Natur Green Action

Kalian masih ingat kan ya ulasan saya tentang cara saya merawat kekuatan dan kesehatan rambut dengan NATUR Hair Care?

Minggu lalu, NATUR kembali mengadakan acara berupa olahraga zumba bersama dan bertemu dengan bintang tamu seperti Luna Maya (selebriti) dan Tasya Farasya (beauty influencer) di Hari Bebas Kendaraan, Minggu, 8 Juli 2018 yang bertempat di sekitar jalan M.H Thamrin, Jakarta Pusat.

Setelah peserta melakukan registrasi ulang untuk mendapatkan kupon doorprize dan sarapan. Tersedia juga photo booth yang apabila kita membagikan inforasi mengenai acara yang sedang berlangsung, kita akan mendapatkan satu sachet shampoo NATUR.

IMG20180708072249

Tommy Dewantara selaku instruktur zumba mengajak peserta yang kebanyakan perempuan untuk bergerak bersama.

IMG20180708065320

IMG20180708065232

Setelah badan terasa segar dengan ber-zumba, duo MC Molan dan Surya mengajak Tasya Farasya untuk berbagi pengalamannya menggunakan NATUR Hair Care. Walau rambutnya hitam dan keriting, tidak ada niatan Tasya untuk mengubah penampilannya. Baginya, segala sesuatu yang NATURal merupakan pilihan terbaik, sama seperti NATUR Hair Care yang Tasya pilih untuk merawat mahkotanya.

IMG20180708073646

Sambil menunggu bintang tamu selanjutnya, yaitu Luna Maya, diadakan doorprize dengan hadiah utama water filter dari Kangaroo Healthy Home Appliances Indonesia. Awalnya, Kangaroo memasuki pasar di Vietnam dengan dua produk unggulan yaitu water filter dan water heater. Kini, Kangaroo hadir di Indonesia dengan beragam produk seperti blender, kipas angin, steam cooker dan lainnya.

IMG20180708080439

Selain itu, peserta juga dapat menukarkan botol plastik bekas sebagai aksi mendukung pelestarian lingkungan bersama NATUR serta mendapatkan sampel produk.

IMG20180708075859

Akhirnya, yang ditunggu tiba juga…. Luna Maya berbagi pengalaman menggunakan NATUR Hair Care. Ternyata model yang berbakat di dunia akting ini sudah lama menggunakan NATUR Hair Care untuk merawat rambutnya.

IMG20180708081118

Saat ini, Luna Maya sedang syuting sebuah film yang mengharuskannya memakai wig sepanjang hari yang menyebabkan rambutnya rontok. Untungnya ada NATUR Hair Care yang membantu merawat rambut panjangnya untuk tetap kuat!

Terima kasih untuk NATUR Hair Care, komunitas sahabat blogger, dan Kangaroo Indonesia atas undangannya!

Advertisements

33 Degree Sky Bridge

Sebagai pekerja kantoran yang terkadang harus keluar untuk meeting dengan kolega, biasanya kita memilih restoran atau coffee shop. Kalau meeting pas jam makan siang, pilihan saya langsung jatuh ke restoran yang menyediakan lunch meeting. Tapi kalau harus meeting di jam tanggung (biasanya setelah jam makan siang atau bahkan setelah jam pulang kantor), saya sebenarnya kurang merasa sreg untuk bertemu di coffee shop.

Kenapa? Karena terkadang business meeting membicarakan hal-hal yang cukup private & confidential. Jadi, kalau bukan di coffee shop, pilihannya di mana lagi dong untuk meeting?

Kebetulan banget nih, minggu lalu saya diundang oleh 33 Degree Sky Bridge dan blogger crony untuk menghadiri jamuan di sebuah hotel di bilangan Jakarta Utara. Yuk kenalan dengan 33 Degree Sky Bridge!

IMG_20180709_133146

33 Degree Sky Bridge merupakan rooftop lounge and bar yang terletak di lantai ke-33 Aston Marina Hotel, Ancol, Jakarta dengan kapasitas 250 orang. Lounge & bar ini menawarkan view yang menarik jika dibandingkan dengan rooftop lounge and bar lainnya, karena di sini pengunjung bisa menikmati dua pemandangan sekaligus, yaitu city view Jakarta Utara dan ocean view dari Teluk Jakarta.

IMG20180704160648

City View of North Jakarta

IMG20180704160456Ocean View of Jakarta Bay

Selain pemandangannya yang memanjakan mata,  area indoor 33 Degree Sky Bridge didesain dengan konsep interior bohemian style. Sedangkan di area outdoor, terdapat kursi berwarna putih yang terbuat dari rotan. Kesan dekorasi ini mengingatkan saya akan beach club yang dapat ditemui di daerah Seminyak, Bali. Pengunjung pun dapat memilih untuk ditempatkan di lounge dengan city view atau ocean view.

IMG20180704172425

IMG20180704160636

33 Degree Sky Bridge menyediakan high tea+ (high tea plus) bagi pengunjung yang dapat dinikmati mulai dari harga Rp110.000 net per orang (promo berlaku 4 Juli – 4 Agustus 2018) .

Kalian sudah familiar belum sih dengan yang dinamakan high tea? Kebiasaan meminum teh sudah dikenal bangsawan Inggris sejak tahun 1800-an yang biasa dikenal dengan sebutan afternoon tea, disajikan di antara jam 3 sore sampai jam 4 sore. Untuk menemani minum teh, dibuatlah kudapan seperti finger sandwich serta kue tart dengan ukuran kecil sehingga tidak mengenyangkan.

Nah, kalau high tea, biasanya kalangan yang meminumnya adalah para pekerja buruh pabrik. Pada masa revolusi industri di Inggris abad ke-18, banyak bermunculan pabrik. Para buruh biasanya pulang dari pabrik di antara jam 4 sore dan jam 5 sore dalam kondisi lapar. Karena budaya minum teh di Inggris yang sangat kuat, maka para buruh juga minum teh sambil makan dengan menu makanan yang mengenyangkan. Maka lahirnya istilah high tea karena memakan makanan “berat” seperti makan malam di high table (meja makan).

Setiap harinya, menu di 33 Degree Sky Bridge selalu berganti namun tetap mengutamakan menu makanan Indonesia. Ini juga yang membedakan 33 Degree Sky Bridge dari restoran high tea lainnya, menu yang disajikan terdiri atas tapas (makanan yang disajikan dalam porsi kecil) dan makanan Indonesia. Minuman yang disajikan berupa teh, kopi, jus dan ice lemon tea.

Penasaran menu high tea+ apa saja yang disajikan oleh 33 Degree Sky Bridge?

33

IMG20180704155746

IMG20180704162417

Sore itu, tapas high tea+ yang disajikan oleh 33 Degree Sky Bridge terdiri dari aneka jenis pastry, samosa, pastel, sandwich sampai aneka jenis salad mulai dari buah yang ditusuk seperti sate hingga salad pasta, pisang goreng, dan bakwan. Menu makanan Indonesia disajikan berupa nasi hijau dengan lauk orek tempe, oseng sayur, ayam goreng, irisan telur dadar dan sambal kacang. Perpaduan nasi hijau dengan lauk serta sambal kacang cocok banget di lidah saya, jadi pengen nambah terus *oops

Bagi pengunjung yang merupakan tamu menginap di Aston Marina Hotel, dapat menikmati suguhan high tea+ yang sudah siap sejak jam 16.30 dengan memanfaatkan voucher potongan harga sebesar Rp50.000. Menarik banget kan penawarannya?! Saya pun jadi tergoda untuk staycation bersama keluarga sambil menikmati high tea+ dari ketinggian.

IMG-20180705-WA0016

lagi cerita ketinggalan pesawat ke kakak Idfi

IMG-20180705-WA0008

obrolan perempuan bareng mpok Wawa

Nah, daripada kena macet ibukota yang bikin stres, mendingan mampir ke 33 Degree Sky Bridge dan dijamin obrolan bisnis pun jadi lebih menyenangkan 🙂

Terima kasih untuk 33 Degree Sky Bridge dan blogger crony untuk jamuan high tea+ yang memanjakan mata dan lidah saya 🙂

Further information:

33 Degree Sky Bridge

Address: Aston Marina Hotel, 33th floor, Jalan Lodan Raya No 2A, Ancol, Jakarta Utara

Phone: +62 21 6983 7120

Opening hours: 16:30-20:00, Wednesday to Sunday

LIMA Nilai dalam Keseharian

Ingatan saya melayang ke masa kecil saat bermain permainan “Pancasila Lima Dasar”. Permainan itu butuh maksimal lima orang dengan cara ber-hom-pim-pa sambil menyebutkan hal apa yang mau disebutkan. Kemudian menghitung jari dengan menyebutkan abjad lalu setelah itu masing-masing menyebutkan hal yang disepakati dengan berawalan abjad yang dihitung tadi.

Apakah kalian juga pernah bermain Pancasila Lima Dasar?

Tepat di hari lahir Pancasila, saya bersama komunitas Sahabat Blogger dan ShopBack menonton film LIMA. Sebelum menonton saya mulai mencari tahu apakah film LIMA itu. Setelah saya membaca berita mengenai film LIMA, saya menjadi penasaran bagaimana kelima sutradara saling bekerja sama agar film tersebut dapat berkesinambungan.

maxresdefault

Ide film ini berawal dari salah satu sutradara LIMA, Lola Amaria yang kemudian mengajak keempat temannya untuk menggarap film LIMA. Lola melihat adanya krisis penghayatan Pancasila dalam masyarakat, sekaligus mengekspresikan kegelisahan dan harapan melihat Indonesia yang lebih damai pada masa yang akan datang.

Film diawali dengan cerita meninggalnya Maryam (Tri Yudiman), ibu dari tiga bersaudara, Fara (diperankan Prisia Nasution), Aryo (Yoga Pratama), dan Adi (Baskara Mahendra).

Scene dilematis dimulai ketika terjadi perdebatan mengenai jenazah ibu mereka dari sudut pandang agama masing-masing. Bahkan ada juga adegan jenazah Maryam ditolak untuk disholatkan di mesjid karena dia yang meninggal dalam posisi sebagai muslimah dikisahkan sebelumnya pernah memeluk agama Kristen. Adegan sila pertama yang diciptakan sutradara Shalahuddin Siregar ini dapat diselesaikan dengan damai.

Setelah Aryo ditinggal ibunya, dia merasa kesepian sehingga kerapkali mengenang ibunya dengan bermain piano. Saat Aryo mengunjungi toko musik, pemilik toko sempat berujar, “Kita yang memilih diam juga sama pengecutnya”, membuat Aryo berpikir mengenai bully yang terjadi di sekolahnya. Puncaknya saat Aryo mau menolong seorang pencopet ketika dia dalam perjalanan pulang ke rumah.

Rasanya, adegan sila kedua yang disutradarai oleh Tika Pramesti ini merupakan adegan yang membuat pilu karena seolah-olah nyawa manusia tidak ada harganya. Masyarakat dengan mudahnya menghukum orang yang bersalah dengan main hakim sendiri.

Adegan ini disutradarai oleh Lola Amaria diawali dengan cerita Fara yang merupakan pelatih renang mendapatkan kabar gembira kalau Indonesia dapat mengikuti ajang kompetisi internasional namun hanya satu orang yang dapat dikirim. Pemilik klub renang memaksa Fara untuk mengirim Andre yang seringkali terlambat datang untuk latihan. Sebenarnya Fara mengajukan Kevin yang lebih baik performance-nya daripada Andre namun karena Kevin seorang keturunan Tionghoa maka ditolak. Hal ini menyebabkan Fara mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai pelatih renang.

Cerita bergulir sampai ke adegan keempat di mana Fara, Adi dan Aryo kedatangan notaris yang jasanya digunakan oleh Maryam. Ibu mereka telah meninggalkan sejumlah warisan untuk segera diselesaikan. Penolakan keras terjadi dari Aryo yang merasa bahwa saat itu bukan waktu yang tepat untuk berbagi warisan. Tentu saja konflik sila keempat yang disutradarai oleh Harvan Agustriansyah ini akhirnya mencapai mufakat.

Adegan terakhir diceritakan tentang si bibi yang memutuskan untuk kembali ke desa karena merasa sudah tidak ada lagi yang bisa dia kerjakan di keluarga Maryam. Lagipula si bibi ingin membesarkan anak-anaknya di sisa hidupnya. Akibat absennya si bibi, kedua anaknya mencoba untuk mengambil bibit cocoa di perkebunan orang lain. Kejadian ini membuat kedua anak si bibi berhadapan dengan hukum.

Lalu, bagaimana kelanjutannya? Yuk tonton film LIMA yang menciptakan narasi positif demi bangsa Indonesia yang lebih maju ketimbang menghidupkan narasi negatif tentang intoleransi atau terorisme.

 

Film LIMA begitu berkesan bagi saya karena mampu mengingatkan lagi arti Pancasila yang bukan hanya sekadar ideologi negara tetapi sejatinya merupakan pandangan hidup kita sehari-hari.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila pertama yang mengajarkan kepercayaan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Sila kedua yang mengakui manusia diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa, yang sama derajatnya, yang sama haknya dan kewajiban-kewajiban azasinya, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, dan keparcayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. Karena itu dikembangkanlah sikap saling ,mencintai sesama manusia, dan sikap tenggang rasa.
  3. Persatuan Indonesia. Sila ketiga menempatkan manusia Indonesia pada persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan Bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Sila keempat menyatakan bahwa manusia Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Dalam menggunakan hak-haknya ia menyadari perlunya selalu memperhatikan dan mengutamakan kepentingan negara dan kepentingan masyarakat.
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila kelima mengingatkan kita untuk mengembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta menghormati hak-hak orang lain.

Nilai-nilai luhur Pancasila mampu menyatukan berbagai perbedaan dan justru dengan segala keberagaman yang ada di bangsa Indonesia memperkuat jati diri kita.

Mungkin kalau semua dari kita benar-benar menghayati nilai-nilai Pancasila tidak akan terjadi keriuhan di media sosial yang tiada henti 🙂

Terima kasih Lola Amaria dkk yang sudah membuat film yang wajib ditonton oleh semua anak bangsa yang peduli dengan Indonesia.

Doa saya, semoga kedepannya lahir film-film kebangsaan yang bermutu seperti LIMA!

*artikel ini menjadi pemenang dalam lomba blog yang diselenggarakan shopback dan komunitas sahabat blogger

Terbang Menembus Langit

Dua minggu lalu, saya bertemu dengan sahabat-sahabat SMA di sebuah restoran tepat di seberang sekolah kami dulu. Ada yang baru saja mendarat terbang dari Pulau Kalimantan untuk dinas di Jakarta, ada yang baru berulang tahun, ada yang memilih Long Distance Love dan banyak cerita yang terjadi selama kurun waktu hampir 8 tahun kami lulus dari jenjang SMA!

Bahkan, saya punya sahabat yang kami sama-sama dari SD sampai SMA dan dia sudah menjadi dokter bedah mulut sekarang. Ketika bertemu, teman saya bercerita bagaimana generasi zaman now kehilangan daya juang, manja dan google minded. Betapa anak-anak zaman sekarang mengandalkan Google untuk menjawab semua pertanyaan yang dihadapkan kepadanya. Padahal, di dunia kedokteran, kebiasaan pencarian di mesin pencari sangatlah berbahaya karena di luar sana banyak sekali opini yang belum tentu teruji secara klinis. Dulu saja, teman saya harus membaca puluhan jurnal kedokteran hanya untuk menjawab satu pertanyaan tentang penyakit yang diderita pasiennya.

Tidak dapat dipungkiri, saya juga merasakan hal yang sama dengan anak sulung saya. Salah satu cara untuk mengubah cara pandang dia dalam kemudahan hidup adalah dengan memberikan contoh nyata tentang perjuangan seseorang baik melalui buku ataupun menonton film.

Kali ini, saya memilih film Terbang Menembus Langit, sebuah film biopic tentang seorang anak muda bernama Onggy, berkebangsaan Indonesia keturunan Tionghoa. Onggy berasal dari Pulau Tarakan yang memiliki mimpi untuk keluar dari belenggu kemiskinan dan berjuang mati-matian untuk bisa sukses!

Terbang Menembus Langit - riyardiarisman.com

Pic by riyardiarisman.com

Cerita bergulir menceritakan kehidupan Onggy kecil dengan keluarganya. Ayahnya seorang pegawai di toko kelontong, kakaknya cerdas di sekolah namun memilih untuk tetap tinggal di Tarakan untuk menggantikan ayahn mereka menjadi tulang punggung keluarga.

Onggy yang telah beranjak dewasa tetap memegang nasehat ayahnya untuk memilih kebebasannya sendiri dan menjaga nama baik keluarga akhirnya memilih untuk melanjutkan kuliah di kota Surabaya.

Untuk membiayai kehidupan dan kuliahnya, Onggy mulai berdagang kecil-kecilan. Awalnya berjualan buah-buahan, gagal. Kemudian berjualan jagung bakar, gagal lagi. Selanjutnya berjualan kerupuk, gagal juga!

Kegagalan awal tidak membuat Onggy menyerah sampai akhirnya dia berhasil menjadi pekerja kantoran. Tapi perjuangan tidak berhenti sampai di situ. Onggy masih mencari kebebasannya. Bahkan Onggy muda melepaskan karier cemerlangnya di kantor hanya untuk mencari kebebasannya.

Kebanyakan orang mungkin akan bilang kalau Onggy ini bodoh karena melepaskan kehidupan terjamin dan nyaman yang dimilikinya. Namun Onggy punya pemikiran tersendiri.

Walaupun berkali-kali gagal, Onggy tidak patah semangat ataupun mengeluh sedikit pun! Sampai akhirnya dia memutuskan membawa istri serta anaknya merantau ke Jakarta.

Tiba di Jakarta dengan harapan dapat memiliki kehidupan yang lebih baik tidak juga didapat Onggy karena pada saat yang bersamaan, terjadi kerusuhan Mei 1998 yang mengerikan untuk warga keturunan Tionghoa.

Ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya dengan Onggy dan keluarganya? Kalian wajib tonton  Terbang Menembus Langit di bioskop kesayangan sebelum kehabisan!

SOENG – Skin Care with Natural Extract

Kulit merupakan organ terbesar di tubuh manusia maka perlu dirawat terutama bagian wajah. Dua tahun lalu, saya punya masalah dengan kulit wajah yang kering dan kusam. Belakangan baru saya sadar untuk melakukan perawatan untuk mengatasi masalah tersebut. Keseringan sih saya menggunakan skincare produk drugstore yang tersedia di pasaran.

Beberapa waktu lalu, saya mencoba produk lokal yaitu SOENG – Skin Care with Natural Extract. Kenalan dulu yuk dengan SOENG skin care!

DSC_3160.JPG

SOENG skin care ini merupakan produk perawatan kulit yang dirilis oleh Sonya Natural Holistic Centre (SNHC). SNHC sendiri merupakan Pusat Perawatan Tubuh dan Kecantikan yang menggunakan terapi akupunktur (tusuk jarum) yang dipadu dengan peralatan berteknologi modern seperti soft laser. Lahir di Semarang pada tahun 1992 dengan nama Holistic Center dan pada 2005  Holistic Center hijrah ke Jakarta.

Demi memberikan pelayanan yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan pribadi para klien, seiring dengan perkembangan teknologi di bidang kesehatan, kecantikan, dan pelangsingan, pada 2009 Holistic Centre kemudian berganti nama menjadi Sonya Natural Holistic Centre (SNHC) dengan filosofi “Di setiap tubuh yang sehat terdapat kecantikan dan keseimbangan berat badan.”

Skin care ini merupakan hasil riset dan pengalaman dr. Sonya Go yang juga merupakan pemilik SNHC ketika menangani klien-kliennya. SOENG skin care diproduksi dengan menggunakan bahan-bahan alami. Skin care ini dikhususkan untuk merawat kulit yang selalu bersentuhan dengan make up.

Penasaran dengan rangkaian SOENG skin care? Sama, saya juga! Bahkan saya sudah mencobanya langsung. Inilah review saya atas 5 rangkaian SOENG skin care dengan cara pakai berurutan:DSC_3556

SOENG CLEANSING MILKDSC_3557Sehabis menggunakan make up, wajah perlu dibersihkan dengan sebaik-baiknya agar tidak ada sisa make up  yang dapat menimbulkan jerawat serta komedo. SOENG CLEANSING MILK ini ampuh mengangkat riasan yang cukup tebal tanpa menimbulkan iritasi. Kotoran pada wajah pun terangkat sempurna dan menjadikan wajah bersih. Wanginya pun lembut.IMG20180312124929IMG20180312123814

SOENG CLEANSING WASHDSC_3558.JPGSaya suka after feel sehabis menggunakan SOENG CLEANSING WASH karena terasa bersih tapi tidak membuat kulit wajah kering-ada rasa tertarik-kaku. Super laff! Hanya dengan 3 kali pump, busa yang dihasilkan cukup melimpah dan wanginya tidak mengganggu.IMG20180312124946IMG20180312123707

SOENG FACIAL POLISHIMG20180312125138Setelah wajah dibersihkan dari make up, apakah cukup sampai di situ? Oh, tentu tidak! Walau kulit wajah terasa sudah bersih tapi ternyata masih ada sel kulit mati yang menempel. Sel kulit mati yang masih menempel di kulit wajah bisa menghambat skincare untuk bekerja optimal. Sayang kan udah investasi uang dan waktu untuk merawat wajah tapi hasilnya gak maksimal?! Saya mencoba SOENG Facial Polish yang kemasannya gemesin (mudah dibawa kemana-mana) dan suka banget sama efeknya! Formulanya ringan, eksfoliasinya tanpa butiran sehingga aman digunakan setiap hari.IMG20180312124132

saya pakai SOENG FACIAL POLISH di tangan yang sudah dicuci bersih sekali dengan SOENG cleansing milk serta cleansing wash. Hasilnya butiran titik abu kecil sekali itu adalah kulit mati yang berhasil terangkat!

 

SOENG SOOTHING TONERDSC_3559Setelah kulit diambil lapisan terluarnya pasti mengakibatkan kulit sedikit “terganggu”. Nah biar gangguan itu ga berlanjut jadi iritasi, SOENG SOOTHING TONER memberikan efek tenang terhadap kulit wajah sehingga siap untuk menerima perawatan selanjutnya.IMG20180312125030IMG20180312124628

SOENG BRIGHTENING SERUMDSC_3560Dengan kandungan Vitamin C, SOENG BRIGHTENING SERUM membantu mencerahkan kulit wajah. Tips, sebaiknya serum ini digunakan pada malam hari. Kenapa? karena kandungan Vitamin C sensitif terhadap sinar matahari. Boleh-boleh saja menggunakan serum ini di pagi hari namun wajib menggunakan sunscreen agar kulit tidak terbakar matahari.

Kalian tertarik untuk mencoba?

Sila kunjungi website: http://soengnatural.com/ untuk pembelian produk secara online

IG: @soengskincare

CHRISYE a film by Rizal Mantovani

Kalau baca judul tulisan ini, pastinya udah tau dong siapa Chrisye itu? Chrisye, legenda pop Indonesia dengan single dan album yang hits.

Tentunya ga susah ya untuk mencari tahu siapa Chrisye, apa yang sudah dilakukannya dalam 40 tahun perjalanan karirnya… kita bisa dengan mudah melihatnya di wikipedia.

Namun, saya jadi tahu lebih banyak mengenai pribadi Almarhum Chrisye saat menonton film ini.

WhatsApp Image 2017-12-04 at 10.55.42

Press Screening, XXI Epicentrum Walk 1 Des 2017

Di awal film diceritakan tentang masa muda almarhum yang memiliki ketertarikan dalam bermusik. Ketertarikannya tersebut mengantar almarhum bergabung dengan Gipsy Band dan berkesempatan manggung selama satu tahun di New York, Amerika Serikat walau sempat ditentang oleh papinya. Pada masa itu, berkarir di bidang musik dianggap tidak memiliki masa depan yang baik makanya ditentang habis-habisan bahkan seringkali Chrisye harus masuk kedalam rumah diam-diam saat selesai manggung bersama band-nya. Tapi berhubung Chrisye pernah sakit sampai berbulan-bulan karena larangan papinya untuk bermusik, akhirnya papinya luluh juga untuk memberikan restu almarhum berkarir sebagai pemusik.

WhatsApp Image 2017-12-01 at 18.57.39(1)

Dari film yang dibintangi Vino G Bastian ini,  saya jadi tahu betapa cupu dan kakunya almarhum saat harus berhadapan dengan mahluk yang namanya perempuan. Dan perempuan yang dipilih Chrisye, yang bisa jadi merupakan cinta pada pandangan pertamanya (kalau ini saya perlu nanya tante Yanti Noor, istri almarhum) sebagai pendamping hidupnya.

Saya juga melihat totalitas Chrisye dalam bermusik. Setiap selesai membuat lagu, single atau album, Chrisye selalu move forward. Selalu mencari sesuatu yang baru dan fresh, benar-benar memikirkan mulai dari konsep karya sampai paska produksi.

Kehidupan pribadi almarhum ditampilkan seutuhnya di film Chrisye, mulai dari keputusannya untuk menjadi mualaf sampai kegelisahan dalam hidup bersama dengan keempat anak buah pernikahan dengan Gusti Firoza Damayanti Noor yag diperankan oleh Velove Vexia. Diceritakan meskipun almarhum sudah menjadi penyanyi hebat, Chrisye masih merasa khawatir tidak bisa menafkahi keluarganya hanya dengan kemampuannya bernyanyi sehingga dia sempat memutuskan untuk berhenti menyanyi.

Melihat keadaan tersebut, Hendra Priyadi dan Jay Subyakto mendatangi Chrisye dan memberikan ide kepada almarhum untuk mengadakan konser tunggal di Jakarta Convention Centre. Konser bertajuk “Sendiri” merupakan pelopor konser tunggal musik Indonesia… keren ya!

Konser “Sendiri” yang diadakan pada 19 Agustus 1994 dengan diiringi orkestra aransemen Erwin Gutawa. Padahal, dua hari menjelang konser diadakan, almarhum sempat kehilangan suara. Tapi berkat dukungan penuh dari Erwin Gutawa dan Jay Subyakto, konser tersebut sukses diadakan. Sejak saat itu, Chrisye, Jay Subiakto dan Erwin Gutawa bersahabat hingga akhir hayatnya.

Setelah sukses dengan konser tunggalnya, lagi-lagi Chrisye merasakan kegelisahan dalam hidupnya yang berbeda dari kegelisahan sebelumnya. Perjalanan mencari jawaban atas kegelisahan spiritualnya membuat almarhumm menciptakan notasi sebuah lagu yang liriknya ditulis oleh penyair angkatan 66, Taufiq Ismail.

Ingin tahu bagaimana proses penulisan lirik “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” oleh Taufiq Ismail dan proses Chrisye melagukan lirik tersebut? Temukan jawabannya di film “Chrisye” yang akan tayang di bioskop kesayanganmu mulai 7 Desember 2017!

WhatsApp Image 2017-12-01 at 18.57.39

Judul Film: Chrisye

Sutradara: Rizal Mantovani

Penulis: Alim Sudio

Produksi: MNC Pictures

Tayang: 7 Desember 2017

Genre: Drama

Pemain: Vino G Bastian (Chrisye), Velove Vexia (Damayanti Noor), RaySahetapy (Ayah Chrisye), Tien Basuki (Ibu Chrisye), Fendy Chow (Joris), Teuku Rifnu Wikana (Gauri), Cholidi Asadil Alam (Surya), Roby Tremonti (Jay Subyakto), Peter Taslim (Hendra Priyadi), Andi Arsyil (Erwin Gutawa), Irsyadillah (Addie Ms), Verdi Solaiman (Aciu), Eduwart Boang Manalu (Danny), Fauzi Baadilla (Imran Amir), Ali Mensan (Sinyang), Arick Ardiansyah (Sys Ns), Ayu Dyah Pasha (Ibu Yanti), Hetty Reksoprodjo (Tante Cia), Dwi Sasono (Guruh Soekarno Putra), Fuad Idris (Taufiq Ismail), Indra Aziz (Adjie Soetama), Nabila Bintang (Nissa 11 tahun), Shaquilla Nugraha (Risty 8 tahun), Toar & Rungan (Masha & Pasha 5 tahun), Tria The Changcuters (Eddy Sud), Nenny Welch (Acin)

Terima kasih MNC Pictures dan bloggercrony untuk undangannya  🙂

WhatsApp Image 2017-12-01 at 18.57.36

*pic courtesy of Andiyani Ahmad

 

CASA LEMBANG

Kalian sering ga lihat iklan di instagram dengan akun @casalembang berseliweran yang isinya pre wedding  kece-kece di salah satu penginapan yang ada di Lembang, Bandung, Indonesia?

Casa Lembang merupakan sebuah penginapan yang bisa kita temui di airbnb. Kebetulan, pemiliknya Ninit Yunita merupakan founder sebuah komunitas parenting, The Urban Mama.  

Bulan Maret 2017 yang lalu, saya dan keluarga berkesempatan untuk menginap di Casa Lembang. Kenapa Casa Lembang? Karena suami saya sangat suka dengan dataran tinggi yang sejuk cenderung dingin serta dekat dengan tempat hiburan keluarga. Selain itu ada dapurnya sehingga saya bisa memasak makanan terutama MPASI si bungsu. Untuk tamu yang menginap cukup lama, Casa Lembang menyediakan mesin cuci untuk membersihkan pakaian Anda.

Dan, ternyata setelah saya masuk ke Casa Lembang, saya ga mampu berkata-kata…. Let the pictures speak itself!

WhatsApp Image 2017-03-24 at 18.04.47

DSC_2927

DSC_2926

Kece banget kan?! Anak-anak saya sangat suka diajak ke Casa Lembang. Si sulung berkhayal suatu hari nanti dia memiliki rumah di dataran tinggi seperti Casa Lembang.

Rumah dengan dua lantai dan ada patio-nya membuat kami betah dan ingin menginap lebih lama di Casa Lembang! Semua spot di Casa Lembang photogenic and instagramable! Gak heran banyak pasangan yang membuat foro pre wedding di sini. Sore sampai malam hari kita bisa memanfaatkan ruang terbuka di samping rumah sebagai tempat untuk makan malam dan berkumpul bersama.

Semoga di lain kesempatan, kami bisa menikmati Casa Lembang lebih lama lagi.

DSC_2935

Buat yang ingin bermalam di Casa Lembang, buruan deh mampir ke https://www.airbnb.com/rooms/17086239 dan pesan di sana sebelum keduluan yang lain. Denger-denger nih CasaLembang full booked terus 🙂

Instagram: @casalembang