Running with view of Boco River

Sebagai orang yang memilih berlari sebagai salah satu olahraga yang menyenangkan untuk dijalani, pastinya enggak akan mengabaikan kesempatan untuk bisa jogging di luar negeri.

Ketika tiba di hotel Montebelo Vista Alegre Ilhavo, saya sudah bertekad untuk berlari melintasi jembatan di atas sungai Boco. Tapi, pertanyaannya, siapa yang bisa saya ajak berlari dan menguasai bahasa lokal, jaga-jaga aja kalau kami sampai tersesat. Mungkin kalau di Jakarta atau Indonesia, saya masih berani deh untuk berlari sendiri tapi tidak di Ilhavo karena jalanannya sangat sepi! Lagipula, enaknya punya running buddy adalah ada yang motoin saya 🙂
Seharian mengikuti workshop Finance Summit 2018, saya mulai mencari kira-kira siapa kolega yang bisa diajak jogging besok pagi. Setelah makan malam, akhirnya saya memutuskan mengajak kolega bernama Ferguso (nama samaran – Spanyol) dan Dina (nama samaran – Meksiko). Mereka berdua adalah teman satu tim saya di workshop Finance Summit 2018. Menjelang tidur malam, mereka belum memberikan jawaban atas ajakan saya, akhirnya saya memutuskan untuk tidur saja.

Keesokannya, saya memutuskan untuk mandi pagi padahal kalau mau jogging saya cukup cuci muka dan gosok gigi. Setelah saya hampir rapi, Ferguso menelepon saya dan bilang dia menunggu saya di lobby hotel untuk berlari bersama. Waduh, karena saya udah wangi dan kece akhirnya saya membatalkan berlari bersama Ferguso padahal kalau saya jadi berlari, ada yang motoin saya! 😀

Singkat cerita, waktu workshop break, saya tanya Ferguso tentang rute lari yang dia ambil tadi pagi. Dengan berbekal rute itu, saya memutuskan untuk berlari sendirian di sore hari sebelum acara Finance Summit selanjutnya karena keesokannya saya akan balik ke Porto karena event-nya sudah selesai. Sebelum berlari, saya titip pesan sama kolega-kolega yang kenal dengan saya supaya kalau saya menghilang tolong dicari karena mungkin saya tersesat karena enggak bawa mobile wi-fi 😀

Nah, ini kira-kira foto yang saya ambil saat berlari dengan pemandangan cantik sungai Boco

img20180517193338

img20180517193440

img20180517192055

Aselik! Begitu saat berlari dan selesai lari, hati ini tuh rasanya puas banget karena bisa “me time” dan menikmati salah satu sudut Ilhavo yang tenang banget!

Ternyata berlari sendirian di negeri orang itu enggak menyeramkan walaupun enggak bisa bahasa lokal maupun enggak bawa mobile wi-fi sama sekali 😀

Saat pendinginan, saya berjalan di sekitar komplek hotel danenggak lupa selfie lagi dong!

img20180517193903

whatsapp image 2019-01-15 at 13.31.55img20180517194005

Wagelaseh, di sini banyak spot foto kece! Kayaknya kudu balik lagi sama keluarga nih! Doakan suatu hari nanti terwujud ya 🙂

Kalau kalian, punya rute lari favorit di mana? Cerita yuk di kolom komentar 🙂

Advertisements

MONTEBELO VISTA ALEGRE ILHAVO HOTEL

Hello! Kalian masih ingat perjalanan saya ke Portugal Mei lalu? Saya masih akan melanjutkan cerita perjalanan saya dan kali ini, saya mau bercerita tentang hotel yang saya tempati selama di Ihavo.

MONTEBELO VISTA ALEGRE ILHAVO HOTEL terletak di 3830-292 Ílhavo, Portugal, satu kompleks dengan Museum Vista Alegre. Hotel berbintang lima ini menyediakan 83 kamar dengan berbagai tipe, dan 2 pemandangan yaitu sungai dan view satunya adalah bangunan di sekitar hotel. Sayangnya, saya mendapatkan kamar dengan pemandangan bangunan tapi beberapa kolega saya mendapatkan kamar dengan pemandangan langsung ke sungai sehingga saya masih bisa selfie di depan kamar mereka.

IMG20180516122758

Pemandangan outdoor hotel ini indah sekali karena di kejauhan kita bisa melihat bangunan-bangunan bersejarah yang terawat baik dan juga sungai Boco yang bersih.

IMG20180516122749

Boco River in front of Montebelo Vista Alegre Hotel

Kamar yang saya tempati ternyata luas sekali dengan area yang cukup untuk mengakomodasi satu keluarga kecil.

_Y0A3099

pic courtesy of montebelo

Tempat tidur ukuran king rasanya terlalu lowong untuk ditiduri seorang diri dan saya jadi kangen dengan keluarga di rumah serta berandai-andai kalau mereka ada bersama dengan saya saat itu.

IMG20180516124141

Yang menarik di MONTEBELO VISTA ALEGRE ILHAVO HOTEL, kamar mandinya yang luas tapi tanpa bidet atau biasa kita sebut jet spray. Masyarakat Eropa memang berbeda dari masyarakat Asia yang masih mengandalkan membersihkan dengan air sehingga selama saya di hotel sekalipun cukup kebingungan bagaimana mau membasuh area kewanitaan dengan bersih dan tidak tersedianya jet spray berlaku di area publik di Portugal. Jadi, berdasarkan pengalaman saya, lain kali kalau akan liburan ke Eropa harus menyediakan botol berisi air bersih untuk membasuh di toilet.

26280584_z

pic courtesy of hotel.com

IMG20180516124717

Seperti layaknya hotel berbintang lima, semua fasilitas yang saya nikmati memang berkelas dan membuat betah. Selama tiga hari saya menginap di sana, saya bisa beradaptasi dengan makanan yang disajikan. Pagi hari saya memilih buah sebagai sarapan, siang dan malam hari, makanan yang disajikan tanpa nasi sehingga lingkar pinggang pun sedikit mengecil.

Omong-omong soal lingkar pinggang yang mengecil, saya menyempatkan untuk melakukan jogging di sekitar MONTEBELO VISTA ALEGRE ILHAVO HOTEL. Nantikan cerita saya selanjutnya saat berlari di Ilhavo!

related post: #neiiEURtrip

Welcome to ILHAVO!

16-18 Mei 2018, selama tiga hari saya akan berada di Ilhavo, Portugal untuk Global Finance Summit 2018.

Sekitar jam 7 pagi, saya dan kolega dari Asia mencoba menuju mini market terdekat untuk membeli beberapa keperluan untuk memasak sarapan.

Porto Nautico Apartment

Morning in Porto, Portugal

Road in Porto, Portugal

On the way to mini market with view!

Namun sayang sekali, mini market baru buka jam 9 pagi sedangkan kami sudah harus bersiap-siap untuk meninggalkan Porto menuju Ilhavo. Karena  tidak dapat memasak, maka kami pun mencoba membeli menu sarapan di salah satu kafe yang kami temui dalam perjalanan kembali ke Porto Nautico Apartment untuk berkemas.

Belum banyak kafe yang buka sangat pagi dan kebanyakan yang dijual kedai kopi yang kami temui adalah roti. Saya, saat sedang memilih-milih roti apa yang akan saya beli, malah menemukan egg tart. Saya punya pengalaman menyenangkan dengan egg tart saat di Singapura bernama BAKE. Makanya saat melihat sejenis egg tart, saya pun membelinya dan ternyata rasanya enak, tidak kalah dari egg tart yang pernah saya coba.

Read more: #SenangLiburan

Belakangan, saya baru tahu kalau kudapan itu merupakan custard tart yang biasa disebut Pastel De Nata oleh masyarakat lokal.

Custard tart

Pastel de Nata

Pastel de Nata ini crunchy dan creamy! Membuat saya enggak kepengen udahan mengunyahnya. Pastel de Nata cocok banget kalau dimakan bareng kopi hitam tanpa gula karena custard tart ini sudah manis sekali seperti saya *eaaaaa. Setelah perut sedikit hangat karena sudah sarapan pastry dan mie laksa instant dalam cup yang dibawakan oleh kolega dari Singapura, kami pun berangkat menuju Montebelo Allegrevista Hotel di Ilhavo.

Perjalanan dari Porto menuju Ilhavo lebih kurang 1 jam tidak terasa karena saya menikmati pemandangan sepanjang jalan berupa sarang burung camar (seagull). Walaupun sedikit tersasar karena komplek Hotel Montebelo Vistalegre menjadi satu dengan The Vista Alegre Museum, akhirnya saya tiba di hotel yang akan menjadi tempat kegiatan selama 3 hari.

Bem vida ao Ilhavo!” , welcome to Ilhavo!

Bem vida ao Ilhavo

Sunny day in Ilhavo

Ilhavo merupakan salah satu kotamadya Portugal. Tepat di depan Hotel Montebelo Vistalegre, terbentang Boco River. Sebenarnya, di Ilhavo ada tourist spot yang menarik seperti beach houses yang berwarna warni dan mercusuar tertinggi di Portugal.

Sayang sekali, karena jadwal summit yang padat, saya tidak berkesempatan untuk berkeliling Ilhavo maupun masuk ke dalam Museum Vista Alegre. Tapi kalau dilihat dari situsnya di vistaalegre.com, bangunan museum ini dulunya adalah pabrik lama yang sudah tidak digunakan untuk memproduksi porselen dengan merek Vista Alegre.

Bright sky

Tampak depan Museum Vista Alegre

Kerennya lagi, pabrik porselen ini pada tahun 1944 sudah memiliki tempat penitipan anak untuk pekerjanya. Indonesia perlu banyak belajar nih mengenai kebijakan pemerintah yang berpihak kepada perempuan bekerja. Jangankan di pabrik, di kantor bergedung tinggi saja belum tentu tersedia ruangan untuk memerah ASI atau menyusui yang nyaman dan didedikasikan untuk perempuan bekerja. Kalian harus menyempatkan diri mengunjungi museum yang satu ini!

Ulasan tentang Hotel Montebelo Vistalegre akan menyusul di artikel selanjutnya! Stay tune!

GARDENS BY THE BAY

dsc_1873

Pemandangan yang cantik bukan? Yep! Itu adalah Supertree Grove, Gardens By The Bay, Singapore.

Seperti yang kita ketahui bersama kalau Singapura itu punya taman-taman kecil yang indah dan nyaman buat warganya. Perlu kalian ketahui bahwa hampir 50% lahan yang ada di Singapura merupakan lahan terbuka hijau! Keren ya?! Padahal luas negara Singapura lebih kecil dibandingkan Indonesia tapi setengah luasnya adalah taman!

Hmm, Indonesia bakalan bisa kayak gitu ga ya?

dsc_1872

Di tahun 2006, ide untuk membuat City in a Garden dicetuskan dan pada 28 Juni 2012, Gardens By The Bay resmi dibuka untuk umum. Keputusan untuk membangun taman ini bukan merupakan hal yang mudah karena itu artinya pemerintah Singapura harus merelakan lahannya yang mungkin saja dapat digunakan sebagai tempat komersial bisnis yang menghasilkan lebih banyak pendapatan untuk negara tersebut.

Well, saya sih gak heran kalau pemerintah Singapura berani mengambil langkah tersebut di atas karena warganegara-nya yang sudah taat pajak dan pemberantasan korupsi di sana dilakukan konsisten dan berkesinambungan. Sedangkan di Indonesia, satu-satunya lembaga pemberantasan korupsi malahan mau ditiadakan…. ini membuat saya gagal paham! maap curcol

Gardens By The Bay memiliki 12 area yang berbeda. Karena terbatasnya waktu, saya hanya punya kesempatan untuk mengunjungi 2 conservatory yaitu Flower Dome dan Cloud Forest.

Di Flower Dome, kita bisa melihat segala jenis bunga yang ada di dunia. Yang kerennya lagi, hampir setiap bulan, ada saja tema bunga yang diusung! Salah satunya “Autumn Harvest” yang merupakan tema September-Oktober  🙂

dsc_1918

Saat berada di area ini, saya jadi teringat akan ibu saya. Beliau pasti senang diajak ke tempat ini suatu hari nanti dan semoga saya juga diberi rezeki untuk bisa kembali kesini bersama mamih  🙂

dsc_1903

Di area yang kedua, Cloud Forest, di sini kita bisa melihat air terjun buatan. Singapura tidak memiliki keindahan seperti halnya Indonesia yang di mana kita bisa menikmati air terjun hampir di sebagian besar wilayah Indonesia. Bahkan kita ga perlu pergi jauh ke Indonesia Timur, di Puncak pun ada air terjun 🙂

Saking kepengennya mereka memiliki air terjun, akhirnya dibuat air terjun artifisial. Walau artifisial, air terjun ini airnya dingin dan siap-siap untuk merasakan percikan air yang mengenai kita apabila kita terlalu dekat dengan posisi air terjun untuk berfoto.

dsc_1921

Akhir perjalanan di Gardens By The Bay memberikan saya pengalaman yang tidak terlupakan. Saya sungguh kagum dengan pemerintah negara ini yang bukan hanya mendirikan taman ini sebagai tempat wisata tetapi juga sebagai sarana belajar bagi warganya. Bravo!

dsc_1930

Selesai berkeliling di kedua area tersebut, kita bisa duduk duduk untuk menikmati langit yang cerah dan bertaburkan bintang kalau beruntung 🙂

read more: #neiiSGtrip

 

Gardens By The Bay

http://www.gardensbythebay.com.sg

18 Marina Gardens Drive, Singapore 018953

 

 

WONDER FULL, Light and Water Show

dsc_1806

dsc_1808

dsc_1813

dsc_1809

dsc_1811

Seharusnya, setelah naik Singapore River Cruise… jadwal selanjutnya adalah menonton Wonder Full, Light and Water Show.  Namun karena durasi cruise yang cukup lama, saya hanya melihat akhir dari pertunjukan ini.

Pertunjukan ini unik karena memanfaatkan air mancur sebagai sarana layarnya, sedangkan pertunjukan lampu sebagai film-nya.

Wonder Full Light and Water Show ini berlangsung mulai jam 20.00 di area Promenade Marina Bay Sands dan gratis tanpa dipungut biaya.

Selamat menonton ya!

T3 Soetta Face Off

Minggu lalu saya diundang Liputan6.com bekerjasama dengan PT Angkasa Pura II (Persero) untuk menghadiri sebuah acara fashion show yang bertajuk “Terminal 3 Fashion Show”. Fashion Show ini merupakan salah satu selebrasi dalam rangka menyambut dibukanya Perluasan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta yang akan menjadi salah satu terminal terbaik di Asia, jelas Bapak Chairil Anwar selaku Public Relations Angkasa Pura II.

20160720_145342

Mengapa terbaik? karena T3 Bandara Soekarno Hatta akan beroperasi dengan menggunakan:

  • Baggage Handling System (BHS)  level 5 yang bisa mendeteksi bahan peledak.
  • Airport Security System (ASS) yang dapat mendeteksi wajah penumpang pesawat atau pengunjung bandara yang masuk daftar pihak berwajib.
  • Intelligence Building Management System (IBMS) yang mengatur agar  T3 Bandara Soekarno Hatta menjadi bangunan yang mengusung konsep eco green.

IMG_20160720_162914

Beberapa tahun lalu, saya pernah berangkat ke Bali dan Singapura melalui Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta yang sudah sedikit direnovasi…. itu aja udah bikin saya seneng karena T3 jadi lebih tertata, gak semrawut seperti terminal lainnya dan yang paling penting adalah bersih!

Begitu turun di depan T3 Bandara Soekarno Hatta yang diperluas, saya langsung kagum!

20160720_142529.jpg

20160720_143131.jpg

Depannya aja udah keren, dalemnya…lebih keren lagi  🙂

IMG_20160720_160720

20160720_155544

20160720_154722.jpg

IMG_20160720_160431

Fasilitas di T3 Bandara Soekarno Hatta cukup lengkap, termasuk airport lounge dan children playground. Saya belum melihat adanya nursery room, mungkin juga karena akses yang terbatas sehingga bagian tersebut tidak terlihat. Besar harapan saya T3 Bandara Soekarno Hatta juga menyediakan nursery room  yang nyaman 🙂

Selanjutnya, fashion show yang bertema smart and fashionable traveling outfit menggandeng tiga desainer ternama Indonesia, yaitu Tri Handoko dengan koleksi ready to wear Austere, Mel Ahyar dengan koleksi Happa Fall/Winter dan Danny Satriadi yang tampil dengan nuansa batik Cirebonan yang cantik.

Uniknya, fashion show  ini menggunakan eskalator T3 Bandara Soekarno Hatta sebagai runway-nya.

20160720_153018-1

20160720_151809-1

 

20160720_152836

20160720_151441

Gak terasa fashion show  yang digelar selama kurang lebih 30 menit harus berakhir dan saya pun harus meninggalkan T3 Bandara Soekarno Hatta untuk sementara.

I’ll be back soon for traveling through T3 Bandara Soekarno Hatta 🙂

20160720_161835