Sehat Bugar bareng Tiga Studio

Minggu lalu saat mengantar balita saya untuk imunisasi di dokter spesialis anak, saya naik ke atas timbangan yang tersedia di rumah sakit. Betapa kagetnya saya ketika mendapati timbangan naik dari yang normalnya 51kg menjadi 54kg! Pantas saja, celana terasa sesak dan saya akhir-akhir ini mudah merasa lelah.

Tentu saja itu menjadi alarm bagi saya dan artinya saya harus kembali menjalani olahraga yang cukup lama saya abaikan. Biasanya saya akan menjalani jogging sebagai salah satu olahraga yang mudah dilakukan tapi ternyata saya mudah bosan dan seperti kehilangan motivasi akhir-akhir ini.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Saat saya butuh mencoba hal baru, Clozette Indonesia mengajak saya untuk mencoba sebuah pusat kebugaran di kawasan Jakarta Selatan yang bernama Tiga Studio.

Saya berkesempatan untuk mengikuti kelas-kelas latihan yang disediakan Tiga Studio sebanyak lima kali.

The Ambiance

Ketika melangkahkan kaki ke Tiga Studio, kesan pertama adalah nyaman. Tepat memasuki Tiga Studio, kita dapat langsung menemukan meja resepsionis. Di sebelah kiri sebelum memasuki ruang latihan, ada lounge untuk menunggu atau pun bisa sambil ngobrol dengan member lainnya.

honeyjosep

Reception and lounge area of Tiga Studio

Untuk changing room, tersedia 3 ruangan dan yang saya suka adalah kebersihannya. Bersebelahan dengan changing room, ada mushola yang dapat digunakan untuk sholat. Toilet dan shower room pun tersedia dengan beberapa amenities.

honeyjosep

Changing Room

honeyjosep

Prayer Room

IMG20181023175007

Classes

Tiga Studio menyediakan beragam kelas sepanjang minggu, Senin – Jumat mulai dari jam 09.30 – 21.30 dan Sabtu-Minggu mulai jam 07:00 – 10:30.

Kelas yang ditawarkan ada Basic Yoga, Cardio Boxing, High Intensity Interval Technique (HIIT), Piloxing, Pound Fit, Strong Zumba, dan Zumba.

honeyjosep

Kelas yang tersedia di Tiga Studio

Untuk kunjungan pertama kali, saya mengikuti kelas pound fit bersama trainer Mega Wijaya. Ini kelas pound fit pertama saya! Jujur saja, saya sudah lama banget penasaran ingin mencoba olahraga ini karena kelihatan dinamis dan menggunakan alat yang ringan dan ringkas saat dipegang berupa pound stick yang disediakan oleh Tiga Studio.

honeyjosep

Pound Fit bersama Mega Wijaya

Ternyata walau kelihatannya banyak latihan ditujukan untuk tubuh bagian atas, bagian tubuh bawah juga bisa dilatih dengan menggunakan pound fit! Saya suka sekali dengan bagian latihan dengan menggunakan matras karena area perut dan paha merasakan manfaatnya! Enggak ada yang lebih keren selain punya perut rata dan bokong yang kencang, seksi!

Kunjungan kedua, saya mencoba cardio boxing. Cardio boxing merupakan olahraga perpaduan antara latihan untuk jantung (cardio) dengan latihan meninju (boxing). Saya agak kewalahan mengikuti kelas ini karena gerakannya sangat cepat karena di kelas ini memang yang menjadi fokus utama adalah latihan cardio-nya.

honeyjosep

Cardio Boxing with Bayu

Kelas berikutnya yang saya ikuti adalah Strong by Zumba. Strong by zumba ini lebih mirip latihan boot camp dengan diiringi musik yang asyik.

Dua kelas terakhir yang saya ikuti adalah Yoga dan High Intensity Interval Training (HIIT)

The Price

Ini dia daftar harganya:

Per Class Membership per month 5x Classes 10x Classes
Rp100.000 Rp790.000 (unlimited classes) Rp350.000 Rp650.000

Menurut saya, harganya kompetitif dan terjangkau mengingat ruangan nyaman dan fasilitas yang tersedia.

Kesimpulan: Latihan di Tiga Studio sangat nyaman dan menyenangkan. Pilihan kelas banyak yang diadakan setiap hari, Senin-Minggu dengan harga terjangkau. Sehingga ini menjadi pilihan terutama buat kalian yang sibuk karena bisa olahraga di akhir pekan.

Informasi lebih lanjut mengenai jadwal kelas latihan bisa dilihat di instagram Tiga Studio atau WhatsApp +62 821 1933 3303.

Let’s exercise and be healthy with Tiga Studio!

Advertisements

Be The Happy One

Belakangan saya sedang review keuangan keluarga kecil saya. Rasanya semua sudah on track karena saya sudah memulai membuat tujuan keuangan sejak 2008. Tapi setelah berdiskusi panjang dengan salah seorang teman yang juga berprofesi sebagai financial trainer, saya masih belum memiliki proteksi yang memadai atas aset-aset saya.

Memilih proteksi memang gampang-gampang susah. Terkadang prosesnya sulit dan berbelit-belit sehingga membuat calon nasabah enggan untuk membelinya. Nah, saya juga termasuk salah satu calon nasabah yang seperti itu, intinya ogah ribet!

Rabu, 17 Oktober 2018 bertempat di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Asuransi Astra meluncurkan produk asuransi berbasis digital terbarunya, happyOne.id. Sebelum saya kasih tahu apa saja yang tersedia di happyOne.id, saya mau kasih tahu beberapa insight yang disampaikan oleh CEO Asuransi Astra, Rudy Chen.

IMG_20181017_133814

Inilah potret asuransi di Indonesia, literasi dan inklusi asuransi masih memiliki banyak tantangan. Jadi, banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki proteksi karena belum mengerti fungsi asuransi dan produk terkadang belum memenuhi kebutuhan nasabah.

IMG_20181017_134014

Saat ini, Indonesia memiliki profil demografi yang didominasi oleh kawula muda, biasa yang kita sebut kaum milenial dan keluarga muda.

IMG_20181017_134203.jpgIMG20181017134017IMG20181017133924

Dengan demografi tersebut, maka Asuransi Astra mendesain produk yang sesuai dengan target pasar happyOne.id yaitu, mereka yang aktif, keluarga muda dan individu yang mencari produk sesuai dengan kebutuhan dan affordable.

The Products
happyOne.id, sesuai dengan taglinenya “my all in one insurance” hadir dengan beberapa produk asuransi yang dapat memenuhi perlindungan masyarakat yang pembeliannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

IMG_20181022_113211(1)

Nih, saya kasih tahu produk apa saja yang ditawarkan oleh happyOne.id:

IMG_20181022_113244(1)

 

happyMe, asuransi kecelakaan diri yang memberikan perlindungan utama berupa santunan meninggal dunia atau cacat tetap keseluruhan pada ahli waris akibat kecelakaan yang dialami tertanggung. happyMe dilengkapi manfaat tambahan lainnya, yaitu:

  • Santunan rawat inap di rumah sakit akibat kecelakaan (minimal 5 hari dirawat berturut-turut).
  • Tunjangan kehilangan pendapatan karena cacat tetap keseluruhan.
  • Santunan biaya pemakaman.

Syarat dan Ketentuan:

  • Usia tertanggung lebih dari 17 tahun
  • Periode Pertanggungan 1 tahun
  • Range Premi Rp50.000 – Rp180.000

IMG_20181022_115209

 

happyEdu merupakan asuransi pendidikan bagi anak apabila tertanggung utama dalam hal ini orangtua meninggal dunia karena kecelakaan. happyEdu juga dilengkapi manfaat tambahan lainnya, yaitu:

  • Santunan meninggal dunia atau cacat tetap keseluruhan akibat kecelakaan.
  • Santunan rawat inap di rumah sakit akibat kecelakaan (minimal 5 hari dirawat berturut-turut).
  • Tunjangan kehilangan pendapatan karena cacat tetap keseluruhan.
  • Santunan biaya pemakaman

Syarat dan Ketentuan:

  • Usia Tertanggung lebih dari 17 tahun hingga 64 tahun
  • Usia Anak Kandung 1-21 tahun
  • Range Premi Rp100.000 – Rp180.000

IMG_20181022_115241

 

happyHome adalah perlindungan rumah tinggal dari risiko akibat terjadinya FLEXAS (Fire, Lightning, Explosion, Impact of Aircraft, Smoke). Premi mulai dari Rp98.750 – Rp750.000. Asuransi kebakaran happyHome dilengkapi manfaat tambahan:

  • Biaya tempat tinggal sementara.
  • Biaya pembersihan puing.
  • Biaya pemadam kebakaran.
  • Santunan pembelian perabotan kembali akibat kebakaran

IMG_20181022_115311

 

happyTrip merupakan asuransi perjalanan baik untuk wilayah domestik maupun internasional, perjalanan jadi lebih tenang karena risiko gangguan transportasi hingga kerusakan maupun kehilangan bagasi, semua bisa ditanggung happyTrip.

Syarat dan Ketentuan:

  • Berlaku untuk penumpang individu maupun keluarga
  • Usia Tertanggung: (Domestik) Dewasa >18 tahun hingga 75 tahun; (Internasional) Dewasa >18 tahun hingga 70 tahun; Anak minimal 14 hari, maksimal 18 tahun
  • Periode Pertanggungan: Sesuai durasi perjalanan maksimal 31 hari
  • Range Premi mulai dari Rp50.000

IMG_20181022_115337

 

How To
Biasanya nih, banyak yang alergi dengan asuransi karena kesulitan dalam proses pembelian sampai klaim.

Makanya, karena happyOne.id tahu benar kebutuhan pelanggannya, semua produk di atas bisa diakses secara fleksibel, kapanpun dan dimanapun melalui situs happyOne.id hanya dengan menggunakan satu id atau One ID untuk mengakses semua produk, mulai dari pembelian, cek status hingga riwayat polis!

Langkah pertama, Daftar Akun Baru di happyOne.id. Pssst, saya mendaftar melalui ponsel saya lho! Prosesnya sangat mudah dan cepat 🙂

happyOne registration

Saat mendaftar, nasabah akan diberikan kode verifikasi melalui email dan voila, one id sudah siap digunakan untuk mengakses happyOne.id, membeli produk, mengecek transaksi dan melihat riwayat polis.

Selanjutnya, nasabah bisa memilih produk yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Tinggal klik klik klik maka perlindungan pun sudah di tangan.

Pertanyaannya, mengapa memilih happyOne.id? Mudah saja menjawabnya, karena saya mau yang praktis, harga terjangkau dan klaim mudah dan semuanya terjawab oleh happyOne.id yang menyediakan:

  • OneID untuk All in One Insurance. Cukup dengan OneID nasabah bisa mendapatkan seluruh perlindungan hingga cek riwayat seluruh polis yang dimiliki dengan lebih mudah
  • Lebih banyak pilihan produk. Sesuaikan kebutuhan perlindungan dengan berbagai produk yang dimiliki happyOne.id
  • Proses lebih cepat dengan fitur unduh e-policy. Selain dikirim melalui e-mail, nasabah busa mengunduh e-polis kapan saja melalui situs happyOne.id
  • Layanan 24 jam. Kapanpun, di manapun, cukup hubungi 1 500 112 atau e-mail: customer_service@asuransiastra.com untuk mendapatkan berbagai informasi hingga bantuan laporan klaim dari customer service happyOne.id yang tersedia 24 jam setiap harinya
  • Lokasi layanan strategis.

Jadi, tunggu apalagi? Segera lengkapi proteksimu dengan happyOne.id, my all in one insurance and be the happy you !

Oh ya, follow semua media sosial happyOne.id yang saya berikan di bawah ini untuk mendapatkan tips-tips #BeTheHappyOne!

Informasi lebih lanjut:

happyOne.id
Jl. TB Simatupang Kav 15, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan 12440

Fan page: happyOne.id

Instagram: happyOne.id

Youtube: happyOne.id

Disclaimer: artikel ini adalah bagian dari edukasi publik tentang asuransi. Apabila mengunakan informasi dalam artikel ini untuk keperluan pengambilan keputusan, nasabah harus mempertimbangkan semua risiko dan skenario terburuk yang dapat terjadi. Penulis tidak memberikan jaminan akurasi data dan tidak memberikan jaminan keuntungan atas produk yang dipilih pembaca.

 

 

 

Welcome to ILHAVO!

16-18 Mei 2018, selama tiga hari saya akan berada di Ilhavo, Portugal untuk Global Finance Summit 2018.

Sekitar jam 7 pagi, saya dan kolega dari Asia mencoba menuju mini market terdekat untuk membeli beberapa keperluan untuk memasak sarapan.

Porto Nautico Apartment

Morning in Porto, Portugal

Road in Porto, Portugal

On the way to mini market with view!

Namun sayang sekali, mini market baru buka jam 9 pagi sedangkan kami sudah harus bersiap-siap untuk meninggalkan Porto menuju Ilhavo. Karena  tidak dapat memasak, maka kami pun mencoba membeli menu sarapan di salah satu kafe yang kami temui dalam perjalanan kembali ke Porto Nautico Apartment untuk berkemas.

Belum banyak kafe yang buka sangat pagi dan kebanyakan yang dijual kedai kopi yang kami temui adalah roti. Saya, saat sedang memilih-milih roti apa yang akan saya beli, malah menemukan egg tart. Saya punya pengalaman menyenangkan dengan egg tart saat di Singapura bernama BAKE. Makanya saat melihat sejenis egg tart, saya pun membelinya dan ternyata rasanya enak, tidak kalah dari egg tart yang pernah saya coba.

Read more: #SenangLiburan

Belakangan, saya baru tahu kalau kudapan itu merupakan custard tart yang biasa disebut Pastel De Nata oleh masyarakat lokal.

Custard tart

Pastel de Nata

Pastel de Nata ini crunchy dan creamy! Membuat saya enggak kepengen udahan mengunyahnya. Pastel de Nata cocok banget kalau dimakan bareng kopi hitam tanpa gula karena custard tart ini sudah manis sekali seperti saya *eaaaaa. Setelah perut sedikit hangat karena sudah sarapan pastry dan mie laksa instant dalam cup yang dibawakan oleh kolega dari Singapura, kami pun berangkat menuju Montebelo Allegrevista Hotel di Ilhavo.

Perjalanan dari Porto menuju Ilhavo lebih kurang 1 jam tidak terasa karena saya menikmati pemandangan sepanjang jalan berupa sarang burung camar (seagull). Walaupun sedikit tersasar karena komplek Hotel Montebelo Vistalegre menjadi satu dengan The Vista Alegre Museum, akhirnya saya tiba di hotel yang akan menjadi tempat kegiatan selama 3 hari.

Bem vida ao Ilhavo!” , welcome to Ilhavo!

Bem vida ao Ilhavo

Sunny day in Ilhavo

Ilhavo merupakan salah satu kotamadya Portugal. Tepat di depan Hotel Montebelo Vistalegre, terbentang Boco River. Sebenarnya, di Ilhavo ada tourist spot yang menarik seperti beach houses yang berwarna warni dan mercusuar tertinggi di Portugal.

Sayang sekali, karena jadwal summit yang padat, saya tidak berkesempatan untuk berkeliling Ilhavo maupun masuk ke dalam Museum Vista Alegre. Tapi kalau dilihat dari situsnya di vistaalegre.com, bangunan museum ini dulunya adalah pabrik lama yang sudah tidak digunakan untuk memproduksi porselen dengan merek Vista Alegre.

Bright sky

Tampak depan Museum Vista Alegre

Kerennya lagi, pabrik porselen ini pada tahun 1944 sudah memiliki tempat penitipan anak untuk pekerjanya. Indonesia perlu banyak belajar nih mengenai kebijakan pemerintah yang berpihak kepada perempuan bekerja. Jangankan di pabrik, di kantor bergedung tinggi saja belum tentu tersedia ruangan untuk memerah ASI atau menyusui yang nyaman dan didedikasikan untuk perempuan bekerja. Kalian harus menyempatkan diri mengunjungi museum yang satu ini!

Ulasan tentang Hotel Montebelo Vistalegre akan menyusul di artikel selanjutnya! Stay tune!

Strolling Around Porto #1

Setelah berkenalan dengan kolega dari Singapura dan Vietnam, saya bergegas bebersih karena kami akan berjalan sore sambil mencari makan malam.

Dan inilah pemandangan saat saya jalan-jalan sore di sekitar Porto.

Blue Sky in Porto

Ini penampakan pedestrian walking area di Porto jam 18:00

Strolling Around Porto #1

Sepertinya ini bagian dari jalanan di area City Hall

Senang sekali saya melihat pedestrian walking area di Porto, bersih! Walau terbuat dari conblock, enggak ada tuh warganya yang iseng nyongkel 😀

Dalam perjalanan dari apartemen Porto Nautico menuju Rua de Santa Catarina, saya menyempatkan mampir di toko suvenir untuk membeli oleh-oleh buat rekan kerja di kantor. Lagi-lagi, saya terlalu menikmati melihat-lihat sampai tidak sempat berfoto di toko tersebut.

Ternyata di Porto banyak bertebaran coffee shop! Tadinya saya pikir di Porto jarang kedai kopi karena minuman andalannya adalah sweet red wine yang biasanya dikenal dengan sebutan Vinho do Porto. Tapi sayangnya saya tidak punya kesempatan untuk mencicipi kopi Porto karena waktu yang terbatas.

Sanzala merupakan coffee shop tertua di Porto. Berdiri sejak 1963, Sanzala tetap eksis di tengah persaingan coffee shop yang lebih modern. Menarik ya?!

Sanzala in Porto

Coffee anyone?

Karena perut sudah berontak kelaparan maka kami mampir ke sebuah restoran yang terletak di Rua de Santa Catarina, di mana di sepanjang jalan terdapat toko branded fashion and apparel.

Untuk ukuran orang Portugal, makan malam kami termasuk yang jamnya terlalu cepat karena biasanya mereka makan malam pada jam 20:00.

Kami pun menjatuhkan pilihan di restoran Porto Duoro tanpa melihat rekomendasi dari google. Dan ternyata pilihan kami tidak salah karena di dalam ada pemandangan keluar yang memanjakan mata!

Porto Duoro, Rua de Santa Catarina, 155 Porto

Saking lapernya, saya sampai enggak sempat foto penampakan restaraunte Porto Duoro

Di Porto, semua makanan akan disajikan dengan asinan buah zaitun. Rasanya unik dan baru kali ini saya mencoba buah zaitun asli soalnya selama ini kan tahunya hanya minyaknya saja. Buahnya sendiri kebanyakan diasinkan mungkin karena kecut maka perlu rasa lain agar kecutnya tidak mendominasi.

Restaurante Porto Duoro, Rua de Santa Catarina, 155 Porto

Keju Porto

Selain wine, Porto terkenal dengan kejunya dan benar, setelah saya coba keju Porto memang nikmat, perlu diketahui, saya bukan pecinta keju!

Setelah perut hangat karena kenyang, saya dan teman-teman melanjutkan jalan-jalan kami dan mulai masuk ke toko-toko yang berjajar tersebut! Saya pun keluar dari toko dengan menenteng tas belanja 🙂 Habis gimana dong, harga kaos untuk anak dan dewasa mulai dari EUR3.50 untuk merek dengan huruf Z di depannya! Bisa dibilang, Porto adalah surganya bagi  yang suka belanja!

Rua de Santa Catarina

Muka happy belanja kaos murah 😀

Sebenarnya ada banyak yang mau saya beli tapi mengingat hanya membawa koper yang kecil maka niat tersebut saya urungkan, ditambah lagi toko-toko di Porto akan tutup mulai jam 20:00. Jadi memang sepertinya semesta tidak mendukung saya untuk berbelanja lebih banyak 😀

Kami pun beranjak pulang untuk beristirahat karena keesokan harinya kami harus menghadiri Finance Summit di Ilhavo.

Di sepanjang jalan, kami tidah habis-habisnya disuguhi pemandangan bangunan bersejarah dari Porto.

Trinity Church Porto

Igreja da Santissima Trindade Porto

Gereja ini biasa dikenal dengan sebutan Trinity Church, Porto. Bangunannya berdiri pada abad ke-19 dengan gaya Neoklasik. Yang menarik, gereja ini punya tegel di bagian luar dindingnya yang berusia berabad-abad!

WhatsApp Image 2018-08-21 at 08.52.02

#neiiPRTtrip

Muka senang walau masih jetlag

WhatsApp Image 2018-08-21 at 08.52.01(7)

WhatsApp Image 2018-08-21 at 08.52.01(8)

Walau dengan penerangan seadanya, saya tetap bisa memotret jalanan Porto yang bersih!

Tungguin cerita saya selanjutnya ya!

related articles:

Porto Nautico Apartment

Tetap dengan mode was-was serta waspada, saya memperhatikan jalanan mulai dari bandara OPO sampai pusat kota Porto yang jarang sekali terlihat kendaraan dengan jumlah banyak. Sungguh pemandangan yang berbeda dengan Jakarta, selalu ramai dan macet. Ternyata, perjalanan dari bandara menuju apartemen bernama Porto Nautico yang beralamat di Rua do Almada 472, União de Freguesias do Centro, Porto hanya saya tempuh 15 menit saja!

baca juga: Nadeem and Sweet Spot

Porto Nautico kalau dilihat dari depan sih enggak terlalu istimewa. Bahkan kalau kolega saya tidak memanggil dari jendela kamar, mungkin saya akan kelewatan. Model pintu lobby apartemen di Portugal itu kecil, tidak seperti di Jakarta yang besar dan terdiri dari banyak tower. Unit pun terbatas, dalam satu apartemen hanya ada 8 unit.

Pepatah “don’t judge book by its cover” nampaknya benar! Coba deh kalian lihat apartemen Porto Nautico setelah berada di dalamnya!

LANTAI DASAR

Porto Nautico menawarkan area untuk ngobrol dengan sesama traveler dengan menyediakan living room yang nyaman.

IMG20180516095122

IMG20180516100216

di luar living room, bisa ditemukan deretan sepeda yang bisa dipakai untuk berkeliling Porto dan juga smoking area agar tidak mengganggu traveler lain yang sensitif terhadap asap rokok.

This area also connecting traveler with the awesome spot they have, an outdoor swimming pool!

LANTAI ATAS

IMG20180516095821(1)

Sayang banget saya saat itu enggak bawa swimsuit!

Tersedia juga ruang bilas setelah berenang,

IMG20180516095909

Bersih dan nyaman!

dan dari atas sini, traveler bisa melihat beberapa bangunan yang menjadi ciri khas kota Porto!

IMG20180516095348

Bisa menentukan mana gereja Fatimah mana yang bukan?

IMG20180516095525

Shameless Selfie at the top of Porto Nautico apartment 😀

IMG20180516095928

IMG20180516100147

Pengen banget bawa pulang tegel-nya!

Kece ya apartemen ini, setiap sudutnya diperhatikan dengan detil! Kira-kira seperti ini unit apartemen yang saya tempati bersama kedua kolega saya yang berasal dari Singapura dan Vietnam,

UNIT KAMAR

IMG20180516084452

Apartemen ini terdiri atas 1 ranjang double, 2 sofa, 1 meja dan kursi untuk bekerja, tersedia pantry dan kamar mandi yang bersih. Sayangnya, karena terburu-buru, saya tidak sempat memotret penampakan kamar mandi seperti apa. Tapi buat saya yang sangat rewel untuk urusan kamar mandi, Porto Nautico memberikan kamar mandi yang bersih dan tertata rapi!

IMG20180516075237

My morning view at Porto Nautico Apartment

Semoga suatu hari nanti saya bisa kembali ke Porto Nautico Apartment bersama keluarga!

Obrigado Porto Nautico!

related articles:

Pink Talk with SORELLA

Minggu lalu, aku dilanda kesedihan karena baru kehilangan sahabat SMA. Dia sempat menjadi penyintas kanker payudara tapi belakangan ditemukan kembali kanker di organ hatinya.

Hal tersebut membuatku menjadi perlu tahu mengenai kanker khususnya kanker payudara melalui SORELLA Pink Talk: Breast Cancer Awareness beberapa waktu lalu dengan narasumber dr. Ratna dari RSIA Budhijaya.

IMG20180526160400

Sebagai perempuan, kita harus bersyukur karena dianugerahi organ tubuh yang indah seperti payudara dan unik seperti rahim. Tidak hanya indah dan unik, payudara dan rahim harus dijaga dengan baik.

Kita tahu kan kalau tubuh manusia terdiri dari sel-sel? Nah kanker merupakan jaringan sel yang bertumbuh tidak dengan seharusnya. Kanker payudara merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh perempuan di dunia. Setiap detiknya, di dunia ditemukan kasus baru kanker payudara sehingga penyakit ini juga merupakan pembunuh utama perempuan.

Bahkan, di Asia trennya semakin banyak yang terkena kanker payudara di bawah usia 40 tahun  dan biasanya sudah terdiagnosa setelah stadium lanjut. Perempuan yang memiliki faktor risiko terkena kanker payudara adalah mereka yang:

  • Kelebihan berat badan
  • Mengkonsumsi alkohol dan merokok
  • Mendapatkan menstruasi di bawah umur 12 tahun
  • Belum pernah melahirkan atau melahirkan di atas umur 35 tahun
  • Menggunakan kontrasepsi oral
  • Melakukan terapi hormon terkait fertilitas
  • Tidak menyusui
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kanker

Sebagian besar perempuan tidak aware dengan kanker payudara karena beberapa hal berikut:

  • Organ payudara yang tertutup
  • Mahalnya biaya pemeriksaan klinis
  • Kurangnya pengetahuan mengenai kanker payudara
  • Takut terdiagnosa kanker payudara

Walau mahalnya biaya pemeriksaan klinis, perempuan bisa lho melakukan deteksi dini kanker payudara dengan cara Periksa Payudara Sendiri (SADARI).  SADARI menjadi penting karena apabila kanker payudara ditemukan pada stadium awal memiliki survival rate yang tinggi.

Breast self exam, breast cancer monthly examination infographic

Kalau menemukan benjolan, jangan panik tapi langsung konsultasi ke dokter. 9 dari 10 benjolan di payudara biasanya bukan kanker. Untuk pemeriksaan akurat perlu dilakukan rontgent, laboratorium hingga biopsi oleh dokter.

Kanker payudara memiliki ciri khas selain benjolan keras pada salah satu payudara yaitu,

  • Permukaan payudara tidak rata
  • Benjolan tidak mudah digerakkan
  • Kemerahan pada kulit payudara
  • Kulit payudara seperti kulit jeruk
  • Luka tak kunjung sembuh di area payudara

Agar terhindar dari kanker payudara, dr Ratna menyarankan agar perempuan mengurangi konsumsi lemak, tetap bergerak aktif dan melakukan pemeriksaan dini seperti SADARI, dan pemeriksaan klinis ke dokter.

Di acara SORELLA Pink Talk: Breast Cancer Awareness, hadir pula Ibu Mitha Purba, penyintas kanker sekaligus Head of Support & Counselling Unit and Breast Cancer Survivor dari Love Pink Indonesia.

IMG20180526170551

Ibu Mitha bercerita bahwa pada tahun 2000 di umurnya yang ke-34 tahun, dia menderita kanker tiroid  stadium lanjut. Dokter memvonis kesempatan hidupnya hanya tinggal 6 bulan saja. Tentu saja hancur hati Ibu Mitha mendengar berita tersebut dan langsung teringat kedua anaknya yang masih kecil. Dia sempat tawar menawar dengan Tuhan, kalau boleh diberi kesempatan hidup sampai anaknya masuk SD karena menurutnya, apabila anak-anak sudah masuk SD, mereka sudah bisa mengurus diri mereka sendiri.

Anak-anak merupakan motivasi Ibu Mitha untuk melawan kanker tiroid yang dideritanya dan setelah berjuang selama 5 tahun, dia dinyatakan sembuh dari kanker tiroid.

Walau sudah berhasil melawan kanker tiroid, Ibu Mitha tidak meninggalkan gaya hidupnya sebagai perokok berat. Akibat kelalaiannya, pada tahun 2014, ditemukan 5 benjolan di dadanya dan divonis menderita kanker payudara stadium 3B. Ibu Mitha berpesan kepada perempuan yang hadir agar jangan lalai memeriksakan payudara karena kebanyakan hanya peduli memeriksakan kandungan melalui papsmear.

Hanya dibutuhkan waktu selama 4 hari bagi Ibu Mitha untuk memutuskan memerangi kanker payudara yang dideritanya. Pengobatan yang dilakukan bermula dari kemoterapi sebanyak 8 kali. Dilanjutkan dengan operasi pengangkatan payudara yang menyebabkan dia menjadi WTS (Wanita Tanpa Susu) dan diakhiri dengan rencana radiasi sebanyak 30 kali. Akan tetapi pada radiasi yang ke-25, sel kanker sudah tidak ada lagi dan prognosisnya bagus maka Ibu Mitha bisa beraktivitas seperti sediakala.

Sebagai wujud terimakasihnya kepada hidup, Ibu Mitha mendedikasikan dirinya di komunitas Love Pink Indonesia yang membantu mensosialisasikan deteksi dini kanker payudara dengan SADARI. Selain SADARI, perempuan Indonesia dengan rentang umur 25 tahun-35 tahun dapat mendeteksi kanker payudara dengan USG Mammae, di atas 40 tahun dengan mammografi.

Walau Ibu Mitha sudah menjadi WTS, dia masih memerlukan bra dari SORELLA. Kenapa? Anatomi payudara yang mengandung lemak, kelenjar, jaringan ikat dan cairan berfungsi untuk melawan gaya berat dari jaringan dan kulit yang menutupnya. Saat dilakukan mastektomi semuanya hilang sehingga kebanyakan perempuan akan membungkuk dan lama kelamaan postur tubuh seperti ini bila dibiarkan akan menimbulkan gangguan tulang belakang. Maka walaupun telah dilakukan mastektomi, perempuan tetap butuh memakai bra. Dan perlu diketahui juga bahwa memakai bra tidak terbukti meningkatkan risiko kanker payudara.

Nah, bra seperti apa yang dapat membantu penyintas kanker payudara?

Sorella, produk pakaian dalam yang berasal dari Taiwan hadir di Indonesia sejak 33 tahun lalu dan sudah menjadi top brand selama 7 tahun berturut-turut. Sorella memiliki varian bra yang disebut mastektomi dan menjual mastektomi pad. Bra mastektomi dari Sorella memiliki fitur padding yang dapat dilepaskan.

Produk ini dapat ditemukan di offline (department store) maupun online store (store).

Semoga dengan artikel ini perempuan Indonesia semakin menyadari pentingnya untuk pemeriksaan dini kanker payudara baik melalui SADARI atau mengunjungi dokter.

Nadeem and Sweet Spot

Setelah drama yang cukup melelahkan, akhirnya saya naik kedalam pesawat menuju Frankfurt (FRA). Seperti biasa, di dalam pesawat saya diberikan makanan dan minuman. Akhirnya, saya bisa makan juga setelah menahan lapar karena ketinggalan pesawat dari Munich (MUC) menuju Porto (OPO). Walau perut sudah kenyang, saya masih memikirkan koper yang terpisah. Duh, mudah-mudahan saja tidak hilang!

Perjalanan MUC-FRA hanya memakan waktu kurang lebih satu jam saja dan saya pun mengambil ponsel kemudian memotret kota FRA dari ketinggian.

IMG20180515123939IMG20180515124003IMG20180515124427IMG20180515124855

Pesawat mendarat dengan sempurna dan saya pun bergegas mengejar pesawat selanjutnya. Belajar dari pengalaman boarding gate yang berubah tiba-tiba menjelang keberangkatan, saya tidak melepas pandangan dari layar monitor! Karena pesawat dari MUC delay maka saat mendarat di FRA, saya pun berlari menuju boarding gate sesuai yang disebutkan di layar monitor!

Singkat cerita, akhirnya saya masuk kedalam pesawat dari FRA menuju OPO! Saya duduk bersebelahan dengan seorang pria paruh baya, namanya Nadeem. Kami pun akhirnya ngobrol sepanjang perjalanan. Yuk, saya kenalin dengan Nadeem 🙂

Nadeem merupakan pria kelahiran Mesir yang kini berkebangsaan Amerika dan tinggal di Seattle. Dia memiliki dua anak laki-laki yang sudah dewasa dan salah satu anaknya sedang berada di Denmark. Nadeem memiliki kapal kecil yang dinamakan Sweet Spot dan dia pernah keliling beberapa negara di Eropa dengan mengendarai Sweet Spot! Kali ini perjalanannya ke OPO adalah untuk mereparasi Sweet Spot. Semoga Sweet Spot lekas pulih ya, Nadeem!

Enggak terasa, pesawat pun akhirnya mendarat di OPO. Sambil mengucapkan salam perpisahan dengan Nadeem, saya bergegas menuju bagian Lost and Found bandara OPO. Anehnya, saya tidak menemukan koper saya! Jantung saya berdetak lebih kencang lagi namun saya mencoba tetap tenang. Saya berjalan menuju conveyor belt sambil menunggu dan itu dia koper saya! Bersyukur akhirnya saya bisa ganti baju selama Summit nanti 🙂

Urusan koper selesai, saya berusaha mencari informasi di mana saya bisa mengantre taksi. Tapi karena petugas informasi bandara kurang fasih menjelaskan dalam bahasa asing, saya cukup kebingungan mencari antrean taksi. Saya sempat melihat Nadeem dan tadinya berpikir mau minta tolong untuk dipanggilkan taksi tapi niat itu saya urungkan.

Saya pun mencoba mengelilingi bandara dan mempelajari jalur keluar masuknya. Setelah sekian lama, barulah saya beranjak menuju pintu keluar dan menemukan antrean taksi yang ramai menurunkan maupun mennaikkan penumpang. Saya baru tahu kalau di OPO, taksi itu tidak memiliki warna ataupun armada yang sama persis. Kalau di Jakarta atau New York, kita bisa dengan mudah mengenali taksi cukup dari melihat warnanya saja, tapi di OPO berbeda.

Awalnya saya ragu menaiki taksi tapi akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya kepada taksi tepat di depan saya. Syukurlah ternyata supir taksinya bisa berbahasa Inggris dengan baik! Saya pun diantar menuju apartemen tempat saya akan menginap dengan selamat! Oh ya, taksi di OPO hanya menggunakan kuitansi dengan tulisan tangan. Dengan jarak 16 km dari bandara OPO menuju Rua do Almada, tarif taksi yang saya bayarkan sebesar EUR25.35 atau setara dengan IDR425.120! Lumayan mahal 🙂

Kalau kalian, pernah kenalan dengan sesama penumpang di pesawat atau memilih untuk tidur selama perjalanan?

related articles: