Mari Ikut Jaga Lingkungan dengan Tupperware Eco Bottle 1,5 liter

Tupperware.

Apa yang terbayang dalam benak kamu saat mendengar kata yang satu ini? Sebagian besar pasti langsung membayangkan kotak bekal plastik atau botol minum plastik dengan ragam warna yang cerah. Saya pertama kali tahu Tupperware saat duduk di bangku SMA, karena teman sebangku saya membawa bekal makan siang dengan menggunakan produk ini. Ketika sudah bisa menghasilkan uang, produk pertama Tupperware yang saya beli adalah tumbler bertutupnya yang heits! Dan sejak saat itu, saya jadi pengguna setia produk Tupperware.

Earl Tupper, seorang yang berkebangsaan Amerika merupakan pencipta Tupperware dan mulai memasarkan produk ciptaannya pada tahun 1946. Tupper merupakan seorang ahli kimia yang banyak bereksperimen dengan plastik, sebuah bahan yang baru, tidak popular, berbau khas dan tampilannya buruk. Namun Tupper berhasil menciptakan wadah plastik yang waterproof dan kedap udara untuk menyimpan makanan agar tetap segar di dalam kulkas. Selain itu, wadah ini dapat disusun di dalam kulkas sehingga terlihat rapi.

Selain terkenal akan kotak bekalnya atau tumbler bertutupnya yang legendaris, Tupperware juga memiliki banyak ragam produk yang tidak kalah menarik. Seperti toples camilan, piring, gelas, sendok, rantang, pemarut keju dan yang terbaru adalah botol minum yang dinamakan Eco Bottle.
Tupperware Eco Bottle 1,5 liter
Saya merupakan salah seorang yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan akan air minum enam sampai delapan gelas sehari. Karena apa? Tahukah kamu kalau 50% dari berat tubuh manusia, komponennya adalah air? Apakah kamu tahu juga kalau 80% komposisi otak adalah air? Makanya kalau kurang minum kamu jadi kurang fokus bukan?!

Kekurangan air di dalam tubuh bisa menyebabkan kelelahan, pusing atau pening dan mempengaruhi elastisitas kulit lho. Duh, jangan jangan kulit wajah mulai keriput karena kurang minum!

Untuk menentukan apakah kita cukup minum air putih atau tidak, kita bisa mengecek warna urine. Jika warnanya jernih dan tidak berbau, berarti tubuh kita terhidrasi dengan baik. Tapi, jika urine berwarna kuning dan berbau kuat, ini adalah pertanda kurangnya cairan di tubuh kita.

Nah, supaya takaran air minum yang saya minum secara harian cukup, sekarang saya menggunakan Eco Bottle dengan kapasitas 1,5 liter. Biasanya kalau menggunakan gelas, saya seringkali lupa menghitung sudah berapa banyak gelas yang saya minum. Jadi lebih mudah dengan Eco Bottle kapasitas 1,5 liter karena saya jadi tahu bahwa air minum yang harus saya konsumsi dengan menghabiskannya dari Eco Bottle kapasitas besar ini.

Selain itu, kalian juga tahu kan kalau saya juga sedang berusaha meminimalisasi sampah plastik? Nah dengan membawa Eco Bottle 1,5 liter, saya mengurangi pemakaian air minum kemasan botol plastik sekali pakai. Yang artinya juga saya membantu untuk tidak menambah sampah plastik yang sulit sekali terurai dan meminimalisasikan carbon footprint yang timbul akibat produksi air minum kemasan.

Kelebihan Tupperware Eco Bottle 1,5 liter:

  • Eco Bottle 1,5 liter merupakan produk terbaru dari Tupperware yang kamu bisa dapatkan mulai Oktober 2019
  • Eco Bottle 1,5 liter berbahan 100% food grade sehingga aman untuk digunakan dalam jangka waktu lama
  • Eco Bottle 1,5 liter menggunakan flip cap  yang mudah untuk dibuka dan ditutup. Flip cap bisa ditukar satu sama lain untuk memberikan kesan yang berbeda
  • Ada dua varian warna menarik yang tersedia yaitu biru dan ungu
  • Tutupnya rapat sehingga aman untuk dibawa kemana pun saat beraktivitas
  • Eco Bottle 1,5 liter bentuknya ergonomis sehingga nyaman saat digenggam dan mudah untuk dibawa kemana-mana

Kalau kamu tertarik untuk mencoba Eco Bottle 1,5 liter atau menambah koleksi Tupperware kamu dengan Eco Bottle 1,5 liter, meluncur saja ke

Tupperware Indonesia
Alamat: Gedung South Quarter, Tower A Lantai 12, Jl. RA Kartini Kav 8, Cilandak Barat, Jakarta Selatan 12430
Telepon: (021) 2966 1750 (hunting)
Email: customer@tupperware.com
Website: tupperware.co.id
Fan Page: Tupperware Indonesia
Twitter: @tupperwareID
Youtube: Tupperware Indonesia
Instagram: @tupperwareid
Jam operasional: Senin-Jumat (08:30-17:00 WIB)

Thank you for reading this collaboration article with Tupperware Indonesia and Clozette Indonesia. I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

Lost in The Porto Cathedral

Kalian masih ingat kan kalau saya pernah ketinggalan pesawat saat menuju Porto (Portugal) dari Munich (Jerman)? Ternyata pengalaman merasakan kesendirian tetap juga saya alami saat mengunjungi The Porto Cathedral, ceritanya Lost In The Porto Cathedral 😊

Sehabis mengunjungi The Church of Saint Francis dan berbelanja buah tangan di Boutique Concept Store, saya dan teman-teman mengunjungi The Porto Cathedral. Jarak dari Boutique Concept Store menuju The Porto Cathedral hanya sepanjang 290 meter dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 4 menit.

Tidak sulit untuk menemukan The Porto Cathedral karena berdekatan dengan statue of Vimara Perez. Sedikit sejarah mengenai Vimara Perez, dia merupakan seorang terpandang di abad ke IX dan merupakan orang pertama yang memerintah Portugal.
Statue of Vimara Perez, Porto, Portugal

Sebelum tiba di The Porto Cathedral, dua orang teman saya mencoba untuk mengunjungi stall penjual ikan di sebelah kanan jalan yang agak menurun. Saya dan beberapa teman lainnya sibuk memotret diri 😊

#neiiPRTtrip

Tidak berapa lama, kedua teman saya kembali dengan tangan kosong karena kebanyakan stall ikan sudah tutup padahal kami sudah membayangkan bisa menyantap ikan segar yang diolah di apartemen tempat teman saya menginap nanti.

Perjalanan pun kami lanjutkan dengan memasuki area The Porto Cathedral yang sangat luas.

#neiiPRTtrip

Kami langsung masuk ke dalam Cathedral dan tidak dipungut bayaran alias gratis. Ternyata di dalam sudah banyak orang yang berdatangan untuk berdoa dan sebagian juga turis seperti kami. Saya pun mengambil posisi di tempat duduk yang tidak terlalu penuh dan memandangi setiap sudut The Porto Cathedral sedangkan teman-teman saya bergerak ke depan.

#neiiPRTtrip#neiiPRTtrip#neiiPRTtriphttps://www.instagram.com/honeyjosep/

Karena keasyikan menikmati indahnya interior katedral ini, saya tidak menyadari kalau teman-teman saya sudah berpindah ke ruangan yang lain dan entah di mana mereka berada. The Porto Cathedral merupakan gabungan dua bangunan persegi dengan dua buttresses yang masing-masingnya memiliki kubah sebagai atapnya.

#neiiPRTtrip

a huge Porto Cathedral with two buttresses

Saya berusaha untuk mencari teman-teman dengan arah menuju ke kanan, namun sayang sekali petugas melarang masuk karena area tersebut sedang dalam perbaikan. Alhasil, karena semakin ramai, saya memutuskan untuk keluar bangunan utama dan berjalan menuju monumen yang terletak di luar. Untuk menghabiskan waktu sambil menunggu teman-teman saya keluar dari The Porto Cathedral, saya selfie saja deh! Saya swafoto di area seperti monumen dengan matahari di atas kepala. Anehnya walau matahari ada di atas kepala tapi udaranya sejuk sehingga saya tetap nyaman saja berswafoto di bawah terik mentari.

Dan salah satu hal yang seringkali saya lakukan adalah memperhatikan orang orang yang lalu lalang… kata suami saya, perilaku ini tidak baik tapi entah, saya suka sekali memperhatikan orang dari kejauhan… bukan untuk menghakimi mereka tapi hanya tertarik untuk melihat sebenarnya mereka sedang apa ya 🙂

The Porto Cathedral memiliki biara di dalam yang dindingnya dilukis mural dengan sebutan Azuelo mural, indah sekali tapi sayang saya enggak berkesempatan untuk masuk.

220px-Azuelo_Mural,_Porto_Cathedral

source: wikipedia

Selain biara, ada juga menara tempat di mana lonceng terletak dan pengunjung bisa naik ke atas tapi area ini sedang dalam perbaikan saat saya kunjungi sehingga gagal deh naik ke menara!

Hampir bosan saya menunggu teman-teman, akhirnya mereka datang dan kami harus beranjak lagi untuk menjelajahi kota Porto! Nantikan cerita perjalanan saya selanjutnya ya 🙂

#neiiPRTtrip

literally missing these ladies

For more information:
The Porto Cathedral
Address: Terreiro da Se, Porto 4050-573
Entrance fee: Cathedral (free), Cloister/Chapter Room/Tesouro: €3, children (up to 10 years old-free)
Telephone: 22 205 9028

Thank you for reading and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

Kurasi Lokal Boutique Concept Store

Hello everyone!

Setelah puas mengunjungi setiap sudut The Church of Saint Francis di Porto, Portugal, saya dan kolega yang lain menyusuri jalan di Porto. Kami keluar masuk beberapa pertokoan yang terbentang di sepanjang ruas jalan yang kami jejaki. Selama lima menit berjalan kaki, saya dan kolega menemukan sebuah toko dengan nama Boutique Concept Store.

WhatsApp Image 2019-10-19 at 22.46.31

Toko ini menjual perhiasan yang diproduksi penduduk lokal.

WhatsApp Image 2019-10-19 at 22.47.22

Kamu juga bisa menemukan tas yang unik sebagai buah tangan untuk yang tersayang. Kolega saya membeli tas untuk istrinya karena bentuk dan material unik dari tas yang dijual di Boutique Concept Store.

WhatsApp Image 2019-10-19 at 22.47.39

Sedangkan saya, hanya mengincar sabun batangan yang memang menjadi ciri khas Portugal. Saya pun membeli beberapa sabun batang dan hand cream sebagai oleh oleh untuk beberapa orang teman.

WhatsApp Image 2019-10-19 at 22.46.54

Yang menyenangkan  dari Boutique Concept Store adalah pelayannya yang ramah dan mau melayani segala permintaan kolega saya yang awalnya sempat ragu karena terlalu banyak pilihan yang cantik dan unik. Kami menghabiskan waktu hampir satu jam lamanya di toko tersebut. Dan saya pun tersenyum membawa kantong belanjaan 😀

WhatsApp Image 2019-10-19 at 22.48.41

Kalau kamu sedang traveling ke Porto, Portugal, kunjungi toko ini dan berbelanja sampai puas ya! 😊

For more information:
Boutique Concept Store
Address: 
Rua Mouzinho da Silveira, 288, Porto, Portugal
Telephone: +351 914 450 094
Fan Page: Boutique Concept StoreBoutique Concept Store
Instagram: @boutiqueconceptstore_porto
Opening hours: 10:30AM – 07:30PM (Mon-Sun)

Thank you for reading this article and I really hope that you enjoy this post. See you on my next post and remember to follow my blogIGFB and Twitter.

related articles:
Strolling around Porto part 1
Strolling around Porto part 2

Sweet Treat by Boutique do Gelado

Actually when I was strolling around porto part 2 before having pleasant dinner at Porto Escondindo, I tried gelato at Boutique do Gelado. And this is my first gelato in Porto, Portugal. Awalnya sih saya enggak ngeh kalau Porto punya toko gelato yang terkenal. Pas kebetulan saat menuju Duoro River, saya dan kolega melewati Boutique do Gelado dan kami pun tertarik untuk mencobanya. Terkadang saya enggan untuk mengambil foto karena sebagian orang Eropa menjaga privasinya dengan rapat. Bahkan saya punya kolega orang Spanyol yang jejak digitalnya tidak bisa saya temui dan dia tidak mau difoto apalagi hanya berduaan saja. Menarik bukan?!
Continue reading

Pleasant Dinner at Porto Escondindo

Setelah hampir berjam-jam berjalan menyusuri Sungai Ribeira – Rio Duoro, saya dan kolega mulai merasakan perut kami memberontak minta diisi makanan. Tanpa terasa, kami menikmati jalan kaki itu sampai hampir jam 10 malam. Langit Porto masih terlihat cerah walau jam sudah menunjukkan pukul 19:00, makanya saya merasa masih sore. Tapi setelah beberapa lama, saya baru sadar kalau belum makan malam padahal selama di Ilhavo, dinner time tidak melebihi jam 20:00 🙂

Continue reading

Strolling Around Porto #2

Walau hanya 3 hari berada di Ilhavo, tapi kota ini menciptakan begitu banyak kenangan. Awalnya saya sudah google apa saja tempat yang bisa dikunjungi tapi kolega dari Asia memutuskan untuk kembali ke Porto karena tempat wisata lebih mudah dijangkau bahkan dengan berjalan kaki. Saya dan rombongan pun berangkat dari The Olaria EFTA setelah makan siang dan menuju Porto dengan menggunakan taksi.

Continue reading

Fine Dining at Salpoente Restaurant, Aveiro

Hey, masih ingat cerita saya lari dengan pemandangan sungai Boco di Ilhavo Portugal?

Selanjutnya saya menikmati makan malam di salah satu restoran terkenal di Aveiro, sebuah kota yang bersebelahan dengan Ilhavo. Perjalanan saya dan rombongan kolega dilakukan dengan bis yang hanya berjarak 11 km dengan waktu tempuh 13 menit.

Setibanya di depan restoran, kelihatannya tidak menarik karena desainnya seperti gudang dan restoran tersebut bernama Salpoente. Restoran ini merupakan salah satu restoran yang ramai dikunjungi karena desainnya yang menarik, makanan yang enak dan minuman yang memuaskan.

Ternyata setelah saya mencari informasi lebih lanjut, bangunan restoran Salpoente yang terletak dekat kanal Sao Roque merupakan bekas bangunan gudang garam. Fine dining experience specially with delicious seafood dishes beautifully presented. Harga makanan di restoran Salpoente mulai dari EUR80.00.

Karena lokasi makan malam yang cukup remang-remang maka saya tidak bisa mengambil foto makanan pribadi. Saya pun sejujurnya lupa menu lengkap makanannya seperti apa. Yang pasti makanan disajikan mulai dari hidangan pembuka, utama dengan menu andalan ikan dan domba hingga penutup. Saat ditawari mau menu ikan atau domba, sudah pasti saya memilih ikan.

Pengalaman makanan yang mevvah di lidah dan saya minum champagne untuk pertama kalinya  di restoran ini membuat saya ingin kembali untuk mengulang hal yang sama tapi di siang hari agar punya foto yang menarik. Saat saya mencari ulasan mengenai Salpoente, ternyata belum banyak orang yang menuliskan ulasannya dengan menarik.

Kalau kamu berkesempatan untuk mengunjungi Aveiro, mampir deh ke Salpoente dan nikmati sensasi makan dengan tampilan yang menarik dan rasa yang enak!

Salpoente Restaurant

Alamat                 : Canal de São Roque, nº 82/83, 3800-256 Aveiro, Portugal
Reservasi            : +351 234 382 674 atau +351 915 138 619

Website              : https://salpoente.pt

Facebook            : Salpoente Restaurant

Instagram            : @salpoente

Twitter                 : @SalpoenteAveiro

Youtube              : Salpoente

Email                   : salpoente@salpoente.pt

Open 12:30 to 15:00 and 19:30 to 22:30

related posts: