and we are surprised because there are so many collection and different theme at every level.

At entrance door, we can spot mammoth 🙂

Manny the Mammoth

Manny the Mammoth

On first level we will see the history of living creatures, from amonites to homo sapiens 🙂

My first son was excited to see the age of first living creatures to the age of ancient shark called megalodon!

20141214_102423

 On second level we can learnt about geology, the structure of rock to earthquake simulator.

20141214_104526

Entrance Fee: Rp3.000 per person

Open: Mon-Thu 08.00-16.00, Sat-Sun 08.00-14.00, Friday OFF

Have yourself a great day at the museum!

– @HoneyJT-

[LIBURAN LOKAL] DAGO-JAKARTA

de tuik

Hello!

Postingan kali ini adalah perjalanan pulang saya dan keluarga dari Bandung kembali ke Jakarta, kembali ke rutinitas harian kami. Perjalanan sejak hari pertama kami ke Bandung bisa dibaca di sini 🙂

Pagi hari kami sempatkan mencari kue balok di pasar Dago seperti cerita kami di sini, dan ternyata pasar Dago itu seperti pasar kaget. Ada kios yang berada di dalam pasar, dan ada pedagang yang berjualan di sepanjang jalan. Mama saya membeli bawang merah dan beberapa sayuran yang segar, saya sendiri berburu nasi uduk karena sebenarnya ngidam nasi uduk Bu Eha di pasar Cihapit sedangkan suami saya, terpaksa tenggorokannya bengkok karena tidak terlihat penjual kue balok ataupun soerabi oncom 🙂

Setelah puas melihat pasar Dago, kami menuju guest house untuk sarapan, mandi dan beberes. Sarapan yang disediakan Bantal Guling Guest House bervariasi.  Lumayan juga menikmati sarapan pagi sambil memandang kota Bandung dari kejauhan 🙂

Kami mampir di de Tuik sebelum langsung menuju Jakarta, family resto dengan konsep cowboy.

Picture 041

de Tuik terbagi atas area indoor dan outdoor. Tentu saja kami memilih area outdoor sehingga bisa memandang gunung dan menikmati udara sejuk Bandung.

Picture 042

Namun sayang konsep resto yang menarik ini belum disertai dengan pelayanan yang cepat, pesanan makanan kami datang lebih daripada 30 menit padahal hanya memesan pasta dan es krim goreng. Pasta yang dimasak pun masih kurang al dente namun terselamatkan oleh rasa dan presentasi yang bagus. Semoga di kunjungan kami berikutnya de Tuik mengalami peningkatan dalam pelayanannya.

Setelah terburu-buru menyelesaikan santapan pesanan, kami menuju pusat oleh-oleh dan kembali ke Jakarta. Kami menyempatkan berhenti di rest area km 97 untuk makan siang. Kedai langganan kami adalah Kedai Mandiri yang letaknya di atas karena kami bisa memandang jalan tol di kejauhan.

Day 3 Expenses:

Belanja di pasar Dago Rp 40.000

de Tuik                    Rp148.000

Oleh-oleh                 Rp347.000

Makan siang              Rp162.000

Tol                          Rp 55.000

Total                       Rp752.000

Semoga postingan in dapat memberikan referensi kalau kamu mau quick gateway ke Bandung 🙂

[LIBURAN LOKAL] Floating Market-Dusun Bambu-Boemi Joglo

Picture 008

Pagi-pagi, papa saya sudah rapi dan mengajak cucunya keliling daerah hotel 🙂

Sebelum kami beranjak meninggalkan hotel, sarapan telah tersedia dan kami bisa menyantapnya di dalam kamar atau pun di ruang makan yang telah disediakan.

Picture 017

Beberapa tempat wisata yang akan kami tuju hari ini adalah Floating Market dan Dusun Bambu.

Sampai di floating market tepat saat jam buka memang menyenangkan karena belum ramai dan yang paling menarik bagi #D1 adalah Taman Minatur Kereta Api! Sedangkan saya yang sedang hamil memilih duduk-duduk sambil menikmati angin bertiup 🙂

20150411_100014-1

20150411_104626

Taman Miniatur Kereta Api and look at his face!

Taman Miniatur Kereta Api and look at his face!

Lain kali saya akan posting terpisah mengenai Floating Market, perjalanan dilanjutkan ke Dusun Bambu.

Setibanya kami di Dusun Bambu ternyata sudah ramai dan mulai gerimis 😦

Dengan menggunakan mobil yang berkeliling kami diantar ke dalam lokasi Dusun Bambu yang terdiri dari beberapa area. Saya juga akan posting terpisah mengenai Dusun Bambu ini.

Picture 023

sebagian lahan yang masih hijau

naik mobil menuju area dusun bambu

naik mobil menuju area dusun bambu

Karena banyaknya pengunjung dan kami harus antri cukup lama untuk bisa makan di Lutung Kasarungkami memutuskan untuk berfoto-foto saja dan memilih makan di Pasar KhatulistiwaPsssst, sate ayam di sini enak! dan Anda perlu membeli voucher untuk membeli makan di sini.

tampak dalam Lutung Kasarung

tampak dalam Lutung Kasarung

Picture 035

IMG_20150413_115132

Setelah sate ayam dirasa cukup mengganjal perut, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat menginap malam ini di Bantal Guling Guest Housetepatnya di Jl. Bukit Dago Utara II No. 20C (di sekitar belakang S2 Fisip Unpad). Kami agak kesulitan mencari lokasi penginapan ini sehingga harus berputar-putar dan begitu tiba di lokasi, kamar sempit dan ranjang banyak semut merah namun tertolong oleh staff yang ramah dan sarapan pagi yang terdiri atas beberapa pilihan. I wouldn’t come back again, sorry to say.

Malam harinya, kami beranjak ke Boemi Joglo, sebuah tempat makan yang mengusung tema Jawa dan makanan andalannya nasi liwet. Untuk mencapai Boemi Joglo, lewat saja jalan alternatif melalui arah masuk komplek Dago Highland Resort, putar arah dan kemudian belok kiri setelah melihat plang beberapa rumah makan di Dago Pakar.

Picture 039

Picture 038

Picture 037

Harga makanan standar, yang pasti kami kenyang malam ini *elus perut*

Bye for now, besok pagi suami mau nyari kue balok di pasar Dago 🙂

Postingan hari pertama bisa dibaca di sini

Day 2 Expenses:

Floating Market     Rp 85.000

Taman Miniatur KA Rp 30.000

Dusun Bambu        Rp 85.000

Sate Ayam           Rp 16.000

Warung Ma’ Mur    Rp 30.000

Guest House         Rp430.000

Total                      Rp676.000

@HoneyJT

[LIBURAN LOKAL] Jakarta-Subang-Lembang

20150411_131614

Dalam rangka liburan mid semester  anakku  yang SD dan merayakan ultah papa dan aku yang bersamaan,  kami memutuskan berlibur ke Bandung.

Perjalanan dimulai dari menjemput kedua orangtuaku di kawasan Jakarta Pusat kemudan dilanjutkan menjemput #D1 di sekolahnya dan dia terkejut sekaligus sumringah saat melihat mama saya muncul di hadapannya!

Namun, kami gak langsung meluncur ke Bandung via Subang karena  koper #D1 ternyata tertinggal di rumah! Maklumlah kami selalu melakukan segala sesuatu sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga sehingga wajar kalau ada yang tertinggal….. HAHAHAHAHA

Long story short, kami sampai juga di Hotel Narima, tempat  menginap satu malam. Bersyukur sekali karena penginapan ini bersih, mulai dari ranjang, bantal sampai toilet! Fasilitasnya termasuk lengkap mulai dari air panas, kulkas kecil dan kolam renang. Cukup layak mengingat jalan masuk ke dalam lingkungan hotel agak sempit, dalam dan sedikit rusak. Kami menginap di kamar dengan kapasitas empat orang dewasa dengan dua ranjang king size!

Picture 016

Picture 015

Picture 006

Mengetahui ada kolam renang, #D1 memutuskan untuk bermain air walaupun cuaca cukup berangin dan air kolam terasa dingin 😀

20150410_172151-1

Kegiatan selanjutnya, kami makan malam di Mandarin, sebuah chinese food resto yang selalu jadi langganan keluarga besar suami aku setiap kali main ke Lembang.

Perut kenyang hati senang, kami kembali ke hotel untuk beristirahat. Besok kami akan pindah hotel ke daerah Dago, let’s packing!

Expenses:

  • Hotel                   Rp 550.000
  • Jajan di perjalanan Rp   50.000
  • Makan malam        Rp  280.000
  • BBM                    Rp  250.000
  • Tol                      Rp   30.000

TOTAL                           Rp1.160.000

Perjalanan hari kedua kami dapat dibaca di sini sedangkan hari ketiga bisa dibaca di sini

@HoneyJT

Snacking Time at Miss Bee

20141214_181426

Bandung always offer new hangout spot!

And I would like to review this new hangout spot called Miss Bee Providore

Miss Bee is located in Rancabentang, Ciumbuleuit, an area that designed with colonal architecture.

They always full on week end so, make sure that you find the right time to visit Miss Bee.

I visited Miss Bee twice, the first one was on Saturday evening, near Halloween and I got number 14 on the queue… So I decided to gave up eventough I already fall in love with this place!

20141018_174501

I love how Miss Bee selected a theme and go all out for the decoration 🙂

Two months later, I finally got a spot for snacking on Sunday evening, a BIG Yeay!!!

Miss Bee not only provide restaurant but also  playground, indoor and outdoor. Children can play while waiting for table set up.

20141018_175035

Since the glass house is always full, I got a table in the house that feel really homey!

And the menus are delicious!

20141214_184201

I am absolutely gonna comeback to Miss Bee and have my spot in the glass house!

You can get daily merchandise if you share your menus in Miss Bee’s social media 🙂

20141214_181610

Thank you Miss Bee for your kind hospitality :*

@HoneyJT